Ramadhan di Tanah Palestina
Oleh: Santi Nutriyanti
Ramadhan merupakan bulan suci yang ditunggu kaum muslimin. Bulan berkah ini disambut bahagia dengan semarak, lihatlah gembiranya banyak keluarga yang berkumpul saat berbuka puasa, anak-anak semangat mengajak kawannya untuk tarawih, atau para pemuda yang gembira saat membangunkan sahur. Inilah yang yang kita rasakan di bulan berkah ini. Lalu, bagaimana kabar saudara kita di Palestina sana?
Bagi rakyat Palestina, Ramadhan kali ini merupakan bulan perjuangan. Bukan sebatas berjuang melawan haus, lapar, atau hawa nafsu saja, namun mereka juga harus kuat berjuang melawan kekejaman zionis Israel. Bagaimana tidak? Pada Sabtu, 09 April 2022 lalu, pasukan Israel kembali menyerang kamp pengungsian Jenin di Tepi Barat. Tak tanggung-tanggung, yang diturunkan adalah pasukan khusus dari unit elite Shayatet 13 Angkatan Laut Israel.
Target mereka adalah memburu pelaku terror di Tel Aviv bernama Ra’ad Fathir Hazem. Namun, tidak berhenti sampai pemburuan saja, mereka tidak segan melakukan tindakan brutal dengan melakukan tindakan bersenjata pada rakyat palestina. Pemerintah Zionis bukan hanya mengerahkan tentaranya saja, tapi juga mengizinkan warga Yahudi untuk menghancurkan rumah-rumah warga Pelestina, bahkan membunuh warga Palestina yang diduga berbahaya.
Kondisi ini menambah ketegangan antara Israel dengan Palestina. Pemerintah Israel berdalih segala bentuk penyerangan ini dimaksudkan sebagai langkah represif untuk menghalangi penyerangan di masa depan. Namun, banyak pihak menilai tindakan ini merupakan hukuman kolektif atas perlawanan rakyat Palestina yang nyatanya tak kunjung padam. Walhasil, pertumpahan darah tak terelakkan di Palestina bertepatan dengan bulan Ramadhan ini. Tiga muslim tewas ditembak, diantaranya dua wanita Palestina.
Amat disayangkan, di bulan suci ini kita harus mendapatkan kabar pilu dari saudara seiman kita. Lebih miris lagi, di tengah kejamnya perlakuan zionis pada saudara kita di Palestina, justru para pemimpin muslim dunia semakin merapatkan barisannya dengan Israel. Kita disuguhkan fakta bahwa belum ada satu pun pemimpin muslim dunia yang serius membela Palestina.
Melihat realita ini, semestinya tidak menjadikan kita berdiam tapi ikut sama-sama berjuang memperjuangkan solusi untuk menumpas kedzaliman atas saudara kita yaitu dengan berjuang menegakkan kepemimpinan politik Islam dalam naungan Khilafah Islamiyah sesuai metode kenabian. Ini merupakan janji Allah yang pasti akan tiba, tugas kita hari ini adalah memperjuangkannya. Wallahua’lam.. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Ramadhan di Tanah Palestina"