Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bersabar Dalam Ketaatan Kepada Allah SWT


 Oleh: Mochamad Efendi


Selalu taat kepada Allah adalah pilihan yang tepat dalam hidup. Iman dan kesadaran untuk berislam secara Kaffah sebagai landasan setiap amalan adalah jalan yang benar. Melangkah untuk mencari ridho Allah sehingga apa yang kita lakukan bernilai ibadah. Namun memang tidak mudah untuk Istiqomah dan menjaga ketaatan dalam beribadah. Godaan pasti akan datang dari musuh sejati manusia, syaitan yang selalu berbisik agar kita membatalkan setiap ada niat untuk berbuat kebaikan. Tidak jarang manusia tergoda, karena tidak sabar dalam langkahnya untuk menapaki jalan lurus yang diridhoi Allah. 


Bagaimana caranya agar kita bisa bersabar dalam Ketaatan kepada Allah SWT? Bagaimana caranya agar kita bisa menjalankan semua yang diperintahkan oleh Allah SWT dan meninggalkan semua laranganNya?


Pertama, harus dibangun kesadaran yang benar tentang Islam yang lurus dan mulia


Kenapa harus enggan berbuat kebaikan, padahal setiap kebaikan yang dikaitkan dengan Islam dan ikhlas dilakukan akan terbalas dengan kebaikan pula bahkan tidak hanya satu tapi berlipat kebaikan. Sungguh, jika kita menyadari dan memiliki pemahaman yang benar,  kita tidak seharusnya malas untuk melangkahkan kaki di jalan kebenaran. Bahkan satu niat saja akan dilihat oleh Allah dan dinilai kebaikan, apalagi jika diwujudkan dalam amalan kebaikan. Memang butuh kesabaran dan terus tingkatkan pamahaman tentang Islam yang benar, karena kita akan bergerak dan berbuat sesuai dengan apa yang kita yakini benar. 


Kedua, Menjaga amalan agar menjadi kebiasaan


Lakukan apa yang kau anggap benar menurut Islam, sekecil apapun kebaikan Allah pasti melihatnya dan pasti kebaikan akan berbuah kebaikan meskipun tidak dilihat atau dianggap remeh oleh manusia. Tapi, tidak jika kebaikan dilakukan ikhlas untuk mencari ridho Allah pastilah tidak ada yang sia-sia. Yakinlah, usahamu untuk mendawamkan kebaikan tidaklah rugi. Buahnya pasti manis jika semua yang kau lakukan hanya semata karena Allah. Jika kebaikan sudah menjadi kebiasaan akan menjadi ringan dan mudah untuk dilakukan. Tapi memang awalnya berat dan perlu untuk dipaksa yang pada akhirnya terbiasa. Kalau amalan sudah menjadi kebiasaan, jangan sekali-kali ditinggalkan karena membangun amalan baik agar Istiqomah tidaklah mudah. Tetap sabar menjaga kebiasaan baik disepanjang hidup kita sampai waktu menutup mata.


Ketiga, bersabar untuk menjauhi semua yang dilarang dalam ajaran Islam


Kemaksiatan yang kita buat akan meninggalkan titik noda di dalam hati. Semakin banyak noda hitam yang kita buat, membuat hati menjadi gelap sehingga semakin berat berbuat kebaikan. Bersabar tidak berbuat maksiat agar hati mudah tertunjuki ke jalan yang lurus. Godaan pasti kau hadapi, tapi jangan berhenti bersabar dan jangan kau turuti bisikan hati yang mengajak pada kemaksiatan. Sekali berbuat buruk akan mengantarkan pada keburukan, dan sebaliknya kebaikan akan mengantarkan pula pada kebaikan. Tinggalkan keburukan dan pertahankan kebaikan yang sudah menjadi kebiasaan. Dosa besar jangan sekali-kali dilakukan karena itu akan menjadi penghalang bagimu untuk berbuat kebaikan. Segera bertaubat dengan perbanyak istighfar mumpung masih diberi waktu. Segera hijrah dengan meninggalkan semua perbuatan yang dilarang, dan mulai mendawamkan kebiasaan baik dalam hidupmu 


Keempat, kita butuh sahabat yang selalu mengingatkan saat kita mau berbuat salah, dan menguatkan saat kita mulai lemah


Tentunya, kita harus memilih sahabat yang Sholih agar bisa menginspirasi kita untuk berbuat kebaikan dan bersabar dalam ketaqwaan. Terlebih sahabat dalam barisan dakwah yang ghiroh untuk berbuat baik serta saling menasehati begitu kuat. Jangan keluar dari komunitas dakwah, karena disitulah akan kau rasakan tebaran kebaikan yang menguatkanmu dan membuat kamu bersabar menghadapi setiap godaan kehidupan.


Memang tidak mudah dan pasti banyak godaan saat kita mau berniat untuk berubah dengan mengatur hidup dengan Islam secara kaffah oleh karena itu pentingnya memiliki sahabat yang memiliki keinginan yang sama dalam memperjuangkan Islam. Teruslah melangkah dan bersabar menghadapi berbagai godaan yang datang untuk menghentikan setiap amalan baik dan sebaliknya mengajak untuk berbuat keburukan. Sabar bukan berarti diam, tapi bergerak mewarnai hari-harimu dengan kataatan sesuai dengan ajaran Islam yang lurus dan mulai. Bersabar dalam ketaqwaan  akan membawamu pada kebahagiaan hakiki, karena berjalan sesuai dengan tujuan hidup yang benar. Jangan coba-coba berhenti dari kebiasaan baik, jangan pula melakukan dosa besar karena yang rugi kita sendiri. Bersabar dalam ketaqwaan dengan sebenar-benar taqwa sampai maut menjemput, sehingga kita layak untuk mendapatkan surgaNya. (reper/ar)

Posting Komentar untuk "Bersabar Dalam Ketaatan Kepada Allah SWT"