Semua Wanita itu Cantik. Jadi, Wajib Menutup Aurat
Oleh: Witri Nailil Marom
“Kalopun ku buka aurat, toh, enggak ada yang nafsu kan? Halah, siapa sih yang tergoda sama badanku yang enggak berbentuk ini? Saya kan enggak good looking, jadi siapa pula yang tertarik?”
Sahabat, manusia adalah sebaik-baiknya pencipataan. Kecantikan dan ketampanan manusia tidak ada artinya di hadapan Allah jika tanpa disertai dengan ketakwaan kapada-Nya. Entah cantik ataupun tidak cantik (menurut pandangan manusia), keduanya mempunyai titik ujian yang berbeda.
Pembahasan mengenai wanita memang takkan ada habisnya. Karena semua yang ada padanya selalu menjadi topik menarik untuk dikulik dan didalami. Terlebih perihal dhohirnya. Fisiknya. Dunia per-skin care-an, fashion, lifestyle, kebanyakan ditujukan untuk mereka. Yang semuanya menggiring wanita di dunia ini untuk menjadi seperti ‘itu’. Mengikut standar tren yang berlaku.
Iya, memang jika tidak sesuai dengan kriteria fisik yang sudah maklum secara masif itu, terkadang standar kecantikan dunia membuat kita menjadi insecure dengan diri sendiri. Enggak bangga dengan apa yang Allah karuniakan kepada kita. Menganggap bahwa diri kita enggak spesial, enggak layak mendapat tempat dan merasa enggak pantas bahagia.
Kita akan tiba pada fase dimana kita mungkin benar-benar akan tenggelam dalam standar ‘cantik itu begini begitu …’ Namun, yakinlah sahabat, kita juga akan menemui muara dimana kita akan mampu terbangun dari mimpi-mimpi yang menenggalamkan kita dalam fase kefuturan itu.
Puncak dari segala rasa insecure itu bahayanya adalah ketika kita sudah mulai mempertanyakan bahkan menyalahkan takdir Allah. ‘Mengapa aku diciptakan begini? Andai saja aku seperti si anu anu anu …’
Perasaan yang terus berlarut dalam ketidak terimaan orang lain terhadap kita, seringnya mendapat bully-an dan bahkan menjadi obyek candaan yang kadang suka keceplosan hingga mengarah pada body shaming. Membuat kita mungkin akan (atau bahkan sudah) jatuh pada titik kesabaran paling terakhir, yaitu ‘ketidak pedulian’ terhadap diri.
Kita tak lagi acuh terhadap diri kita, tubuh kita, aurat kita. Memandang diri tidak spesial. Keluar rumah tanpa hijab, mengenakan celana pendek dan kaos ketat. Dengan dalih, ‘emang ada yang mau melirik saya?’. Seakan kita meremehkan ‘harga’ diri kita sendiri, dan secara tidak langsung merendahkan ciptaan Allah.
Disisi lain, ada yang enggan menutup aurat karena merasa bangga dengan bentuk tubuh jika dilihat lelaki bukan mahrom. Rambut terurai panjang, hitam dan lurus tanpa gelombang. Ratusan ribu bahkan jutaan untuk sekali perawatan demi mendapat kulit dan wajah yang menawan. ‘Jika bukan untuk dilihat orang lain, lantas buat apa?’, begitu dalihnya.
Dalam al-Qur’an surat Ali Imran ayat 14, dikatakan jelas bahwa wanita semuanya terlahir indah. Segala yang melekat pada wanita adalah indah. Karena itu salah satu dari sekian banyak hadits Nabi tentang wanita telah memberitahukan kepada kita semua bahwa fitnah terbesar bagi seorang lelaki adalah wanita. (HR. Bukhari: 5096 dan Muslim: 2740)
Untuk itu sahabat, bagaimanapun fisik kita, kita tetap cantik dan indah. Karena kita di-adakan oleh Yang Maha Indah dan menyukai keindahan. Sungguh, Allah tidak melihat mahalnya skin care kita atau bagusnya atribut yang kita kenakan, Allah hanya melihat kita dari ‘ini’, dari hati kita yang tulus bersyukur atas apa yang Allah beri.
Sahabat, ada banyak orang yang dengan tulus sayang kepada kita karena Allah. Karena cinta itu mereka ingin kita bahagia dunia akherat. Mereka menginginkan yang terbaik buat kita. Terutama ayah kita, kakak lelaki kita, adik lelaki kita, bahkan suami kita kelak.Contoh kecil saja, ketika kita di jalan di ganggu lelaki lain, maka mereka akan dengan lantang membela dan melindungi kita agar tidak terjadi apa-apa.
Maka dari itu, sahabat, mari kita ringankan beban mereka di dunia dan permudah hisabnya kelak di akherat. Dengan mengikuti apa yang di peritahkan Nabi dan di firmankan Allah dalam al-Qur’an, Entah menimbulkan syahwat atau tidak, membuka aurat tetap saja tidak diperbolehkan. Siapapun kita. Karena kejahatan seksual bisa terjadi pada siapa saja. Bahkan pada nenek-nenek yang sudah kehilangan pesona kecantikannya sekalipun.
Boleh saja kita penuhi segala kebutuhan untuk merawat diri, namun simpanlah hanya untuk mahrom kita kelak. Hanya pasang mata halal yang boleh melihat bentuk indah tubuh kita. Bukan orang lain yang akan membawakan setumpuk dosa untuk hidangan kita setiap hari.
Mari bersama memulai diri untuk belajar mencintai apa yang Allah beri. Seperti kata-kata yang sudah sering kita dengar, ‘Enggak usah inscure, perbanyaklah bersyukur’. Yaitu dengan merawat dan menjaganya dari pandangan yang haram, serta mengoptimalkan fungsinya hanya untuk beribadah kepada Allah. Apapun bentuk yang Allah karuniakan pada kita, itulah yang harus menjadi kesibukan kita. Bukan sibuk dengan kelebihan-kelebihan fisik orang lain.
Kita sama kok … masih butuh banyak belajar lagi dan lagi. See you …
Semoga Allah juahkan kita dari mempersulit ibadah orang-orang tercinta kita, dan tetap Istiqomah di jalan-Nya … aamiin. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Semua Wanita itu Cantik. Jadi, Wajib Menutup Aurat "