Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ramadan, Al-Quran dan Kebangkitan


 Oleh: Sahilatul Hidayah (Penulis dan Pemerhati Remaja)


Sesungguhnya Al-Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal salih bahwa bagi mereka ada pahala yang besar (TQS. Al Isra : 9)

Ramadan, bulan yang seharusnya paling kita tungguin dan nantiin karena hanya di bulan inilah Allah ngadain yang namanya big sale a.k.a obral gede-gedean pahala buat kita hamba-Nya. Big sale akhir tahun saja seringnya kita tungguin karena kita bisa ngebeli barang yang kita suka dengan harga yang jauh lebih murah pastinya, sampe-sampe kita rela jubel-jubelan dan berada dalam antrean panjang. Lha ini Allah mengobral pahala gede-gedean masak iya kita B aja menyambutnya dan tidak berlomba-lomba meraihnya.

Selain Allah mengobral pahala gede-gedean, Ramadan juga bulan istimewa karena di bulan mulia inilah Allah menurunkan Al-Quran sebagai petunjuk tidak hanya bagi kaum muslimin tapi juga bagi seluruh manusia. 

Al-Quran merupakan mukjizat yang diberikan kepada Nabi Muhammad ini bukan hanya sekedar bacaan semata walaupun membacanya juga bernilai pahala apalagi di bulan Ramadan akan dilipat gandakan pahalanya tapi juga memuat berbagai aturan yang merupakan solusi atas semua permasalahan kehidupan. 


Permasalahan kehidupan mulai dari masalah ekonomi, pergaulan antara laki-laki dan perempuan, parenting, bahkan tentang mendidik anak mudapun ada solusinya dalam Al-Quran, pokoknya segala permasalahan yang kita hadapi mulai dari recehan sampai yang berat mulai dari kita bangun tidur sampai kita tidur lagi semua ada solusinya dalam Al-Quran.


Wajar saja jika Al-Quran adalah sumber solusi atas semua permasalahan kehidupan karena Allah sendirilah yang menyatakan demikian. Bukti sayang-Nya kepada kita manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya yang paling mulia, ketika Allah menciptakan kita Allah tidak hanya sekedar menciptakan saja kemudian membiarkan kita hidup suka-sukanya kita tapi Allah juga memberikan seperangkat aturan berupa syariat-Nya dalam Al-Quran yang bisa kita gunain untuk ngejalanin kehidupan di dunia dengan baik dan benar biar kita bisa selamat dunia dan akhirat.


Allah sudah menyediakan balasan terbaik-Nya buat hamba-Nya yang mau taat pada syariat yaitu surga Firdaus dengan kenikmatan yang tiada banding bin tanding dengan kenikmatan dunia yang cuman recehan bin sebentaran. Jadi tugas kita di dunia cuman satu beribadah kepada-Nya dengan penuh ketaatan seperti yang Allah sampaikan dalam Quran Surat Az-Zumar ayat 7 maka keberkahan dari langit dan bumi pun akan Allah turunkan sebagaimana disebutkan dalam Quran Surat Al-Araf ayai 96.


Tetapi saat ini sudahkah kita sebagai hamba-Nya ngejalanin semua ketaatan yang Allah minta seperti tertulis dalam Quran Surat Al Baqarah ayat 208 tanpa pilah dan pilih lagi untuk setiap syariat yang harusnya kita jalanin? Keknya belum nih..Misal ada yang udah ngeh kalau bagi seorang perempuan yang sudah baligh ada kewajiban baginya untuk menutup aurat dengan sempurna ya walaupun belum sempurna sih hanya pakai kerudung saja belum pke jilbab.


Walaupun dah menutup aurat tapi belum sempurna eh ternyata si doi ngelakuin yang namanya pacaran, alasannya selalu sama kalau gak pacaran gimana bisa kenal bin paham kepribadiannya. Entah itu Maennya kurang jauh atau karena memang pengaruh budaya hedonisme dan permisifme (hidup serba boleh dan suka-suka gue) ala Barat yang semakin mencengkeram pemikiran anak-anak mudanya menjadikan pacaran itu adalah suatu hal yang lumrah banget gitu untuk dilakuin. Naudzu billah tsumma naudzu billah..


Itu kita baru ngomongin aturan yang berkaitan dengan diri sendiri (menutup aurat) dan hubungan dengan orang lain (larangan pacaran) kita belum omongin tuh aturan yang berkaitan dengan urusan pengaturan bernegara wuiiihh mashaaAllah bisa kebayang gak sih betapa banyak syariat-Nya yang kudu ditaati. 


Nyatanya itupun belum dilaksanan secara sempurna juga dan akhirnya mengantarkan kepada kemunduran bin kemerosotan bukan kebangkitan sepertti kondisi saat ini yang sedang terjadi pada hampir semua negeri-negeri muslim  dan akhirnya harapan mendapatkan keberkahan dunia dan akhirat pun sulit diwujudkan.  


So, semoga Ramadan taun ini kesadaran kaum muslimin seluruhnya (termasuk kita-kita ya) untuk melaksanakan ketaatan terhadap aturan yang ada dalam Al-Quran sebagai pedoman hidup tanpa nanti dan tapi akan semakin meningkat dan akhirnya akan bisa mengantarkan kepada kebangkitan dan tentu saja keberkahan Allah dari langit dan bumi akan bisa segera terwujudkan. Aamiin.. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Ramadan, Al-Quran dan Kebangkitan"