Sebaik-Baiknya Perhiasan
Oleh: Raisya Nabila (Santri Ponpes Darul Bayan Sumedang)
Miris banget ngeliat kelakuan kaum hawa di zaman sekarang, di zaman kapitalis ini udah nggak aneh lagi kalau lagi LGBT atau seks ada dimana-mana. Ketika mereka udah menganggap kalau perbuatan itu hal yang biasa dan bukan perbuatan keji ataupun haram. Kayak as ada seorang wanita umur 24 tahun yang berasal dari Miami. Dia mengaku kalau dia sudah melakukan seks bersama 500 pria dan gilanya dia punya target di umur 30 tahun dia sudah meniduri 1000 pria dia sering mengikuti pesta seks dan bahkan yang lebih serem adalah dalam satu malam ada sekitar 50 orang yang dia tiduri, dia melakukan hal itu hanya untuk mencari kesenangan belaka. Ih mirisnya perempuan zaman sekarang.
Nggak jauh-jauh deh di Indonesia juga banyak perempuan yang udah nggak punya malu joget-joget di sosmed, melakukan perbuatan yang memalukan dirinya sendiri, malunya mereka tuh udah beda definisinya sama malu menurut Islam kalau malu menurut mereka contohnya enggak gaul, enggak good looking, kok enggak ngikutin trend, dan lain-lain. Padahal sejatinya malu menurut Islam tuh nggak kayak gitu. Malu menurut Islam itu kalau dia imannya masih sedikit, melalui nggak nutup menutup aurat dengan sempurna malunya itu makhluk alah kamu kan cuman malu sama pandangan manusia titik dampak dari banyak manusia yang berkiblat ke barat ternyata bukan cuman mempengaruhi gaya hidup dan berpakaian tapi juga beragama banyak dari orang Islam yang asing dengan agamanya sendiri mereka cuman tahu ibadah mahdhoh kayak salat zakat puasa haji, dikarenakan pengaruh barat yang menggambarkan menguburkan untuk tidak membawa agama di kehidupan sehari-hari.
Jadinya menyebabkan hal yang dilakukan barat mereka anggap sebagai hal yang biasa. Sedikit demi sedikit gaya hidup itu diikuti oleh masyarakat Indonesia, sehingga hal yang asalnya tabu dilakukan menjadi hal yang biasa dan banyak juga manusia yang hilang identitasnya, mereka asing dengan menjaga kehormatan, banyak dari mereka yang melakukan hal memalukan hanya demi mendapatkan kesenangan yang kesenangan saat yang bukan mendapatkan pahala tapi justru dosa yang didapat. Jadi perempuan itu sendiri yang menghinakan dirinya.
Padahal hakikatnya nya penciptaan wanita yang seharusnya menjadi perhiasan dunia dengan kesalahannya menjadi tak bermakna diakibatkan malu yang hilang di dalam dirinya.
"Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan alat isap itu adalah sama Bu." Hadis riwayat Ibnu Majah nomor no. 1481.
Syekh Albani mengatakan bahwa hadits ini Hasan sabda rasulullah SAW.
"Malu dan iman itu bergandengan bersama bila salah satunya diangkat maka yang lain pun akan terangkat." Hadis riwayat Al hakim dalam mustadroknya1/73 al-hakim mengatakan sesuai syariat bukhari-muslim begitu pula adz dzahabi )
Ukhtifillah, Allah juga Rasulullah Saw. Udah memuliakan kita dengan syariat. Mari jadikan diri kita sebaik-baiknya perhiasan dunia yaitu wanita shalihah. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Sebaik-Baiknya Perhiasan "