Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berutang Demi Liburan

Oleh: Saffanah Nurul (Anggota Komunitas Muslimah Menulis Depok)


“Liburan telah tiba, liburan telah tiba, hatiku gembira.” Lirik lagu liburan telah tiba yang dinyanyikan Tasya sangat sesuai dengan perasaan hati kita saat ini, benar enggak Sobat? 


Nah Sobat, ngomongin liburan ke tempat wisata atau keliling dunia seperti ngomongin impian banyak orang. Berbagai destinasi wisata jadi incaran, tentu disesuaikan dengan budget ya. Apalagi buat generasi milenial, ke mana pun hiburannya yang penting harus aesthetic dong buat upload di Instagram. Penting banget untuk cari tempat Instagramable buat pamer di Instagram dan upload di instastory. Ayo siapa yang pernah begitu?


Dalam hal ini, liburan sih boleh-boleh saja, asal enggak ke tempat kemaksiatan atau ke tempat peribadatan yang mengandung kemusyrikkan. Selain itu, kita juga harus memastikan pakaian tetap menutup aurat dengan sempurna dan dengan siapa kita pergi. Kalau perginya dengan cowok yang bukan mahram, itu sih dosa.  Nah, untuk upload ke instastory, hukumnya sih mubah-mubah saja, asal tetap syari. 


Namun, masalahnya nih enggak sedikit yang menganggap kegiatan liburan, yang di upload ke Instagram ini menjadi sebuah kebutuhan dan keharusan. Biasanya, tujuannya untuk dilihat oleh orang lain agar kelihatan mampu liburan ke berbagai tempat atau bahkan biar di notice sama gebetan tuh. Liburan demi konten kayak harus dilakukan gitu, bahkan mereka rela merogoh kocek dalam-dalam supaya ada bahan untuk pamer bahwa dirinya baru liburan dari mana gitu. Parahnya lagi, ada yang sampai rela ngutang cuma untuk liburan dan upload di instastory. 


Seperti yang dilakukan oleh seorang wanita asal Australia yang bernama Fiona.  Fiona saking ngebetnya upload foto liburan, dia bahkan rela berutang sebesar 20.000 US dolar atau sekitar 283 juta rupiah. Ia berharap foto-fotonya bisa dilihat oleh banyak orang dan mendapatkan banyak like.  Menurutnya, ia akan puas ketika teman-temannya mengatakan mereka iri melihat foto-foto liburan fiona. Astagfirullah.


Inilah yang jadi problem saat ini, kebelet banget untuk pamer liburan sampai ngutang segala. Liburan harusnya dinikmati dengan santai dan menyenangkan, malah menjadi stres mikirin utang. Gaya hidup konsumtif atau boros untuk berfoya-foya, sangat menjamur banget nih di kalangan milenial. Hal ini akibat dari gaya hidup hedonis, milenial jadi mengejar materi. Kehidupanya hanya untuk mengejar harta, gengsi dan popularitas. 


Gaya hidup hedonistik ini berasal dari sistem kapitalisme sekuler. Sistem ini menjauhkan pemikiran dan perilaku pemudanya dari Islam.  Karena jauh dari Islam, mereka sibuk berfoya-foya. Sistem kapitalisme melahirkan manusia yang berkepribadian materialistik. Mereka memandang kebahagiaan dari segi materi saja. Orientasi hidupnya fokus banget mengejar materi, bahkan rela melakukan apa pun termasuk bela-belain berutang supaya bisa liburan lalu pamer di Instagram. 


Sebenarnya, sebagai seorang Muslim, kita enggak boleh punya kepribadian materialistik.  Hal ini sesuai pesan Rasulullah SAW, “Demi Allah tidaklah dunia dibandingkan akhirat melainkan seperti salah seorang dari kalian meletakkan jarinya ke laut, lalu lihatlah apa yang dibawa jadinya itu?”


Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Pecinta dunia tidak akan terlepas dari tiga hal yakni, kesedihan atau kegelisahan yang terus-menerus, kecapean atau keletihan yang berkelanjutan, dan penyesalan yang tidak pernah berhenti.”


Oleh karena itu, supaya kita enggak menjadi materialistik dan konsumtif dengan membentuk kepribadian Islam atau yang disebut dengan Syakshiyah Islam. Kepribadian Islam adalah perpaduan antara cara berpikir Islami yakni akidah Islamiyah dan sikap islami atau nafsiyah Islamiyah dalam diri seorang Muslim. Artinya, Muslim yang berkepribadian Islam itu selalu berpikir berdasarkan akidah Islam. Ini akan berpengaruh terhadap pola sikap yakni caranya berbuat untuk memenuhi kebutuhan atau keinginannya yang akan disesuaikan dengan syariat Islam. 


Mereka yang berkepribadian Islam adalah mereka yang tunduk kepada Allah dan Rasulullah. Pemikiran seseorang yang berkepribadian Islami akan senantiasa didasarkan pada ajaran Islam. Fokus hidupnya jadi berubah yakni menghabiskan hidup dan pikirannya hanya untuk Islam bukan untuk harta, popularitas, dan gengsi. Hidupnya akan menjauhi berutang hanya untuk liburan. 


Dengan demikan, kita harus banget membangun kepribadian Islam karena sangat penting ada dalam individu. Cara membentuk kepribadian ini dengan mempelajari dasar dari kepribadian itu sendiri yakni akidah Islam. Jadi, kita lakukan saat ini adalah mempersibuk diri dengan terus-menerus belajar Islam hingga ke akar-akarnya. 


Akan tetapi, upaya pemuda Muslim untuk membentuk kepribadian Islam akan sangat berat kalau sistem hidup kapitalisme masih bercokol di dunia ini. Selain pemudanya menyibukkan diri belajar Islam, masyarakat dan negara juga harus turut berperan untuk menghapus kepribadian materialistik dengan cara menghilangkan sistem kapitalisme. Masyarakat harus peduli dengan melakukan amar makruf nahi mungkar. Jika ada melakukan kemaksiatan, langsung diingatkan. Peran negara adalah dengan menerapkan sistem Islam secara kaffah dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan begitu, akan mudah membentuk pemuda Muslim yang mempunyai kepribadian Islam. (reper/yuni)

 

Posting Komentar untuk "Berutang Demi Liburan"