Bergabunglah Bersama Kelompok Dakwah yang Membela Agama Allah
Dakwah adalah perintah Allah dan kewajiban bagi setiap Muslim. Dalam surat Ali-Imron ayat 104, kita diperintah untuk berdakwah secara berjamaah. Allah berfirman, "Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." Memang tidak mudah, Istiqomah menempuh jalan dakwah, karena ujian dan tantangan pasti menghadang dan itulah sunatullah didalam perjalanan dakwah.
Mau menjadi orang-orang beruntung, bergabunglah dalam jamaah dakwah untuk membela agama Allah, bukan menjadi alat penguasa. Kelompok dakwah dibentuk untuk menyambut seruan surat Ali Imron 104. Namun, dalam perjalanan dakwah, terkadang kita tergiur tawaran untuk membelokkan jalan dakwah yang lurus karena Allah. Sering kita mengabaikan dalil Islam, dan lebih memilih menggunakan logika pemikiran manusia yang lemah dan banyak salah karena tergiur nikmat dunia. Tidak jarang kita harus berhadapan dengan saudara seiman, meskipun kita punya sumber hukum dan dalil yang sama, al-Qur'an, hadist, ijma' para sahabat, dan qiyas. Perjalanan dakwah terbelokkan karena dunia dijadikan tujuan, sehingga melupakan tujuan dakwah yang sebenarnya.
Gaes, mari berfikir, cerdas, jernih dan cemerlang dengan memilih bergabung dengan kelompok dakwah yang masih lurus, bukan yang sudah menjadi alat penguasa. Berharap dapat kucuran dana, sehingga arah gerak dakwah mudah dibelokkan sesuai keinginan mereka yang bisa membayar mahal. Luruskan niat, jangan silau dengan dunia yang bisa menggelincirkan kita pada kemungkaran, penyimpangan dan lembah dosa. Oleh karena itu penting untuk berjamaah dalam dakwah agar ada yang mengingatkan jika salah dan terbelokkan arah tujuan dakwah. Saling menasehati dengan Islam dan terus meningkatkan tsaqofah keislaman kita agar bisa berislam secara kaffah.
Kelompok dakwah adalah wadah dan kendaraan kita untuk berdakwah, bukan menjadi keyakinan baru yang dibela mati-matian melebihi Islam itu sendiri. Semua harus dikembalikan pada sumber hukum dalil Islam yang lurus dan mulia. Jika ada yang salah harus diingatkan, dan kembalikan pada ajaran slam yang benar. Tetap lurus dalam membela Agama Allah, bukan tradisi dan budaya lokal. Islam harus dijunjung tinggi dan diperjuangkan agar Allah memberi pertolongan pada kita. Jangan sampai kehinaan, karena tujuan dakwah yang tidak lagi membela Islam, agama Allah, tapi lebih menjadi alat penguasa dan mengamankan kepentingan oligargi kekuasaan.
Kelompok dakwah yang mengingatkan dengan Islam secara kaffah, bukan setengah-setengah. Pemikiran manusia yang lemah dan banyak salah tidak dlboleh dijadikan landasan berfikir. Manusia boleh berpendapat, namun tidak boleh bertentangan dengan kebenaran Wahyu yang berasal dari Yang Maha benar. Tidak perlu terkesima dengan berbagai pemikiran sesat yang mungkin datang dari orang populer yang dianggap hebat karena sering menang dalam berdebat. Tidak perlu juga marah saat pendapat kita tidak dianggap. Tidak perlu malu mengakui kesalahan dan mau berubah untuk menerima kebenaran saat pendapat kita tidak sesuai dengan syariat Allah. Kelompok dakwah bukan agama baru yang dibela mati-matian meskipun sudah melenceng dari tujuan. Jangan terlalu mencintai kelompoknya melebihi rasa cinta pada kebenaran Islam. Jika memang salah meskipun dari kelompoknya harus dingingatkan, bukan didukung mati-matian sehingga mengaburkan dan membelokkan tujuan dakwah kita.
Manusia tidak selalu benar, bisa salah sehingga perlunya untuk saling menasehati dengan Islam. Saat kader dakwah dari komunitas kita sudah melenceng dari tujuan dakwah baik nampak dari lisan maupun perbuatan, harus segera ditegur karena didorongan rasa cinta agar saudara kita agar tidak semakin jauh tersesat. Membela mati-matian tanpa mampu mengkaji fakta dan permasalah yang sebenarnya dengan mengkaitkan dengan Islam sebagai landasan berfikir hanya akan menghancurkan komunitas dakwah yang sudah kita bangun bersama. Jangan kita mudah diadu domba, terpecah belah hanya karena mudah terbawa emosi tanpa berfikir cerdas dengan mengedepankan kebencian dan cinta yang berlebihan. Semua harus diukur dan dinilai dengan Islam bukan fanatik pada golongan sehingga mematikan kecerdasan dalam berfikir untuk memilih dan menentukan mana ya benar dan salah. Berpihak pada kebenaran Islam, bukan fanatik golongan.
Gaes, tetaplah Istiqomah di jalan Allah, dengan bergabung dalam barisan dakwah yang terus menyuarakan kebenaran Islam, dan berani berkata tidak pada kemungkaran. Gaes, berdakwah dalam jamaah adalah perintah Allah, namun janganlah membabi buta dalam membela satu golongan, tapi tetaplah menyuarakan kebenaran yang bersumber dari hukum Islam. Tetaplah Istiqomah bergabung dalam jamaah yang lurus berjihad si jalan Allah, meskipun framming negatif terus dihembuskan oleh pihak-pihak yang membenci Islam. Ancaman, tuduhan radikal dan kriminalisasi adalah tantangan dakwah dan ujian bagi orang-orang yang beriman. Semoga kita tetap teguh membela agama Allah ditengah arus islamophobia yang membuat sebagian umat enggan untuk berislam kaffah dan perlahan-lahan meninggalkan ajaran Islam yang lurus dan mulia. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Bergabunglah Bersama Kelompok Dakwah yang Membela Agama Allah"