Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kita Butuh Dakwah, Gaes!


 Oleh: @alazizyrevolusi (Founder @koreapi.1453)


Gaes, hidup di dunia ini pasti berakhir. Sadar atau nggak, hijrah atau nggak, ngaji atau nggak, ajal nanti akan temui kita. Nggak perlu tunggu sakit-sakitan, tua atau ubanan. Kabar wafatnya Emeril, anak Ridwan Kamil yang baru 23 tahun adalah bukti tak terbantahkan. Bahkan mungkin ada yang terjadi di sekitar kita.


Nggak peduli anak pejabat, anak petani, anak kepala negara atau anak kepala sekolah. Kalau emang udah waktunya, semua bakal kembali pulang ke kampung akhirat. Pertanyaannya adalah apa bekal yang sudah kita siapkan?


Gaes, kalo kita liat garis kehidupan, hidup di dunia ini kayak cuma setitik aja. Tapi yang setitik inilah yang menentukan arah hidup kita setelah kematian. Hidup yang panjang bin kekal selama-lamanya. Nah, kalo sudah sadar bahwa perjalanan kita masih panjang, apakah bekal kita sudah cukup?


Kalo hanya ngandalin sholat, puasa, zakat plus haji, kira-kira cukup nggak untuk masuk ke surga-Nya? Itupun kalo diterima, gimana kalo tertolak? Na’udzubillahi min dzalik. Apalagi pahala sholat, puasa, zakat dan haji akan berhenti setelah kita menghembuskan nafas terakhir.


Karena itu, gaes. Kita butuh investasi pahala. Pahala yang tetap bisa kita nikmati meskipun sudah tak lagi hidup di dunia. Amal apakah itu? Dakwah. Sebab dengan dakwah, orang-orang akan berubah. Hijrah. Maka selama yang didakwahi mengamalkan apa yang kita ajarkan, selama itu pula pahalanya mengalir pada kita bahkan hingga kehidupan berikutnya.


Kesimpulannya, bukan dakwah yang butuh kita. Tapi kitalah yang butuh dakwah ini. Seharusnya tidak ada alasan bagi kita untuk tidak berdakwah. Selain karena kewajiban, ini juga amal yang kita butuhkan sebagai bekal di hari kemudian. Yuk dakwah. Wallahu a’lam bish-shawab. []

Posting Komentar untuk "Kita Butuh Dakwah, Gaes!"