Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

The Best of Cuek


 Oleh : Izzatusy Syifa ul-Khotimah (Santri Ponpes Darul Bayan Sumedang)


Cuek, don't care, dan gak peduli, apa bagusnya? Seringkali yang kita pahami dari kata ini adalah gak simpati, individualis, atau slonong boy/girl. Apa bagusnya? Bukanya malah jelek ya? Menurut gue... gak selamanya begitu. Cuek itu bagus, kok. Tapi cuma berlaku di beberapa aspek aja. So, izinin gue kasih tau. Di saat apa, kenapa, dan kapan aja lo boleh cuek.


1. Kalau orang lain protes soal fisik kita.


Gendut, pesek, item, dan pendek dan lainya yang udah keluar dari kategori ideal or glowing yang di buat oleh barat, dan berhasil mempengaruhi cara pandang masyarakat umum nya. Inget guys! Soal fisik, gender, nasab dan dimana kita lahir, itu di luar kekuasaan kita. Qodho (ketetapan) Allah yang telah menimpa kita, harus di terima dengan Ikhlas. Allah tuh adil nyiptain hambaNya kalau mau, sebenarnya yang pantas buat broken heart itu Allah. 


Karena Dia yang nyiptain kita, kita adalah maha karyanya. Bersyukurlah karena Dia telah menganugrahi kita panca indra dan organ tubuh yang lengkap. Bagi yang gak lengkap? Allah lebihkan kemampuan di panca indra tertentu yang tidak bisa  dimiliki orang yang normal. Banyak lagi keadilan dan kebaikan allah yang sering kali kita lupakan  karena perkataan orang.  So, cuek. Say "Tuhan gue yang udah kasih fisik kek gini!!! Lo berani protes? Gue salah satu maha karya-Nya!! Gue bersyukur kenapa lu yang sewot?". Eh, that your choice. Cuek, diem, slonong girl/boy, untuk perkara ini adalah yang terbaik. Don't insecure, remember bersyukur.


2. Ketika orang lain ga suka karena kita taat.


Must cuek? Have must kita taat karena faham tujuan allah nyiptain kita dan tujuan kita hidup, bukan? Kita taat karena tahu diri sekaligus sebagai hamba sekaligus memeluknya bukan? Terus, buat apa peduli sama pandangan  dan omongan mereka? Bukannya yang kita tuju adalah ridho Nya? You can say easy talk hard to action. But, berusahalah!! Ini adalah ujian keimanan kita sama Allah. Juga ujian atas lurusnya atau tidaknya buat kita. Kuat atau lemah kah tekad kita, dalam taat dan menjalani hidup sebagai sebenar benarnya manusia. Menjadi hamba Nya bukan hamba dunia.


3. Dalam meraih mimpi.


Hari ini kita memang kita orang biasa. Orang lain wajar bila masih memandang kita sebelah mata kita juga mungkin sempat terlihat buruk, rendah, jika di mata mereka. Lantas, ketika kita ingin berubah menjadi lebih baik, mencoba fokus meraih mimpi, bukankah wajar bila orang bilang  "gak mungkin", "Oh... sekarang aja kali rajinnya", "jangan sok sok an deh lu". That so ordinary, karena yang mereka tau adalah kita yang dulu  juga apa yang dilihat. Itu juga mungkin sebuah teguran atas kesalahan kita yang dulu, dan ga boleh kita ulangi lagi. Tapi jangan sampai tu omongan malah buat kita ciut dan ter toxin. So, cuek. 


Terserah orang mau bilang apa, kita fokus sama mimpi kita. Emang, penonton cuma bisa comment, but we are player, kita buktikan pada mereka bahwa apa yang mereka bilang itu salah. Kita buktikan sesungguhnya kita bahwa ini kita yang berbeda. Hingga saatnya tiba, mereka hanya bisa diam dan mengangga. Hari dimana kita bisa berhasil meraihnya.

Well, itu aja yang bisa gue bagi kali ini. Mungkin  ada lagi cuek  baik lainnya yang belum gue tau dan fahami. So, semoga bermanfaat dan jangan lupa semangat. (reper/az)

Posting Komentar untuk "The Best of Cuek "