Menjadi Baik dengan Berdakwah
Oleh: Mochamad Efendi
Gaes, jadilah orang baik dengan berdakwah, bukan sebaliknya merasa tidak baik dan tidak pantas sehingga menolak untuk berdakwah. Bergabung dalam barisan dakwah sekarang juga, jangan menunggu nanti kalau sudah baik gaes. Dengan berdakwah, perlahan kamu akan berubah menjadi lebih baik, karena kamu bergaulnya sama orang baik. Terlebih lagi kamu menyeru pada kebaikan, jadi tidak mungkin kan kamu berbuat keburukan.
Tapi, jika kamu bergaulnya dengan orang tidak baik, kamu akan terpengaruh untuk berbuat tidak baik pula. Lalu kapan kita mulai dakwahnya gaes. Apakah nunggu kalau sudah tua, menjadi ustad dan seorang kyai dengan segudang ilmu agama. Iya, kalau umur kita sampai tua, dan kita punya kesempatan dan kemauan belajar ilmu agama, tapi bagaimana jika kita keburu mati dan tidak punya kesempatan untuk berdakwah. Padahal, dengan berdakwah, kamu akan terdorong untuk berbuat baik dan terus upgrade diri untuk meningkatkan tsaqofah keislaman dan juga mengasah kemampuan agar bisa berdakwah dengan lebih meyakinkan.
Kalau menunggu baik atau punya kemampuan yang hebat dalam berdakwah, mungkin keinginan untuk berdakwah tidak akan pernah terwujud sampai kita mati. Padahal, tahu gak gaes, dengan berdakwah kita perlahan akan menjadi hamba Allah yang baik dan mulia karena ketaqwaan kita akan terus meningkat. Tidak hanya itu gaes, pundi-pundi amal jariyah akan mengalir terus pada diri kita meskipun kita sudah meninggalkan dunia fana ini dari orang yang tercerahkan dan kemudian berubah untuk berislam secara kaffah karena usaha dakwah kita. Apakah kita masih menunggu, atau berkata nanti dulu karena belum patas dalam berdakwa?
Padahal berdakwah adalah kewajiban kita sebagai orang muslim. Memperjuangkan tegaknya agama Allah di muka bumi ini adalah kewajiban kita bersama. Dalam surat Ali Imran ayat 104 Allah memerintahkan kita berdakwah secara berjama'ah, "Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." Sungguh, keputusan untuk bergabung dalam barisan dakwah adalah pilihan terbaik. Gunakan waktu terbaikmu dan kemampuan maksimalmu untuk dakwah. Allah tidak akan membebani hambaNya, diluar batas kemampuannya.
Jika belum bisa menyampaikan materi dakwah dengan baik, kamu bisa ajak temanmu ke majelis ilmu yang mana banyak keberkahan, siapa tahu dengan usahamu, pemahaman temanmu tercerahkan dan membuatnya berubah. Jika belum bisa menulis atau membuat konten-konten Islami, setidaknya kamu bisa bantu share pada teman yang bisa jadi dia berubah menjadi baik karena usahamu. Gaes, teruslah berdakwah, dan yakinlah tidak ada hal sia-sia jika kita lakukan semua itu karena mencari ridho Allah.
Kita akan bisa Istiqomah untuk berbuat baik, karena kita bersama barisan pengemban dakwah. Jadi jadi jangan nunggu nanti, belum siap dan pantas untuk berdakwah. Jika kita menunggu hebat dengan kemampuan tsaqofah yang banyak, baru memutuskan untuk berdakwah, lalu sampai kapan kita akan berdakwah. Padahal dengan berdakwah, kita akan termotivasi ngaji untuk meningkatkan tsaqofah keislaman kita, baik dengan belajar sendiri atau mendatangi majelis ilmu yang penuh berkah. Kebaikan pasti akan terus kita dapat, begitu pula pemahaman kita akan terus terasah untuk menyampaikan kebaikan Islam baik secara tulis maupun lisan. Kitapun akan lebih kreatif untuk menghasilkan konten-konten Islami yang inspiratif karena dorongan untuk dakwah. Waktupun akan lebih berharga, tidak sia-sia karena aktifitas dakwah yang mulia. Lalu apalagi alasan kita untuk menunda berdakwah? Segera sambut kesempatan untuk bisa bergabung dalam barisan dakwah dengan menyeru kebenaran Islam pada umat dan mencegah kemungkaran. Kebaikan akan terus menghiasi hidupmu karena dakwah akan mengantarkanmu menjadi pribadi yang tidak hanya Sholih tapi juga muslikh, perduli dengan problematika umat.
Berbuat baik itu menyenangkan, karena setiap kebaikan yang kita lakukan tidak ada yang sia-sia jika dilakukan dengan ikhlas karena Allah. Semua kebaikan akan terbalas, bahkan tidak hanya satu tapi berlipat kebaikan. Jalan hidup kita akan terasa mudah dan banyak kebaikan menyertai hidup kita, karena kita sudah menebar benih-benih kebaikan sebelumnya. Sebaliknya, saat keburukan yang kita lakukan, bersiaplah untuk menuai keburukan di kemudian hari. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk enggan berbuat kebaikan, dan sungguh rugi jika waktu berlali tapi tidak ada jejak kebaikan yang tercipta, malah keburukan.
Gaes, jika mengaku beriman kita harus buktikan dengan banyak melakukan kebaikan. Dengan berdakwah, akan lebih banyak lagi jejak kebaikan yang tercipta tanpa kita sadari. Saat kita bergabung dalam barisan dakwah, diri kita akan terjaga dari perbuatan dosa karena nasehat orang-orang baik disekitar kita. Sahabat teman surga saling mengingatkan atas dorongan cinta agar hidup terhindar dari perbuat dosa. Sahabat pengemban dakwah akan terus saling menjaga agar kita tidak menjadi orang-orang yang merugi karena perbuatan sia-sia yang kita lakukan. Saat kita sudah berani mengajak orang lain pada satu kebenaran Islam dan mencegah kemungkaran, kita akan terdorong pula untuk terus menghiasi hidup kita dengan kebaikan seperti apa yang kita serukan pada orang lain. Jadi jangan berhenti berdakwah karena dengan berdakwah kita akan bisa Istiqomah menjadi pribadi yang baik. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Menjadi Baik dengan Berdakwah"