KESEHATAN YANG BERKUALITAS ITU MAHAL
Oleh : Edy Purwanto (Komunitas Garis Bawah)
Seorang artis yang terkenal yang konon uangnya tidak ada batasan nolnya bisa kesulitan finansial, harus menjual mobil dan rumah mewahnya untuk mengobati anak semata wayangnya, hanya untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang berkualitas. Anda bisa membayangkan bagaimana dengan rakyat yang notabene kehidupan financial mereka jauh dari artis, apakah kesehatan yang berkualitas bisa mereka dapatkan?. Mereka harus berpuas diri memenuhi fasilitas kesehatan dengan BPJS kesehatan yang apartheid, yang membedakan-bedakan kelas.
Mereka harus berpuas diri dengan itu semua, mereka harus berpuas membayar premi perbulan, dan akan diberi sanksi denda jika telat membayar. Bagaimana dengan rakyat kecil yang tidak mempunyai fasilitas BPJS ?. Tentu kata berpuas diri jauh dari angan-angan mereka. Mereka dilarang sakit.
Kapitalisme menganggap bahwa fasilitas kesehatan dengan gotong royong adalah solusi yang cemerlang. Solusi yang mampu memberikan pelayanan kesehatan kepada rakyat. Namun sesungguhnya rakyatlah yang menjamin kesehatan nya sendiri.
Siapa yang punya fasilitas grade yang baik maka ia akan mendapatkan pelayanan yang layak, namun jika punya fasilitas grade yang kurang baik ia akan mendapatkan pelayanan kesehatan apa adanya. Pertanyaan nya dimana peran negara. Sekali lagi dalam kapitalisme negara hanya berfungsi sebagai regulator, sebagai pihak yang membuat regulasi antara BPJS dan rakyat. Maka tugas negara selesai. Negara berlepas diri dari pelayanan kepada rakyatnya terkait tentang kesehatan. Kesehatan rakyat diserahkan kepada rakyat dan teknisnya diserahkan kepada BPJS dengan bisnis ala asuransi. Enak kan...
Kapitalisme adalah salah satu dari tiga ideologi yang ada di dunia. Sebagaimana sosialisme, kapitalisme adalah ideologi yang dibuat oleh manusia dalam mengatur kehidupannya. Kapitalisme bertahan dengan cara apapun, mereka melakukan tambal sulam agar kapitalisme tidak runtuh. Termasuk tentang premi gotong royong yang tentu saja konsep seperti ini ada dalam sosialisme. Termasuk konsep-konsep didalam Islampun diambil oleh kapitalisme, seperti bank syariah, harta zakat dan lain sebagainya.
Terkait tentang kesehatan, Islam punya solusi yang cemerlang. Didalam Islam kesehatan adalah kebutuhan pokok rakyat yang harus dipenuhi oleh negara. Negara menjamin kebutuhan kesehatan rakyatnya baik yang miskin ataupun yang kaya. Fasilitas kesehatan dijamin gratis oleh negara, rakyat tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Sebagaimana pernah terjadi di era Khilafah, ada warga khilafah yang mendapatkan perawatan di rumah sakit secara cuma-cuma tidak hanya itu setelah sembuh dan pulang dari rumah sakit dia mendapatkan sejumlah uang sebagai ganti saat dia tidak bekerja. Adakah kapitalisme seperti itu?
Fasilitas kesehatan yang berkualitas bahkan cuma-cuma hanya ada dalam Islam, sementara kapitalisme sangatlah mahal untuk mendapatkan nya. Wajar saja jika ada sebagian umat yang sudah paham akan Islam yang kaffah ini menginginkan agar Islam bisa diterapkan, tidak hanya untuk kesejahteraan manusia di dunia namun sebagai seorang muslim penerapan Islam dalam kehidupan adalah wujud dari ketakwaannya. (reper/ar)

Posting Komentar untuk "KESEHATAN YANG BERKUALITAS ITU MAHAL"