Berfikir, Kata Kunci Menemukan Kebenaran Hakiki
Oleh: Mochamad Efendi
Berfikir adalah kata kunci untuk menemukan kebenaran hakiki. Berfikir berarti kita masih hidup, tidak seperti benda mati yang akan terbawa oleh arus kehidupan. Tidak punya tujuan hidup yang jelas sehingga mudah terbawa arus kemana membawanya. Mudah Terbawa oleh hebusan angin arus kehidupan, karena tidak mau berfikir untuk menemukan kebenaran yang bisa dijadikan pijakan untuk melangkah pada jalan yang benar. Berbuat tidak sesuai dengan keyakinan, tapi pesanan dan apa kata orang, sehingga mudah diombang-ambingkan, dan diwarnai oleh lingkungannya.
Bagi mereka yang merasa benar dengan keyakinannya, padahal salah, di dalam Al-Qur'an, mereka adalah orang-orang yang tidak mau menggunakan akalnya dan mau berfikir sehingga gagal memahami hakekat kebenaran. Tidakkah mereka mau berfikir? Sebuah pertanyaan yang dutujukan pada orang yang menerima sebuah doktrin yang salah tanpa mau mencoba memahaminya dengan akalnya. Padahal, jika kita mau berfikir untuk menemukan kebenaran, Allah akan memberi jalan untuk memperoleh keyakinan yang benar dan lurus.
Saat seseorang melalui proses berfikir dan usaha maksimnal untuk menemukan kebenaran, pada akhirnya akan menemukan kebenaran hakiki, yang memuaskan akal dan menentramkan hati. Memutuskan untuk menggunakan konsep kebenaran yang diyakini benar. Mengatur hidupnya dengan ajaran yang benar, lurus dan mulia yang akan membawa pada kemuliaan.
Apalagi kemudian berani mendakwahkan pada yang lain. Keyakinan yang berakar dan mengkristal pada diri seseorang akan sulit untuk dicabut meskipun diancam dengan pedang yang siap menebas lehernya maupun pistol yang siap melobangi kepalanya. Ancaman kematian tidak mampu menggoyahkan keyakinan yang berakar dan mengkrital dalam pemahamannya yang benar. Mampu bertahan pada keyakinan yang mantab dan benar adalah kebahagiaan yang sebenarnya dalam hidup ini, bukan harta benda maupun keluasaan.
Berfikir dalam proses pencarian kebenaran, bukan mencari pembenaran atas sesuatu yang dianggap benar, atau karena menguntungkan dan memberi nilai manfaat dalam kehidupan. Saat dunia dijadikan tujuan, sulit seseorang untuk menemukan kebenaran. Dunia adalah ujian bagi orang beriman. Dunia bisa membuat seseorang terlena dan lupa akan tujuan untuk mencari kebenaran. Kebenaran semu dan menipu sering menbelokkan tujuan yang lurus, beribadah kepada al-Khalik.
Teruslah berfikir sampai kau menemukan kebenaran hakiki. Keyakinan yang mantab tanpa ada sedikitpun keraguan dalam melangkahkan kaki untuk mengarungi kehidupan. Jangan berputus asa dari rahmatNya, yakinlah Cahaya dan petunjukNya akan datang menerangi jalan kita untuk menemukan kebenaran hakiki. Jangan berhenti berfikir, yakinlah kebenaran hakiki akan menghampiri agar hidup ini tidak merugi.
Namun sering saat cahaya kebenaran menghampiri, kita malah menutup mata dan telinga karena kesombongan, menolak kebenaran. Tidak lagi mau berfikir, tapi lebih mengedepankan naluri dan ego, karena kebenaran datang dari orang yang kita benci, atau tidak sesuai dengan keinginan hati atau kelompoknya yang selama ini dijunjung tinggi. Dalam hatinya ada penyakit, dan Allah menambah penyakit itu sehingga sulit untuk beriman untuk menemukan kebenaran. Saat kesombongan sudah menguasai jiwa seseorang, dia tidak akan mau mengakui kebenaran yang sebenarnya hati dan akalnya membenarkannya. Kesombongan telah menolak kebenaran yang harusnya bisa mengantarkannya pada kemuliaan dan kebahagiaan. Hidup adalah pilihan untuk mengikuti kata hati untuk melangkahkan kaki mengikuti jalan lurus, jalan orang-orang yang telah diberi nikmat, atau mengambil jalan sesat karena mengikuti naluri dan hawa nafsu untuk mendapatkan nikmat dunia yang semu dan menipu. Allah juga akan menutup hati mereka, pendengaran mereka dan juga penglihatan mereka sehingga mereka yang didalam hatinya ada kesombongan tidak mampu menemukan kebenaran.
Sungguh merugi dan celaka jika tidak mau mengikuti pemikiran cemerlang yang akan menunjukkan jalan lurus untuk menemukan kebenaran hakiki. Secuil nikmat dunia bisa menggelincirkan manusia dan menutupi kebenaran. Padahal, semua yang didapat tidak menjamin kebahagiaan saat hati kering dan tidak mampu mensyukuri setiap nikmat yang didapat.
Nikmat tertinggi adalah saat potensi diri mampu menemukan kebenaran hakiki. Islam dan iman yang terjaga didalam dada adalah nikmat tertinggi yang bisa membuat setiap amalan memiliki nilai ibadah sesuai dengan tujuan hidup yang benar. Melangkah dengan penuh keyakinan sesuai dengan pemahaman yang benar adalah nikmat yang luar biasa, mengalahkan seluruh nikmat yang ada di dunia. Jangan berhenti untuk berfikir, agar kau menemukan kebenaran yang memuaskan akal dan menentramkan hati. Langkah kaki semakin mantap untuk menapaki jalan yang lurus. Nikmat yang luar biasa saat akal, dan hati kita menyatu pada satu kebenaran hakiki dalam hidup ini. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Berfikir, Kata Kunci Menemukan Kebenaran Hakiki"