Keluh Kesah Rakyat dan Penguasa
Oleh: Haura Taqiya Kamila (Santri Ponpes Darul Bayan Sumedang)
Untukmu yang duduk sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
(IWAN FALS – SUARA UNTUK WAKIL RAKYAT)
Paradoks selalu kami temukan, dalam bentuk apapun. Termasuk dalam hal ini tentang pemimpin bangsa dan rakyatnya, antara aktor dan laku yang berkeluh-kesah.
Rakyatnya, tentang bagaimana hari ini bisa makan? Bagaimana nanti caranya untuk memenuhi kebutuhan hidup dan permintaan anak-anaknya? Dan sebagainya. Bagaimana, adalah tanda tanya besar yang selalu kami temukan pada rakyat, kaum alit dengan ekonomi kejepit.
Konsep yang berkaitan dengan komitmen dan dedikasi kepada rakyat tidak pernah ada jaminannya, bahkan wujud dari loyalitas tersebut pun tidak ada. Mereka ingin menghadirkan loyalitas yang utuh. Loyalitas yang tak terpengaruh oleh sentuhan psikis dari para elite. Loyalitas yang mempunyai nilai universal. Karena masyarakat alit memandang baik buruk dengan jelas. Memandang hitam putih dengan kalbu dan bukan karena kepentingan serta nafsu.
Lalu bagaimana dengan keluh kesah para pemimpin bangsa? Strategi meningkatkan atau mensejahterakan rakyat, tidaklah termasuk dalam kategori keluh kesahnya mereka. Mereka telah dan lebih sibuk dengan bagaimana mencari pembenaran diri, cuek dan tidak mau tahu. Apakah ini strategi untuk dan agar rakyat kebanyakan tetap merasa memerlukan mereka dan bergantung pada mereka – para penguasa?
Karena, sekali pun rakyat sudah tidak mampu lagi berkeluh kesah dan hanya pasrah pada alam. Apakah ini strategi untuk dan agar rakyat kebanyakan tetap merasa memerlukan mereka dan bergantung pada mereka – para penguasa? Karena, sekali pun rakyat sudah tidak mampu lagi berkeluh kesah dan hanya pasrah pada alam.
Keluh kesah para pemimpin bangsa adalah bagaimana memperpanjang kekuasaan, bagaimana memperkaya dengan berbagai cara, dll.
Lalu, apakah kita hanya menunggu Kuasa Alam memuncah amarahnya? Bukan. Kita masih bisa mengingatkan para pemimpin bangsa untuk tidak tuli telinganya dan tidak buta matanya serta tidak tumpul hati nuraninya. Maka, dakwah Islam adalah yang paling penting dan terbaik dalam hal untuk saatnya mengingatkan bahwa semua yang ada di alam semesta ini milik Allah semata, juga dengan peraturannya.
MEMANG BAIK MENJADI ORANG PENTING.
TAPI LEBIH PENTING MENJADI ORANG BAIK. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Keluh Kesah Rakyat dan Penguasa"