Kenapa Setiap Kebaikan Harus Dikaitkan Dengan Islam
Oleh: Mochamad Efendi
Apa yang dianggap baik oleh manusia belum tentu baik dalam pandangan Islam. Sering yang dianggap baik oleh manusia ternyata adalah buruk bagi mereka. Menusia sering menganggap baik sesuatu yang disukai sebaliknya menganggap buruk sesuatu yang dibenci. Allah berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 216, "Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
Berperang dalam pandangan manusia adalah sesuatu yang dibenci dan cenderung dihindari, tapi jika itu dilakukan untuk membela agama Allah, maka berperang adalah kewajiban dan bahkan jaminan surga bagi mereka yang mati di medan perang untuk membela agama Allah.
Mungkin menolong orang dengan meminjamkan uang dengan bunga kecil yang tidak memberatkan dianggap kebaikan, namun dalam pandangan Islam riba adalah dosa besar, meskipun tidak memberatkan. Walaupun orang yang berhutang ridho dengan besaran bunga (riba) yang ditetapkan, riba tetap haram dan dosa besar dalam pandangan Islam. Dalam demokrasi tidak ada hukuman bagi yang menjalankan praktek riba, bahkan negara menjadikan riba sebagai pilar perekonomian. Sebagai muslim sejati harus meninggalkan semua yang haram yang dinyatakan jelas dalam sumber hukum Islam. Yakinlah sesuatu yang haram akan membawa keburukan, meskipun dalam pandangan manusia dianggap menguntungkan.
Gaes, pacaran mungkin dianggap baik oleh sebagian remaja tapi tidak dalam pandangan Islam karena bisa mengantarkan pada dosa besar, zina. Atas dasar kebebasan bahkan dalam demokrasi zina dihalalkan. Bisa jadi membantu dua insan yang lagi jatuh cinta dianggap sebagai kebaikan jika tidak dikaitkan dengan Islam. Jika landasan berbuatnya suka atau tidak suka dan logika manusia yang berubah-rubah dipengaruhi tempat dan waktu, membantu dua insan yang lagi jatuh cinta berpacaran mungkin dianggap kebaikan, tapi tidak dalam pandangan Islam karena bisa menjerumuskan mereka pada dosa besar. Dan kitapun akan terkena getahnya karena ikut membantu mereka untuk melakukan perbuatan dosa. Bahkan penguasa yang membuat aturan dengan memberi kebebasan dalam hubungan sex diluar nikah juga akan ikut menanggung dosanya. Sungguh kebaikan harus dikaitkan dengan Islam agar kita tidak salah langkah dan keliru menilai sesuatu.
Gaes, maraknya menggunakan semua salam beda kayakinan atau mengucapkan selamat atas hari raya agama lain dan ikut merakyakan dianggap bentuk toleransi dan sikap yang bijak. Tapi, ternyata moderasi adalah bentuk kemunafikan dan tidak pernah dicontohkan rasullulah. Sikap toleransi jelas diterangkan dalam surat al-kafirun. Umat Islam harus bersikap tegas, tidak boleh mencampur adukkan antara yang haq dan bathil terutama dalam masalah Aqidah. Agamamu adalah agamamu dan agamaku adalah agamaku. Saya tidak mungkin ikut-ikutan merayakannya dan bahkan hanya sekedar membenarkan keyakinan orang kafir dengan memberikan ucapan selamat atas hari raya mereka. Sungguh, Islam tegas dalam hal aqidah. Oleh karena itu pentingnya untuk mengkaitkan setiap pemikiran dan perbuatan dengan Islam agar kita tidak tersesat dengan menganggap diri paling benar dan moderat padahal apa yang kita yakini benar ternyata salah dalam pandangan Islam yang lurus dan mulia.
Ikut makan dan minum yang haram bisa jadi dianggap bentuk penghormatan saat bersama teman beda keyakinan, tapi tidak sebagai muslim sejati harus berani menolak yang haram kapanpun dan dimanapun bahkan meskipun dengan atasan, orang yang kita hormati. Berkata tidak dan berani menolak sesuatu yang dilarang dalam Islam adalah bentuk kebaikan meskipun dimata manusia bisa jadi dianggap konyol dan sikap kaku dalam bergaul. Segala sesuatu harus dikaitkan dengan Islam, baik atau buruk bukan dalam pandangan manusia yang sering tidak jelas dalam memandang baik dan buruk, bisa berubah tergantung waktu dan tempat.
Oleh karena itu, kebaikan harus dikaitkan dengan Islam, jika tidak semua yang kita anggap baik tidak akan memiliki nilai ibadah meskipun dilakukan dengan ikhlas. Landasan dalam berbuat sangatlah penting agar amalan kita bernilai ibadah. Jangan nanti kita akan tertipu, dengan merasa telah melakukan banyak amalan ibadah ternyata tidak ada nilainya dihadapan Allah karena tidak dikaitkan dengan Islam.
Makanya gaes, penting bagi kalian untuk mengaji agar kamu bisa mengkaitkan setiap perbuatan dan pemikiran dengan Islam. Idealnya, mengetahui dalil setiap perbuatan bagi seorang muslim, sehingga kita melakukan setiap perbuatan dengan penuh keyakinan. Mengaji dan terus upgrade diri agar kamu tahu landasan hukum setiap perbuatan dalam Islam. Jangan hanya menggunakan perasaan, dikira baik ternyata sesuatu itu buruk dan harus ditinggalkan. Sebaliknya kewajiban yang sering diframing buruk sehingga kita enggan melakukannya, padahal itu adalah kebaikan. Sebagian, perempuan berpakaian sexy mengumbar aurat dianggap satu kebaikan, padahal kalau kita menggunakan landasan hukum Islam jelas itu bisa menyebabkan pada keburukan dan dosa besar. Oleh karena itu kita diwajibkan menurut aurat secara syar'i' dan batasannya jelas baik itu untuk laki-laki maupun perempuan.
Jika kamu tahu sesuatu itu haram dalam sumber hukum Islam, segera tinggalkan meskipun kamu menyukainya. Sebaliknya, jika sesuatu itu kewajiban, harus segera kamu lakukan meskipun jika kamu tidak menyukainya. Ketundukan kita pada Islam harus dilakukan disetiap melakukan perbuatan, bukan mengikuti hawa nafsu atas dasar suka atau kebencian. Tidak semua yang dipikir baik oleh manusia adalah kebaikan. Kita butuh petunjuk dari Allah SWT, Yang Maha Tahu atas segala sesuatu, bukan manusia yang sering keliru dan salah dalam menilai sesuatu. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Kenapa Setiap Kebaikan Harus Dikaitkan Dengan Islam"