Aksi Konvoi Khilafatul Muslimin
Oleh : Zahra. N (Penulis Remaja)
Di tengah problematika bangsa yang karut marut, publik sempat dihebohkan oleh aksi konvoi penyambutan kebangkitan Khilafah Islamiyyah pada hari Ahad, 29 Mei 2022 yang dilakukan oleh anggota Khilafatul Muslimin. Mereka berkeliling menggunakan motor sambil membawa poster dan beberapa lembaran yang berisi pengumuman sekaligus ajakan untuk bergabung dengan Khilafatul Muslimin.
Semenjak tahun 1997, jamaah Khilafatul Muslimin ini menganggap bahwa telah menegakkan Khilafah Islamiyah di Indonesia dengan Khalifah nya yang bernama Abdul Qodir Hasan Baraja. Mereka juga beranggapan bahwa khilafah nya bersifat internasional, dakwah mereka sebagai khilafah yang pantas dan layak diikuti kaum muslimin, tak cukup di Indonesia tapi di seluruh dunia.
/Penggiringan Opini yang Dipaksakan/
Aksi konvoi tersebut meski dinyatakan oleh pihak penyelenggara tidak membahayakan kedaulatan negara. Menjadi heboh karena seakan-akan opini media digiring secara masif untuk menjadikan Khilafah sebagai ajaran hantu dan momok yang menakutkan.
Aksi konvoi khilafah yang dilakukan kemarin ini tentunya langsung menuai reaksi, masyarakat dihimbau oleh Densus 88 untuk waspada atas kegiatan tersebut karena ide itu sudah berbau radikal, dan ideologi yang bertolak belakang dengan ideologi negara.
Di sisi lain Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen R Ahmad Nurwakhid, menyamakan antara Khilafatul Muslimin dengan Hizbut Tahrir karena sama-sama radikalnya, menurutnya, dua kelompok ini sama-sama ingin menegakkan Khilafah sebagi solusi umat, tapi HTI itu bersifat transnasional dan berjuang menegakkan khilafah, sedangkan khilafatul muslimin beranggapan sudah memiliki khilafah dan menobatkan seorang Khalifah.
Setelah kejadian ini, tersebar dua opini yang bersebrangan. Di satu sisi ada juga yang berusaha membela bahwa aksi ini tidak melanggar hukum negara, hanya sebatas gerakan pemikiran. Belum ada perangkat hukum yang melarang ajaran khilafah dan sanksi bagi para pendukungnya.
Sementara itu di sisi yang lain terkesan upaya masif menggiring opini yang memojokkan ajaran Islam tentang Khilafah Islamiyah.
Dalam acara Aiman di Kompas TV (06/06/2022) memuat artikel yang sangat tendensius dengan judul "Konvoi Khilafah, siap-siap negara baru". Artikel tersebut memuat perjalanan kelompok Khilafatul Muslimin.
Artikel tersebut juga memuat Khalifah Abdul Qodir Hasan Baraja adalah mantan anggota NII dan sempat melakukan beberapa aksi teror. Selain itu jamaah Khilafatul Muslimin memuat organ selayaknya negara berdaulat dan merdeka sehingga diperlukan tindakan dan penanganan yang serius. Pada akhirnya pihak keamanan melakukan tindakan penanganan, salah satunya di mana Polda Metro Jaya menangkap Abdul Qodir Hasan Baraja kemarin (7/6/2022).
Monsterisasi khilafah sebenarnya bukanlah hal yang baru, bahkan akan semakin kencang. Hal tersebut dikarenakan dukungan terhadap penegakkan Khilafah Islamiyah walaupun dibungkam dengan berbagai cara, justru semakin membesar terutama ditengah kegagalan sistem sekulerisme mengatasi kekacauan kehidupan manusia.
/Upaya Mengambinghitamkan Ajaran Islam yang Mulia/
Khilafah sebagai sebuah hantu sepertinya sedang kembali menjadi fokus pergerakan opini media.
Ada kesan di balik ini semua bahwa dakwah khilafah adalah dakwah yang membahayakan negara. Kedepannya lagi permasalahan terkait khilafah pastinya makin parah, tak sampai di sini saja, namun dengan berbagai cara apapun orang anti Islam ini ingin menjatuhkan, dukungan terhadap perjuangan penegakan khilafah tetap besar.
Khilafah adalah ajaran Islam, para Ulama salaf menyebutnya sebagai mahkota kewajiban, karena syariat Islam ini mengikat pada setiap diri seorang muslim dan sangat bergantung pada keberadaan nya.
Memang benar ajaran khilafah bukanlah termasuk bab akidah, akan tetapi kehadirannya adalah suatu hasil dari keimanan yang menuntut ketakwaan yang mutlak pada setiap syariat-Nya, maupun dari segi ibadah, akhlak, makanan, pakaian, muamalah dan persanksian, semuanya itu tak mungkin akan tegak tanpa lembaga politik yang bernama khilafah.
Selain itu khilafah juga warisan dari Rasulullah SAW, khilafah ditegakkan oleh para sahabatnya yang begitu mulia, dan turun temurun dari masa ke masa, Khilafah lah yang mempersatukan umat Islam dari seluruh dunia dalam satu pimpinan dan satu sistem.
Fakta inilah yang justru harus dicermati oleh para pengemban dakwah Islam yang benar. Sehingga mereka tidak lelah menyeru umat untuk kembali hidup dalam naungannya. Dari semua fakta tersebut hendaknya umat semestinya sadar, bahwa ajaran Islam kaffah dan Khilafah menjadi kambing hitam dan dijadikan monster yang mengerikan.
Maka dari itu umat harus terus mengawal diri mereka agar selalu berada di barisan pengemban dakwah yang Mukhlis, berjuang mewujudkan khilafah, dan sesuai dengan cara Rasulullah SAW berdakwah, yaitu tanpa kekerasan. Jika perbuatan tersebut telah dilakukan, mereka berarti telah mengambil risalah Islam yang pantas mendapatkan kemuliaan kelak di sisi Allah SWT. Wallahu a'lam. []


Posting Komentar untuk "Aksi Konvoi Khilafatul Muslimin"