Mari Kita Memahami dan Memberi Solusi dengan Islam, Bukan Saling Menyalahkan
Oleh: Mochamad Efendi
Tidak ada satupun orang yang mau disalahkan meskipun dia salah. Apalagi jika kita tidak salah sungguh menyakitkan, jika selalu disalahkan tanpa diberi kesempatan untuk menjelaskan. Semua orang ingin dipahami dan diberikan solusi atas setiap permasalahan yang dihadapi bukan disalahkan, dicaci dan dimaki tapi tidak memberikan jalan keluar dari masalah yang dihadapi. Saat masalah datang bertubi-tubi, kita butuh sahabat untuk bisa memahami bukan hanya suka menyalahkan. Diam adalah emas saat lisan yang terucap tidak memberi kebaikan, tapi malah menyulut api permusuhan. Allah saja tidak membebani hambaNya diluar batas kemampuannya, tapi manusia sering menyalahkan yang lain padahal bisa jadi itu diluar kemampuannya. Jika kita tidak mau disalahkan, kenapa kita harus lakukan pada orang lain. Sering kita tidak sadari melakukan sesuatu yang tidak kita sukai pada orang lain.
Menasehati adalah perintah Allah agar kita tidak merugi. Menasehati dengan kata-kata inspiratif yang menyentuh hati, bukan untuk menyakiti. Saling menasehati dengan Islam dan kesabararan agar kita tidak salah jalan. Menasehati bukan mencari-cari kesalahan orang lain yang hanya akan membuat luka di hati. Menasehati menyampaikan kebenaran Islam, dan tidak perlu sakit hati saat nasehat belum menyentuh hati dan pemahamannya. Menyalahkan, tanpa memahami dan memberi solusi hanya akan meninggalkan luka dan kebencian yang menghancurkan satu ikatan persahabatan. Jaga lisan jangan terkesan menyalahkan, tanpa mengerti persoalan yang sebenarnya. Sering kita tidak adil, hanya bisa menyalahkan tanpa memberi solusi yang dibutuhkan seseorang agar bisa keluar dari masalahnya.
Gaes, sebelum menyalahkan orang lain coba instropeksi diri. Tempatkan dirimu pada posisi mereka yang sedang bermasalah, pasti juga merasa sakit hati jika hanya disalahkan tanpa dipahami kondisi dan posisinya yang sulit dan terjepit. Sebagai contoh, dalam sistem kapitalis, sulit bagi kita untuk mencari kerja. Bukannya malas tapi tidak ada lowongan kerja yang mau menerima kita. Apalagi mereka dengan pendidikan rendah, tidaklah mudah mendapatkan pekerjaan. Mau usaha tidak punya modal dan kebaranian untuk memulainya. Bukannya, tidak mau kerja tapi sudah usaha kesana kemari tapi tidak menuai hasil. Saat dia butuh uluran tangan kita, berikan nasehat dan solusi bukan hanya menyalahkan. Berikan pemahaman dan motivasi untuk tetap kuat dan tegar, bukan hanya menyudutkan dan tidak memberikan jalan keluar. Jangan menyalahkan saja, tapi coba pahami dan berikan solusi. Bukankah kita juga ingin dipahami, bukan selalu disalahkan. Jangan hanya ingin dipahami, tapi tidak mau memahami.
Begitu juga saat seseorang butuh bantuan kita, jika memang tidak bisa membantu jangan lantas menyalahkan dengan kata-kata yang menyakitkan. Kalaupun tidak bisa membantu bentuk materi paling tidak kita bisa memberi saran yang merupakan jalan keluar baginya agar bisa menyelesaikan masalahnya. Jangan terus mengusik kesalahan masa lalu tapi berikan solusi untuknya untuk menatap masa depan. Jangan karena kesalahannya sehingga memunculkan antipati dan dendam sehingga kita tidak mau membantu. Lupakan masa lalu jika itu tidak membuat kita menjadi baik dan enggan berbuat kebaikan. Setiap orang pasti pernah salah, bukan berarti tidak bisa menjadi lebih baik. Jadikan kesalahan masa lalu sebagai pelajaran hidup, tapi jangan lantas kita selalu menghukumi, seolah orang yang salah tidak bisa berubah. Setiap orang bisa berubah dan hijrah, dan itu harus kita dukung bukan malah dilemahkan langkah dan kemauannya untuk berubah dengan selalu menyalahkan.
Tidak ada manusia yang lepas dari kesalahan, namun jangan jadikan kesalahan masa lalu menjadi penghambat untuk maju dan berubah menjadi lebih baik. Kesalahan masa lalu jadikan pelajaran agar kita tidak lagi melakukan kesalahan yang sama. Namun, jangan selalu menyalahkan seseorang atas kesalahan masa lalu. Jika kita tidak ingin selalu disalahkan, jangan itu lakukan pada orang lain. Kita ingin dipahami, bukan disalah-salahkan, begitu juga orang lain. Menilai salah jangan didasarkan pada kesalahan masa lalu. Jika memang ada teman salah jalan, ajak mereka hijrah dan berubah. Setelah berubah memang tidak mudah dan butuh dukungan kita untuk tetap Istiqomah. Beri kesempatan dia untuk berubah dengan menghargai, memahami dan terus membesarkan hati agar kuat dalam perjalanan setelah keputusan hijrah. Jangan selalu menyalahkan karena masa lalunya yang tidak baik, karena itu membuat diri m
Berhenti menyalahkan, dan beri kesempatan untuk memperbaiki diri dengan dukungan kita sebagai sahabat. Begitu pula, saat kita dapat masalah kitapun butuh sahabat yang bisa menolong kita keluar dari masalah. Memiliki sahabat yang bisa memahami kita, sungguh menyenangkan. Saling menasehati dengan Islam, bukan saling menyalahkan agar hidup kita tidak dalam kerugian. Memang kita butuh sahabat yang bisa memahami kita agar kita bisa kuat menghadapi setiap permasalah hidup, bukan teman yang suka menyalahkan dan maunya dipahami tapi tidak mau memahami. Sahabat yang memiliki pemahaman Islami dengan mengkaitkan setiap pemikiran dan perbuatanya dengan Islam adalah sahabat yang terbaik. Mereka selalu upgrade diri tsaqofah keislamannya. Mereka adalah sahabat terbaik tidak hanya di dunia, tapi juga sahabat yang akan saling menguatkan untuk meniti jalan lurus menuju surgaaNya. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Mari Kita Memahami dan Memberi Solusi dengan Islam, Bukan Saling Menyalahkan "