Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ikhlas Dalam Ketaatan Kepada Allah


 Oleh : Rantika Nur Asyifa


Terkadang banyak orang yang mengatakan " Ikhlas itu mudah untuk diucapkan tapi sulit dilakukan ", sama kaya sabar ya hehe. Telpon pintar hilang, kesal tapi harus diikhlaskan. Uang hilang, kesal juga tapi harus diikhlaskan juga. Bener apa bener ...


Adapun ikhlas dalam ketaatan adalah meninggalkan sikap riya. Hayoooo siapa nih yang kalau memberi sesuatu, ingin diketahui orang lain. Atau selalu membicarakan kebaikan diri sendiri kepada orang lain. Hal itu tidak boleh dilakukan ya, mengingat bahwa riya itu termasuk sikap tercela yang harus dihindari.


Ikhlas termasuk amal hati yang tidak bisa diketahui kecuali oleh seorang hamba dan Tuhannya. Ikhlas ga ikhlas, terkadang terlihat samar. Semua dikembalikan lagi ke niat awal melakukan amal perbuatan. Jangan sampai terjerumus ke dalam riya.


Ikhlas itu hukumnya wajib, sebagaimana dalil Al Quran berikut :


" Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (al-Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya." (TQS. az-Zumar : 2).


" Katakanlah, " Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama." (TQS. az-Zumar : 11).


Riya adalah sikap tercela yang harus dihindari. Riya bisa mendatangkan kerugian bagi yang mengerjakannya ketika di akhirat kelak. Sebagaimana hadits berikut :


Hadits dari Ubay bin Ka'ab ra. riwayat Ahmad, ia berkata dalam al-Mukhtarah, isnadnya hasan; Rasulullah sallallahu alaihi wassalam bersabda :


Berikanlah kabar gembira kepada umat ini dengan kemegahan, keluhuran, pertolongan, dan keteguhan di muka bumi. Siapa saja dari umat ini yang melaksanakan amal akhirat untuk dunianya, maka kelak di akhirat ia tidak akan mendapatkan bagian apa pun.


Jadi sudah jelas ya sobat perubahan, bahwa setiap amal perbuatan diawali dengan niat yang ikhlas karena Allah. Semoga kita senantiasa dijauhkan dari kesombongan dan riya.


Hadits dari Abu Umamah al-Bahili riwayat an-Nasai dan Abu Dawud, Rasulullah sallallahualaihi wassalam bersabda :


Sesungguhnya Allah tidak akan menerima amal kecuali amal yang dilaksanakan dengan ikhlas dan dilakukan karena mengharap ridha Allah semata. (al-Mundziri berkata, "Isnadnya shahih").

Wallahu a’lam bisshawab  (reper/az)

Posting Komentar untuk "Ikhlas Dalam Ketaatan Kepada Allah"