Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jadikan Islam Sebagai Tradisi!

Oleh: Mochamad Efendi


Islam harus menjadi tradisi. Dalam keseharian, kita harus rela diatur dengan Islam, sehingga nilai-nilai yang bersumber dari hukum Islam menjadi kebiasaan. Sebagai contoh, menutup aurat secara syar'i bukanlah kebiasaan dalam masyarakat tertentu. Mereka tidak merasa malu keluar rumah meskipun dengan aurat terbuka. Bahkan sebagain dengan sengaja menampakkan auratnya agar menjadi perhatian banyak orang. Tradisi yang kurang baik ini harus kita rubah dengan Islam. Jadikan kewajiban menutup aurat secara syari' menjadi tradisi. Dulu mereka terbiasa, berinteraksi di luar rumah bagi muslimah tidak berhijab namun perlahan munculkan budaya malu keluar rumah tanpa berhijab. Begitu juga, seorang muslim yang terbiasa pakai celana pendek diatas lutut, sekarang terbiasa dengan busana yang menutup aurat seperti yang diperintahkan dalam Islam.


Janganlah sebaliknya, tradisi yang bukan dari Islam bahkan tidak sesuai dengan Islam, diambil dan seolah-olah Islami. Misalnya, dalam ruwatan desa, wayang seolah kewajiban yang harus ditampilkan dan tidak boleh diganti dengan pertunjukan yang lain. Lebih dari itu, terkadang harus ada ritual khusus yang menjurus pada perbuatan syiri'. Ada sesajen yang harus dipenuhi sebelum pertunjukan dilakukan. Apalagi menjadi tradisi ini sebagai kewajiban dan seolah dari Islam. Ini mungkin yang dimaksud oleh Ustad Khalid Basalamah, yang menyarankan agar tidak menjadi tradisi menjadi Islam, tapi jadikan Islam menjadi tradisi.

 

Namun, kebencian dan dendam sering menutupi akal sehat kita sehingga tidak lagi mampu berfikir cemerlang dalam menanggapi satu pernyataan yang sebenarnya baik dan dilandaskan dalil Islam. Bagaimana video ceramah yang ditujukan untuk lingkup terbatas untuk umat Islam dipotong dan diedit kemudia diblow-up secara luas dengan tujuan agar memunculkan kemarahan dari masyarakat tertentu yang tidak setuju dengan pernyataan beliau. Bagaimana bisa kejadian beberapa tahun yang lalu diviralkan kembali agar menyinggung kelompok masyarakat tertentu.


Memang Islam harus disampaikan apa adanya dan tidak perlu dimodifikasi agar sesuai dengan tradisi. Tetapi, tradisi yang tidak sesuai dengan Islam yang harus dirubah agar sesuai dengan Islam. Islam harus disampaikan secara kaffah, bukan setengah-setengan. Dakwah bukan untuk menghibur atau menyenangkan siapa saja yang mendengar , agar tidak terjadi penolakan dan kemarahan. Kebenaran Islam harus disampaikan secara tegas dan lurus, dengan thoriqoh seperti yang dicontohkan rasullulah. 


Kita harus mengikuti thoriqoh dakwah rasul tanpa kekerasan meskipun kita diberi label radikal. Perang pemikiran dengan menggunakan Islam sebagai landasan berfikir, tidak perlu ragu maupun bimbang meskipun harus berhadapan kekuasaan yang penuh kebencian terhadap Islam. Perubahan harus kita perjuangkan dengan Islam tanpa mengangkat senjata meskipun kita diancam dan terus dikriminalkan. Rasullulah dan para sahabat dalam memperjuangkan Islam bukan tanpa tantangan dan hambatan. Framing negatif, ancaman, dan bahkan siksaan fisik harus mereka jalani tanpa membalas dengan kekerasan fisik. Terus bersabar tanpa sedikitpun tergiur tawaran mereka yang  ingin menghentikan perjalan dakwah untuk membela agama Allah. Bahkan, ada pernyataan Rasullulah yang sangat terkenal,"Wahai Paman, Demi Allah, kalau pun matahari diletakkan di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku, agar aku meninggalkan perkara ini (penyampaian risalah), sehingga Allah memenangkannya atau aku binasa, pastilah tidak akan aku meninggalkannya."


Tetap Istiqomah di jalan yang lurus dalam dakwah, bukan hanya untuk populariras, bukan kekayaan, tidak pula untuk menang dan kalah serta mendapatkan pengakuan banyak orang. Dakwah untuk menyeru kebenaran Islam, mencegah kemungkaran dengan berani berkata tidak jika bertentangan dengan Islam. Sampaikan Islam apa adanya tanpa ada modifikasi agar sesuai dengan tradisi. Tapi jadikan Islam rujukan dan dasar pemikiran yang bisa merubah tradisi yang tidak Islami. 


Mungkin, dulu setiap ada acara hajatan ada ritual yang tidak sesuai dengan Islam dengan membawa sesajen pada punden. Namun, tradisi itu perlahan hilang seiring bertambahnya dan kesadaran umat berislam secara kaffah. Reaksi tidak suka itu wajar bagi mereka yang sangat fanatik pada budaya sekitar. Namun, memaksakan untuk mengikuti budaya yang tidak Islami pada umat Islam bukanlah perbuatan terpuji dan dibenarkan. Begitu pula, Islam tidak pernah memaksa mereka untuk mengikuti ajaran Islam. Namun, sesama muslim kita wajib mengingatkan mana budaya atau tradisi yang Islami yang boleh diikuti dan mana yang tidak. Saling mengingatkan sesama muslim perlu dilakukan agar kita tidak termasuk orang-orang yang merugi, bukan saling menghujat dan menghina dengan landasan nafsu dan kebencian. Harusnya, jika ada perbedaan kembalikan pada Allah dan rasulNya. Mari menggunakan sumber hukum Islam sebagai untuk saling mengingatkan, bukan hasil pemikiran manusia yang lemah dan tidak selalu benar. Jika masih ada perbedaan dalam penafsiran, bersikaplah tokeran, saling menghormati untuk mencari kebenaran hakiki. (reper/az)

 

Posting Komentar untuk "Jadikan Islam Sebagai Tradisi!"