Kontak adalah Kunci Keberhasilan dalam Dakwah
Oleh: Mochamad Efendi
Kontak dalam dakwah adalah keharusan yang tidak bisa ditinggalkan. Bagaimana kita bisa menyampaikan kebenaran Islam jika kita menjauh dari umat. Kontak adalah kita menjalin hubungan orang lain. Sedangkan mengontak orang adalah menghubungi orang lain. Mengajak orang lain untuk bertemu, berdiskusi tentang kebenaran Islam dengan tujuan agar orang yang diajak berinteraksi pemahamannya tercerahkan, berubah dan hijrah.
Sungguh, uzlah menjauh dari kehidupan bermasyarakat bukanlah ciri seorang pengemban dakwah. Berbaur ditengah masyarakat tapi tetap menjaga karakter dan kepribadian Islam sehingga perlahan bisa mewarnai dan memperbaiki kerusakan di lingkungan kita dengan Islam.
Keberhasilan dakwah ditentukan banyaknya orang yang kita kontak. Tugas kita hanya menyampaikan kebenaran Islam pada orang yang kita kontak. Satu ditolak, ada kemungkinan diterima oleh yang lain. Tidak usah putus asa untuk terus menciptakan kontakan-kontakan baru yang siap untuk dicerahkan dengan kata-kata yang penuh hikmah. Siapa tahu dari banyak yang terkontak ada yang tercerahkan pemahamannya karena usaha dakwah kita. Tidak usah fokus hanya pada satu orang yang belum mendapatkan hidayah. Kita bisa beralih ke kontakan yang lain jika orang yang kita kontak menutup diri dari usaha dakwah kita. Tidak usah dipaksa jika dia tidak mau dengar atau baca apa yang kita bagi sosial media.
Terus ciptakan kontakan-kontakan baru yang punya potensi untuk hijrah. Dakwah adalah bentuk kepedulian kita sebagai sesama muslim dan umat manusia yang tidak ingin melihat saudara kita tersesat. Tunjukkan jalan yang lurus dan mulia, Islam yang tidak hanya membawa kebahagiaan di dunia, tapi juga keselamatan di akhirat. Sentuh pemahamannya serta kesadarannya, dengan kata-kata yang inspiratif, bukan paksaan atau kekerasan. Tidak perlu berkecil hati jika usaha dakwah kita belum berhasil, karena bukan hasil sebagai nilai kebaikan dihadapan Allah SWT., tapi usaha maksimal untuk kontak adalah kunci keberhasilan dalam berdakwah.
Dakwah memang tidak mudah tapi pasti berakhir indah. Kontak juga tidak selalu berjalan seperti diharapkan. Terkadang, diterima dengan baik, tapi terkadang dengan muka masam dan penuh kecurigaan. Tapi sekali lagi, jangan patah semangat karena itulah tabiat dakwah yang tidak selamanya mudah, terkadang terjal dan mendaki. Namun, semakin banyak tantangan, disitulah nikmatnya dakwah. Ujian dan tantangan dalam dakwah membuat kita semakin teruji dan tangguh untuk mengahadapi semua rintangan yang menghadang.
Tudingan radikal, intoleran dan anti kebhinekaan tidak lagi mampu menghentikan langkah pengemban dakwah yang ikhlas karena Allah. Bahkan ancaman dan tudingan teroris tak lagi membuat nyali ciut untuk berkata yang benar meskipun bertentangan dengan keinginan penguasa. Kontak juga akan mematahkan semua tuduhan yang ada karena faktanya kita bisa berbaur ditengah masyarakat tanpa indikasi melakukan hal-hal buruk yang dituduhkan oleh mereka yang tidak suka dengan kita. Bersikap baik ditengah masyarakat adalah bukti bahwa apa yang dituduhkan oleh mereka adalah salah.
Sangat berbeda jika kita mengucilkan diri dan tidak diketahui oleh masyarakat. Kecurigian dan tuduhan serta framming buruk akan mudah untuk diterima masyarakat karena lingkungan dimana kita tinggal tidak mengenal sosok seperti apa kita. Misterius membuat banyak orang curiga dan mudah berprasangka buruk. Mereka mudah diprovokasi untuk memusuhi kita, karena kita menjauh dari mereka. Padahal, pengemban dakwah harusnya membaur bersama mereka dan perlahan memperbaiki apa yang rusak.
Teruslah kontak agar kita banyak dikenal di lingkungan kita, bukan hanya sekadar ingin viral dan populer, tapi semua kita lakukan untuk tujuan mulia, dakwah. Benar kata pepatah, "Tak Kenal, Maka Tak Sayang". Lingkungan kita akan menjadi pelindung bagi kita saat kita dikenal dengan baik. Sebaliknya, jika mereka tidak kenal akan timbul prasangka yang membuat mereka berfikir buruk tentang kita. Apalagi jika ada, fitnah yang sengaja dihembuskan oleh orang-orang yang tidak suka dengan usaha dakwah kita. Terpaan angin akan semakin keras, saat kita berani secara tegas menolak kemungkaran dan kedzaliman.
Kunci keberhasilan dakwah adalah kontak, sehingga jangan enggan atau malas berinteraksi dengan orang lain untuk menciptakan target-target dakwah yang bisa dikontak. Selalu berfikir positif bahwa mereka yang menolak karena tidak paham atau butuh kita untuk membantu memahamkan. Dengan berbagi ilmu, apa yang kita pahami tidak akan hilang, bahkan semakin kuat menancap dalam pemahaman kita. Jadi tidak rugi saat ilmu kita bagi dan tidak berkurang sedikitpun, jadi teruslah berinteraksi dalam dakwah.
Kontak untuk menciptakan mesin pahala yang akan mengalirkan ke pundi-pundi pahala kita, saat ada satu orang tercerahkan dari usaha dakwah kita, kemudian dia juga ikut berdakwah dan berpihak pada agama Allah. Meskipun kita sudak tiada, jejak-jejak itu akan terus ada dan menjadi penolong kita. Bukan harta ataupun jabatan yang dikejar mati-matian oleh kebanyakan orang sebagai penolong kita, tapi kebaikan dari orang yang tersadarkan karena usaha dakwah kita akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir meskipun kita sudah tiada di dunia ini.
Gaes, tidak ada ruginya saat kita mau menciptakan kontakan-kontakan untuk tujuan dakwah. Sebagai makhluk sosial, berinteraksi dengan masyarakat adalah kebutuhan agar hidup ini terasa indah. Saat kita menyampaikan suatu kebenaran hakiki yang bersumber dari pemahaman kita yang sudah tercerahkan dengan Islam, ilmu kita bertambah kuat dan mantap. Pemahaman kita pun menjadi jernih dan lurus. Tidak hanya itu semangat untuk mengaji, menuntup ilmu akan terus terjaga membara didalam dada. Lebih penting lagi, jejak-jejak kebaikan terus tercipta dari kontakan yang tercerahkan dari usaha dakwah kita. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak kontak ditengah masyarakat sebagai kunci keberhasilan dalam dakwah. []


Posting Komentar untuk "Kontak adalah Kunci Keberhasilan dalam Dakwah"