Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Stop Pergaulan Bebas, Islam Solusi Tuntas

Oleh: Minah, S.Pd.I


Berbicara tentang pergaulan remaja saat ini sangat memprihatinkan. Pergaulan bebas yang merajalela menjadikan remaja yang rusak dan jauh dari agamanya.


Tak bisa dipungkiri, pergaulan bebas yang semakin meningkat menambah deretan kegelapan yang menimpa umat ini. Apa yang menyebabkan semua ini? Lantas, bagaimana solusi Islam agar tuntas menghadapinya?


Permasalahan hidup yang dialami begitu banyak. Penyebabnya karena sistem sekuler, yang memisahkan agama dari kehidupan, menjadikan Islam hanya sebatas ritual dan terkadang disepelekan. Sementara di waktu yang sama, sistem kapitalisme dipasang pada setiap sisi kehidupan yang tidak menyandarkan segala urusan kepada aturan Sang Maha Pencipta. Akhirnya, banyak permasalahan yang tidak dapat diselesaikan.


Sebagaimana yang dialami oleh seorang mahasiswi Universitas Brawijaya berinisial NW. Namanya belakangan viral karena kasus bunuh dirinya di samping makam sang ayah. Menurut sang ibu, NW mengalami depresi yang sangat berat. Ada dugaan ia bunuh diri akibat depresi berat setelah terjadi aborsi janin hasil hubungan di luar nikah dengan pacarnya, Bripda Randy, seorang anggota polisi.


Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol. Slamet Hadi Supraptoyo menyatakan korban dan anggota Polri ini sudah berkenalan sejak Oktober 2019. Slamet mengungkapkan, keduanya kemudian kerap berhubungan layaknya suami istri sejak 2020 hingga 2021 di kos maupun hotel di Malang dan Batu.


Selain itu, ada temuan bukti lain bahwa korban, selama berpacaran—yang terhitung mulai Oktober 2019 sampai Desember 2021—telah melakukan tindakan aborsi bersama pada Maret 2020 dan Agustus 2021.


Bripda Randy akhirnya disangkakan dengan Pasal 348 KUHP juncto 55 KUHP, yaitu sengaja menggugurkan kandungan atau mematikan janin dengan ancaman hukuman 5 (lima) tahun penjara. (Surabaya.liputan6.com, 05/12/2021)


Sungguh memprihatinkan. Kasus ini disebabkan karena percintaan. Pergaulan bebas dari hari ke hari makin tambah parah. Mereka bergaul tanpa aturan Islam,  sehingga berujung pada maksiat. Bergaul dengan salah, kebablasan dan akhirnya berujung dosa.


Sadar atau tidak, pergaulan bebas memang sepertinya telah menjadi budaya remaja. Secara alamiah, remaja mulai mengalami pertumbuhan dan perkembangan secara fisik, psikologis dan sosial. Apalagi usia remaja sudah mempunyai rasa ketertarikan terhadap lawan jenis. Ketika anak remaja mengenal yang namanya ‘cinta’, dan tidak dibarengi dengan ilmu dan iman, dia akan terjebak dengan cintanya kemudian berpacaran. Dan jika ini dibiarkan maka akan terjebak dalam pergaulan bebas. Melakukan kemaksiatan dan berbagai macam perbuatan dosa. Astaghfirullah.


Islam Solusi Tuntas


Islam merupakan agama yang sempurna dan paripurna, Islam memberikan aturan yang sangat komplit agar seseorang tidak melakukan perbuatan zina. Allah Subhanahu Wa Ta'aala  Zat Yang Maha Adil atas hamba-Nya, telah memberikan aturan solutif dan tidak sempit sekadar memandang sisi perempuan atau lelaki saja. Islam turun untuk menjadi problem solving atas semua permasalahan manusia.


Firman Allah: “Dan janganlah  kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu sungguh suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra:32)


Jika pergaulannya tidak sehat, bisa jadi melakukan maksiat. Oleh karena itu, kita harus mengetahui bagaimana gaul sehat, anti maksiat. Setiap orang pasti memiliki rasa cinta karena itu adalah fitrah dan anugerah terindah yang Allah berikan terhadap manusia, karena manusia memiliki gharizah (naluri). Yakni naluri nau’ (melestarikan jenis). Pemenuhannya bisa di jalan yang  benar bisa pula di jalan yang salah. Akan tetapi, manusia mempunyai akal yang telah dipahamkan Islam, akan menggiring kita memenuhinya di jalan yang benar atau yang salah.


Cinta itu fitrah, karena semua makhluk diberikan naluri oleh Allah, tidak hanya manusia. Maka pemenuhannya harus sesuai dengan syariat-Nya yakni Al-Qur'an dan Hadis.


“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”(TQS. ar-Rum [30]:21).


Maka dari itu, wajarlah jika ada cinta karena itu dimiliki oleh setiap manusia. Hanya saja harus disalurkan dengan benar. Yakni dengan menikah, atau jika belum siap maka berpuasalah. Menjaga pergaulannya, menutup aurat, menjaga pandangan, jangan berdua-duaan, jangan campur baur (ikhtilat) dan terus mengkaji Islam. Dengan begitu, kita akan mampu menjaga diri dan selalu terikat dengan aturan Allah Subhanahu Wa Ta'aala.


Jadi, jangan lagi terjebak dengan yang namanya cinta ala remaja sekarang, agar tidak terjerumus dalam kemaksiatan. Karena, kita menginginkan pergaulan sehat dan terpenting cinta hanya disandarkan kepada Sang Pemilik cinta yakni Allah Subhanahu Wa Ta'aala. Mencintai Allah agar semakin dekat hanya kepada-Nya dan senantiasa tunduk dan taat kepada aturan-Nya.


Dan kita juga harus menyadari bahwa sistem kapitalisme saat ini tidak layak dipertahankan karena membawa banyak kerusakan. Tidak hanya menjauhkan agama dari benak-benak kaum muslimin, tetapi juga mencekoki mereka dengan racun pemikiran bebas ala Barat. Sehingga Islam sekadar dipakai di kehidupan pribadi individu semata. Urusan publik menggunakan akal dan hawa nafsu manusia, tidak bersandar pada hukum syariat.


Oleh karena itu, mengganti sistem sekularisme dengan sistem Islam yang agung dan paripurna merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi. Karena hanya dengan sistem Islam, kehidupan dinaungi rahmat, berkah, dan kemuliaan. Wallahua'lam. (reper/baim)

 

Posting Komentar untuk "Stop Pergaulan Bebas, Islam Solusi Tuntas"