Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Circlemu Membentukmu


 Oleh: Fauziyah Salsabil (Komunitas Remaja Move on Karawang)


Ada yang tahu apa itu circle? Sederhananya circle itu lingkaran, tapi yang mau dibahas di sini bukan lingkaran yang harus dihitung pake rumus-rumus luas, diameter dan sebagainya ya heheh. Circle yang dimaksud disini adalah sebuah lingkaran pertemanan. Pada dasarnya, manusia itu makhluk sosial yang tentu saja membutuhkan sosok teman dalam hidup. 


Dari zaman belum masuk sekolah sampai menikah punya anak cucu cicit pasti semua orang punya yang namanya teman. Seiring bertumbuhnya kita, tentu saja kita akan berjalan menuju fase-fase kehidupan yang baru, akan ada masanya kita meninggalkan atau ditinggalkan sosok teman. Kita akan kembali beradaptasi dan terus menemukan berbagai macam kepribadian dari sosok teman, mulai dari yang baik banget, petakilan, cerewet, sampai yang ngeselin pun pasti ada. Betul pake bangetkan?


Mengutip dari sebuah artikel, secara harfiah, circle pertemanan merujuk pada hubungan antara teman-teman yang terbatas dengan tujuan yang sama. Kalau simplenya sih circle pertemanan itu hanya diisi sama orang-orang tertentu yang menurut kita sefrekuensi. Nongkrong bareng, belajar bareng, curhat-curhatan, pokoknya mereka ini yang selalu bareng-bareng sama kita senang maupun susah.


Seperti  yang sudah dibahas tadi bahwa manusia itu makhluk sosial jadi tentu saja circle pertemanan ini menjadi satu hal yang penting. Saking pentingnya, kita kudu aware menentukan mau nyemplung ke circle pertemanan yang seperti apa, jangan sampai nih kita salah nyemplung yang akhirnya bikin kita celaka.


Memahami betapa pentingnya menentukan circle pertemanan masih harus terus digaungkan khususnya kepada kaum millenial, mengingat sekarang ini bentuk circle pertemanan banyak banget macamnya. Circle pertemanan ini akan sangat mempengaruhi kepribadian seseorang, seperti apa circle pertemanannya seperti itulah dia. 


Contohnya kamu berteman dengan orang-orang yang semangat mengaji, minimal kamu akan tertular rasa semangatnya lalu mendapatkan ilmunya. Begitupun ketika kamu berteman dengan mereka yang hobi nongkrong sana-sini sampai lupa waktu, yang tadinya kamu jarang keluar rumah jadi lebih sering, bahkan minta izin sama orangtua untuk nongkrong pun pake acara bohong.

Itu hanya contoh kecilnya saja, sedangkan kenyataannya saat ini circle pertemanan itu banyak banget macamnya bahkan sampai yang paling mengerikan pun ada. 


Contohnya circle pertemanan yang menormalisasi bahkan menerima dan melakukan penyimpangan seksual, atau menghalalkan seks diluar nikah, ngeri banget kan? Sistem yang ada saat ini membuat orang-orang seperti itu bebas berkeliaran membuka ruang, mereka sudah tidak lagi tertutup dan sembunyi-sembunyi. Naudzubullahi min dzalik. 


“perumpamaan teman yang baik dan yang jahat adalah seperti orang yang membawa minyak wangi dan tukang pandai besi. Yang membawa minyak wangi, boleh jadi dia memberimu, atau kamu membeli daripadanya, atau paling tidak kamu mendapatkan harum semerbak daripadanya. Adapun tukang pandai besi, boleh jadi bajumu terbakar karenanya, atau kamu mendapatkan bau busuk dari padanya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)


Dari salah satu hadits tersebut kita tentu saja paham makna tersirat di dalamnya, jika kita berteman dengan orang baik maka kita akan mendapatkan kebaikan dan juga menjadi baik. Namun, jika berteman dengan orang jahat, maka kita akan mendapatkan kejahatan dan bisa juga menjadi jahat.


Tidak ada yang melarang kita berteman dengan banyak orang atau dengan siapapun, justru menjalin hubungan baik dengan sesama manusia itu keharusan. Akan tetapi, menjadikan salah satunya menjadi bagian dari orang terdekat kita, ini yang perlu kita perhatikan, karena pengaruh teman dapat menentukan karakter dan pemahaman agama seseorang.


Setelah kita pahami kenapa menentukan circle pertemanan ini tidak bisa dianggap remeh karena pengaruh teman sendiri dapat menentukan karakter dan pemahaman agama seseorang, maka selanjutnya yang harus kita kaji adalah gimana sih kriteria teman yang pantas di jadikan teman dekat. Tentunya dengan bersandar pada nilai-nilai Islam ya sob.

Eits, tapi sebelum menentukan kriteria teman, kita juga perlu mengoreksi diri loh. Jangan sampai kita cuma sibuk cari teman yang baik tapi kita sendiri lupa menjadi baik. Kita juga kudu sadar dan paham pentingnya membenahi diri, karena nggak mungking dong kita mau dapet teman yang baik tapi kita malah sibuk ngelakuin hal negative.


Sekarang kita kaji yuk apa aja sih yang mesti kita perhatikan dalam menentukan kriteria teman yang baik untuk circlemu.

Perhatikan ibadahnya. Kenapa urusan ibadah orang lain mesti di campuri sih? Jangan salah paham dulu ya dear, maksud dari perhatikan disini bukan berarti kita mengorek-ngorek tentang ibadah apa saja yang dia lakukan. Tapi yang perlu kita perhatikan disini salah satunya adalah ketika kumpul bersama lalu ada panggilan sholat bagaimana sikap dia, kenapa ini menjadi penting karena kita yang bersama dia akan terbawa persepsinya sedikit demi sedikit. Kalau dia meremehkan sholat dalam artian menunda tanpa ada uzur yang syar’i bahkan dia sering meninggalkan sholat, kita akan terbiasa mentoleransi itu dan akhirnya bukan tidak mungkin kita bisa saja seperti dia.


Perhatikan bagaimana akhlaknya. Nggak bisa dipungkiri bahwa manusia itu di ciptakan dengan berbagai macam karakter, nah memperhatikan bagaimana akhlaknya ini juga menjadi penting. Tapi bukan berarti kita jadi merendahkan orang lain ya, tapi kita juga perlu menilai orang yang akan kita jadikan teman dekat. Perhatikan bagaimana ucapannya, cara bicaranya, attitudenya. Kalau orang yang berkumpul bersama kita memiliki akhlak yang baik, maka kita akan terbiasa mendegar dan melihat hal-hal baik, begitu pun sebaliknya.


Perhatikan cara berpakaiannya. Loh loh apalagi ini, kok urusan pakaian juga harus di perhatikan segala? Maksud dari perhatikan di sini bukan menyuruh kita menilai seseorang hanya dari pakaiannya begitu saja, meskipun sebetulnya cara berpakaian pun penting untuk di nilai. Orang yang terbiasa dengan pakaian rapi, bersih dan sopan maka kemungkinan besar dia adalah orang yang pandai merawat dirinya. Kita sebagai seorang muslim pasti sudah paham dong standar berpakaian yang seharusnya dikenakan ketika berada di ruang publik, nah cara berpakaian teman dekat kita juga akan mempengaruhi persepsi kita tentang berpakaian loh.


Tiga point itu hanya menjadi salah satu yang cukup penting, sedangkan yang lainnya bisa kita sesuaikan dengan diri kita sendiri. Tapi perlu diingat ya dear, bahwa sejelek apa pun perangai dari seseorang yang pernah kita temui, jangan sampai membuat kita menjadi menilai mereka rendah, karena nggak ada seseorang pun yang hadir di kehidupan kita tanpa izin Allah. Mungkin dari orang-orang yang kurang baik tadi, kita bisa belajar untuk menjadi lebih sabar dan ini juga menjadi hikmah untuk kita merenungi keburukan masing-masing dan menjadikan kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Wallahua'lam. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Circlemu Membentukmu"