Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pantang Menyerah Dalam Berdakwah

Oleh: Mochamad Efendi


Jalan dakwah memang tidak mudah, tapi akan berakhir indah. Seperti halnya saat mendaki gunung yang menanjak dan terjal, namun saat sampai pada puncak terlihat hamparan alam yang luar biasa indahnya. Semua terbayarkan, kebahagiaan hakiki dan kemuliaan bagi mereka yang bersabar dan istiqomah di jalan dakwah. Keren, menjadi pengemban dakwah yang tidak hanya berfikir untuk diri sendiri, tapi kebaikan umat, dan yakinlah setiap langkah hidupmu sungguh bernilai ibadah yang akan mengantarkanmu pada sebaik-baik tempat kembali SurgaNya.


Banyak rintangan, tantangan dan bahkan ancaman dalam dakwah adalah sunatullah. Itu juga dialami oleh para nabi dan rasul yang menyeru pada kebenaran hakiki, dari al-Khalik. Itulah ujian yang akan dihadapi para pengemban dakwah. Tentunya, kemenangan dan kebahagiaan akan diraih bagi siapa saja yang sabar dan tetap Istiqomah di jalan dakwah sampai akhir hayat. Allah berfirman dalam al-Qur'an surat al-Baqarah ayat 155, “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”  Serupa pula dengan firman-Nya, dalam surat Muhammad ayat 31, “Dan sungguh, Kami akan benar-benar menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar diantara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu.” 


Dakwah yang haq tanpa dibarengi ujian dan rintangan, seperti sebuah hal yang patut dipertanyakan. Mulai tuduhan radikal, ancaman penjara sampai pencekalan dan kriminalisasi adalah hal wajar dalam perjalanan dakwah. Berdakwah menyampaikan kalimat Haq dan juga berani melawan kemungkaran, terkadang bahkan sering tidak sejalan dengan berbagai pihak yang menyimpang dari jalan kebenaran. Berdakwah bukan hanya sekedar membuat senang semua orang, tapi harus tegas dan berpegang teguh pada syariat Allah, meskipun banyak yang menentang dan memusuhi. Karena Islam harus disampaikan secara kaffah, tidak setengah-setengah. Bukan Islam yang harus dirubah dan dimodifikasi agar sesuai dengan kondisi saat ini, tapi kemungkaran, penyimpangan, atau apapun yang tidak sesuai dengan Islam harus dirubah agar sesuai dengan syatiat Allah, bahkan meskipun harus bertentangan dengan keinginan penguasa.


Dakwah harus terus dilakukan meskipun harus berhadapan penguasa yang dzalim. Oleh karena beratnya beban yang harus diterima, maka sedikitlah yang mampu melaksanakan dakwah karena takut akan konsekuensinya. Sebaliknya, mereka yang mampu dan tetap istiqomah menopang ujian dan rintangan demi tersebarnya syari’at Allah di muka bumi ini, mereka akan tegar dan berjiwa besar.


Demikian juga halnya terhadap dakwah yang haq yaitu dakwah yang didasari oleh petunjuk Yang maha pembuat syari’at dengan bertujuan mentauhidkan-Nya dan mengenyahkan segala bentuk kesyirikan. Maka bentuk dakwah ini senantiasa tidak akan terlepas daripada ujian, rintangan, dan ancaman, baik secara mental maupun fisik. Jika dakwah tidak ada rintangan dan tantangan, perlu dipertanyakan. Apalagi mereka yang hanya menjadi alat kekuasaan sehingga tidak berani menyampaikan kebenaran hakiki ketika bertentangan denga keinginan dan kepentingan penguasa.


Pengemban dakwah memang bukan orang biasa, apalagi bagi mereka yang masih remaja. Luar biasa, di usia yang masih belia, tapi berani menyeru pada kebenaran Islam dan dengan tegas menolak dan memerangi kemungkaran. Remaja luar biasa dan super keren yang berani meniti jalan dakwah yang penuh resiko dan tantangan yang berat. Remaja pengemban dakwah akan berubah tidak hanya Solih tapi juga muslikh. Punya karakter kuat dalam mengarungi hidup, sehingga tidak mudah terwarnai oleh sistem yang buruk, tapi malah  mewarnai dan merubah sistem yang buruk menjadi sistem Islam, terbaik dan sempurna dari Yang Maha Senpurna.


Remaja yang biasanya cuek, namun bagi mereka yang mengambil jalan dakwah akan menjadi remaja hebat yang perduli dengan problematika umat. Remaja yang biasanya memikirkan kesenangannya sendiri, dengan bermain game online atau hanya sekedar menyalurkan hobi dan bersenang-senang dengan teman, namun dengan dakwah mereka berubah menjadi sosok remaja yang berfikiran cemerlang yang mampu memberikan solusi untuk masalah umat. Keren, mereka tidak lagi menjadi sumber masalah, tapi mampu memecahkan masalah dengan Islam serta berkontribusi positif untuk lingkungannya dan umat pada umumnya. 


Patang menyerah dalam dakwah agar hidupmu mulia dan bahagia. Hidup terasa berbeda dan berwarna dengan terjun dalam komunitas barisan dakwah. Hidup terasa membosankan jika kita sendirian hanya menuruti keinginan diri untuk bersenang-senang. Ingatlah, dunia bukanlah tujuan, tapi ujian. Sungguh, indah dan menyenangkan jika kita berjalan dalam hidup ini sesuai tujuan. Setiap langkah kita, punya makna ibadah yang bisa mengantarkan kita ke sebaik-baik tempat kembali, surgaNya. Banyak manusia melakukan hal sia-sia karena tidak memahami dan menjalani hidup sesuai dengan tujuan yang benar sebagai seorang muslim sejati. Dakwah membuat jalan hidupmu lurus karena memang hidup harus saling mengingatkan agar hidup terjaga sesuai tujuan, beribadah kepada Allah SWT. (reper/az)

 

Posting Komentar untuk "Pantang Menyerah Dalam Berdakwah "