Kesadaran Umat, Kunci Perubahan Hakiki
Oleh: Mochamad Efendi
Kesadaran umat atas rusaknya fakta, kondisi saat ini adalah awal menuju pada perubahan hakiki. Namun, kesadaran itu harus berlanjut pada pentingnya fakta pengganti yang bisa memperbaiki kondisi yang ada saat ini. Perubahan rezim ternyata tidak memberikan perubahan ke arah yang lebih baik. Terbukti, gerakan reformasi yang dimotori oleh mahasiswa tidak membawa perubahan yang diharapkan. Setelah rezim kuat dapat digulingkan, namun tidak ada kesadaran atas fakta pengganti yang bisa memperbaiki kerusakan yang ada yang disebabkan oleh sistem yang rusak. Ganti rezim tidaklah cukup, tapi harus ada perubahan mendasar, sistem demokrasi yang rusak harus diganti dengan Islam.
Fakta yang rusak di semua aspek kehidupan; ekonomi, sosial budaya, moral, akhlak dan juga politik adalah akibat dari sistem buruk yang diterapkan bukan dari Pencipta manusia, hidup dan alam semesta. Sistem demokrasi terbukti tidak membawa kebaikan siapapun rezim yang memimpin gerbong perubahan tidak akan mampu membawa perubahan hakiki. Hutang menggunung bukti negara tidak berdaya. Memiliki kekayaan alam yang luar biasa dengan apa yang terkandung didalam perut bumi, di permukaan bumi dengan hasil hutan dan perkebunan serta apa yang diperoleh dari biru lautnya. Keindahan alamnya juga menjadi daya tarik wisatawan manca negara. Harusnya dengan kelebihan yang dimiliki negeri ini, rakyatnya bisa hidup sejahtera. Namun faktanya rakyat hidup dibawah garis kemiskinan, jauh dari kata sejahtera. Sementara banyak eksodus pekerja datang dari China, disaat penduduk dari negeri ini butuh pekerjaan. Bahkan hal ini perlu diwaspadai sebagai bentuk awal usaha dari negara asing ingin menguasai negeri yang memiliki kekayaan alam yang luar biasa.
Belum lagi perlakuan penguasa pada ajaran Islam, dan umat Islam yang miliki kesadaran untuk mengganti fakta pengganti yang rusak dengan Islam yang akan memperbaiki kondisi saat ini. Label radikal, intolerant dan teroris diberikan pada umat Islam agar mereka meninggalkan ajaran Islam yang lurus dan mulia. Padahal, kita yakin Rasullulah, Muhammad diutus dengan membawa Islam, bukan untuk membawa kerusakan, tapi Islam datang untuk memperbaiki kondisi yang rusak. Bukankah terbukti dalam Sistem Islam khilafah saat Islam bisa diterapkan secara kaffah, kesejahteraan rakyat terjamin. Begitu pula rasa aman dan keadilan bisa dirasakan oleh semua orang.
Masihkah kita berharap perubahan hakiki dari sistem demokrasi? Slogan demokrasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat adalah illusi. Faktanya, hanya segelintir orang dan penguasa mengendalikan semua urusan rakyat sesuka hati. Rakyat hanya didengar saat suaranya diperlukan, namun saat kursi kekuasaan dalam genggaman, rakyat ditinggalkan. Terbukti diterbitkannya UU yang tidak pro rakyat. Penguasa labih berpihak pada oligarki dari pada rakyat yang sudah memberikan suaranya untuk meraih kursi kekuasaan.
Kebebasan dalam sistem demokrasi hanyalah mimpi saat sesuatu bertentangan dengan kepentingan oligarki. Harusnya umat Islam kembali pada syariat Allah jika ingin selamat di dunia dan akhirat. Menjadi sebaik-baik umat, generasi unggul karena karena itulah janji Allah, saat kita kembali pada aturanNya.
Marilah bersama-sama kita suarakan perubahan hakiki, mengganti sistem yang rusak, demokrasi, dengan Islam. Jangan terlena dan terpukau hanya dengan sosok yang akan membawa perubahan. Faktanya, banyak sosok yang kita harapkan mampu membawa perubahan, ternyata tidak bisa seperti yang diharapkan. Para pelaku yang baik ketika masuk dalam sistem buruk dan memiliki kekuasaan akan cenderung menjadi buruk. Idealismenya luntur dan berganti dengan pemikiran pragmatis yang hanya untuk melanggengkan kekuasaan. Sangat berbeda dengan penguasa dalam sistem Islam yakni ingin mengurusi urusan rakyat. Pemimpin amanah yang dicintai rakyat ada dalam sistem Islam karena dia perduli dan dekat dengan rakyatnya.
Kesadaran umat atas dua hal, yakni menyadari fakta yang rusak saat ini dan juga memahami fakta pengganti untuk memperbaiki semua yang fasad dengan Islam adalah langkah awal menuju adanya perubahan hakiki. Dalam sistem yang rusak hanya akan menghasilkan para pelaku yang rusak. Para penguasa dan oligarki yang tidak lagi berfikir untuk mengurusi rakyat, tapi hanya berfikir kekuasaan dan keinginan untuk memperkaya diri, sehingga korupsi meraja Lela sedangkan hutang luar negeri terus bertambah membumbung tinggi. Sementara rakyat terus menderita dalam kemiskinan.
Tidak hanya itu adzab Allah berupa masalah yang membelit negeri tidak kunjung ada solusi, bencana alam bertubi-tubi, serta fitnah dan framming buruk pada Ulama' dan ajaran Islam terus saja dihembuskan untuk memperkuat islamophobia pada pemahaman umat. Umat Islam yang memiliki kesadaran atas dua hal harus bergandengan tangan, bersatu untuk menghancurkan virus-virus sekularisme, kapitalisme dan juga sosialisme yang dibiarkan tumbuh subur dalam sistem demokrasi, sebaliknya ajaran Islam ditekan dan dimonsterisasi agar umat menjauhinya. Saatnya untuk meninggalkan demokrasi dan menggantinya dengan khilafah agar kehidupan islami bisa terwujud dengan memperbaiki sesuatu yang rusak tentunya dengan Islam yang akan membawa rahmat bagi seluruh Alam. []


Posting Komentar untuk "Kesadaran Umat, Kunci Perubahan Hakiki"