Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cinta itu Salah Gak sih?


 Oleh: Zakiya Salsabila (Santri Ponpes Darul Bayan Sumedang)

     

Berstatuskan anak muda, pasti gak asing dong dengan istilah 'budak cinta'. Yaa gimana cintanya gak membara? konsumsi para remaja hari ini habis dengan gilanya konten percintaan. Mulai dari film-film yang dibumbui adegan romance, buku-buku fiksi yang mengandung kisah-kisah pahit manisnya dalam mencintai, bahkan yang gak kalah lagi dengan musik atau lagu-lagu lainnya yang juga mengandung syair-syair "kegalauan" dalam kisah percintaan seorang remaja.

      

Tapi ternyata kasus-kasus seperti ini tidak hanya ditemukan di kalangan remaja sekolahan seperti biasa, tapi anak-anak pesantren islami pun tak kalah tergiur dengan inovasi-inovasi anak remaja diluar sana. Berarti seshalih-shalih apapun si anak remaja di zaman sekarang gak memungkinkan akan benar-benar busa terjaga dari virus merah jambu, ya gak?

      

Tapii, "sebenernya cinta itu salah gak sih?" Atau "jangan-jangan selama ini aku salah dong karena mencintai seseorang?" Eits eits eits... Jangan dulu menyimpulkan kalau cinta itu keliru, salah dan sesat. Because, kita ini terlahir sebagai seorang manusia yang sebagaimana Allah beri ketentuan kita dalam memiliki fitrah. Dan salah satu dari fitrah manusia itu adalah memiliki rasa dalam mencintai. Bukan hanya pada lelaki, tetapi bisa pada orang tua, kerabat, sahabat, guru-guru favorit, atau bahkan hewan! Itu fitrah, tak bisa kita paksakan untuk datang dan perginya.

       

"Terus yang salahnya dari mana?" Nah, disini kita gak bahas tentang "rasa cinta" nya, tetapi kita membahas "bagaimana kita memperlakukan cinta tersebut?" 

       

Ternyata cinta itu luas sob, gak sekedar mengatur ibadah spiritual seperti biasanya. Toh, tentang cinta aja Allah kasih berupa aturan-aturannya, agar rasa cinta yang kita punya ini tetap terarah, dan gak menyimpang dari syariat-Nya. Terus gimana?? Sebagaimana yang telah Allah tegaskan dalam Al-Qur'an surat Al-Isra : 32, disana Allah memperingatkan kita untuk tidak mendekati zina. Bayangkan, mendekati zina saja sudah haram, apalagi zinanya secara langsungkan? Terus bagaimana dengan banyaknya masyarakat bahkan anak remaja yang menyalurkan cintanya dengan cara berpacaran? Ya jelas haram! Karena diantara keduanya terikat hubungan yang tidak disetujui syariat.

         

Jangan jauh-jauh deh ke pacaran! orang yang menganggap remeh bergandengan tangan atau bersentuhan dengan lawan jenis, atau bahkan sekedar chattingan yang tidak ada alasan, itu akan membuka ruang untuk lebih mudah berpacaran. Bahaya banget kan? Terus apa dampak setelah pacaran kalau gak berzina? Terus kalau kebablasan berzina, apa dampaknya? Uuu, banyaklah! Bisa kena marah orang tua, malu-maluin nama keluarga, malu-maluin tetangga,gak disukai teman-teman sekolah, dan yang lebih parah adalah kena murkanya Allah, naudzubillah..

        

Makanya, agar cinta ini terkontrol dengan baik dan benar, jagalah pandangan sobat-sobat ketika melirik kaum lawan jenis. Karena kita gak tau perbuatan zina akan mendorong kita dari hal sekecil apa, kalau udah gak kuat pengen nikah, berpuasalah. Ya gitu deh, intinya remaja bobrok itu mempengaruhi keberadaan suatu negara. Maka kita butuh islam agar hukum-hukum syariat diterapkan, agar memusnahkan para remaja bobrok yang keberadaannya tak jelas seperti apa. Kalau para remaja terus seperti ini, kapan negara kita bisa maju jika alasannya hanya karena cinta? (reper/az)

Posting Komentar untuk "Cinta itu Salah Gak sih? "