Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Belajar Dari Sapu Lidi


 Oleh: Rantika Nur Asyifa


Sobat perubahan, tentunya kalian sudah tau kan mengenai sapu lidi, bagaimana bentuk dan kegunaannya. Tapi taukah sobat, kita juga bisa lhooo belajar dari sapu lidi. Ga percaya yuk kita bahas, check this out .. 


Sapu lidi adalah sapu yang terdiri dari banyak lidi yang digabungkan menjadi satu menggunakan tali atau sejenisnya. Jika hanya ada satu lidi saja maka tidak bisa dikatakan sebagai sapu, begitupula dengan kegunaannya.


Sapu lidi berfungsi membersihkan halaman dari sampah atau kotoran lainnya, sedangkan bila hanya satu lidi saja, maka tidak akan bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Satu lidi saja tidak akan bisa membersihkan halaman dari sampah, yang ada jika digunakan maka akan rentan patah.


Sapu lidi sama halnya dengan Hijrah dan Dakwah, jika kita hanya sendirian maka semangat kita akan mudah patah dan keimanan kita akan mudah turun. Dakwah tidak bisa kita lakukan sendiri-sendiri, dakwah butuh wadah untuk menyusun strategi agar dakwah berhasil dan berpengaruh untuk pada masyarakat.


Dakwah butuh thariqah yang tepat dan butuh tasqif agar pengemban dakwah lebih yakin dan lebih mudah menyusun kata-kata agar mudah difahami. Jika pengemban dakwah bersama-sama, ketika satu mengalami turunnya semangat dakwah dan mengkaji Islam maka yang lain akan membantu dan saling menjaga.


Begitupun dengan Hijrah akan terasa sulit jika hanya sendirian. Tapi jika hijrah bareng-bareng, sesulit apapun badai yang menerjang akan mudah dilewati, karena kita tidak merasa sendirian, ada orang-orang yang berjuang besama kita.


Maka dari itu kita bisa belajar dari sapu lidi, bahwa apapun yang dikerjakan sendirian maka akan terasa sulit dilakukan, namun jika kita mengerjakan secara bareng-bareng atau bersama-sama maka akan mudah dilakukan dan akan lebih cepat selesai.


“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung“. (QS Ali Imran : 104). Wallahu a’lam bisshawab. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Belajar Dari Sapu Lidi"