Raih Prestasi, Tinggalkan Gengsi
Oleh: Annisa Zulfa (Santri Ponpes Darul Bayan Sumedang)
Tantangan dalam hidup gak akan muncul kalo kita gak punya tujuan yang ingin dicapai. Bagi remaja, tujuan hidupnya gak jauh dari eksistensi. Untuk itu mereka rajin berselancar di dunia maya, setiap hari ngubek-ngubek sosial media, kepoin artis idola atau sekedar cari hiburan semata.
Tapi kebanyakan remaja sering menjadikan postingan sosial media jadi rujukan untuk mengukur nilai hidupnya, dengan gaya hidup mewah yang tersaji secara bebas dan vulgar pada linimasa akun sosial media mereka.
Banyak dari mereka pengen ngerasain jalan-jalan ke luar negeri seperti postingan teman sekolahnya, pengen punya gadget keren dan canggih biar foto selfienya nggak burem, pengen tampil trend fashion kekinian biar konten fotonya banjir like, pujian dan viral. Tanpa disadari nilai hidup remaja banyak didominasi untuk meraih gengsi, dibanding mengukir prestasi.
Mereka berlomba-lomba beraksi biar dapet decak kagum dari manusia, meski harus mengorbankan uang jajan dan menghalalkan segala cara. Tapi yang mereka dapat bukannya bahagia tapi malah sengsara karena hidupnya gak apa adanya.
Wajar sih kalo misalnya remaja ingin eksis, lantaran udah jadi bagian dari proses pencarian jati diri. Tapi seharusnya eksisnya itu bukan untuk berlomba mengejar gengsi, harusnya untuk mengukir prestasi. Tak harus berhasil di bidang akademik, tapi keberadaan kita bermanfaat bagi orang lain. Itulah hakikat prestasi seorang muslim.
Rasulullah Saw. bersabda: "Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." (HR. Bukhari dan Muslim)
So, ukirlah prestasi dengan jalan yang diridhai Allah, tanpa harus menggadaikan keimanan, keislaman, dan kemuliaan harga diri seorang muslim. Raih prestasi, tinggalkan gengsi. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Raih Prestasi, Tinggalkan Gengsi "