Meninggalkan Yang Tidak Bermanfaat
Oleh : Rantika Nur Asyifa
Sobat perubahan, pernahkah kalian melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat ?. Atau kalian tidak tahu yang dilakukan itu bermanfaat atau tidak ?
Suatu perbuatan dapat dikatakan bermanfaat apabila menghasilkan suatu manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Contohnya berolahraga, berdakwah, mengerjakan kewajiban (ibadah), dan lainnya.
Jika suatu perbuatan tidak bermanfaat seperti scrol sosmed berjam-jam, bermain game online hingga tak tau waktu, dan lainnya. Maka sebaiknya ditinggalkan, selain tidak bermanfaat juga merugikan.
Mengapa bisa rugi ?. Because, seharusnya aktivitas yang tidak bermanfaat itu kita alihkan kepada aktivitas yang bermanfaat seperti melaksanakan ibadah sunnah, membaca buku, melakukan kebaikan, atau mengerjakan hobi yang bermanfaat sehingga kebaikan bisa menjadi habits. Dan bisa membawa keuntungan untuk diri sendiri.
Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah ra. ia berkata, Rasulullah saw. bersabda,
" Di antara kebaikan Islam seseorang ialah meninggalkan apa yang tidak penting baginya." (Hadits hasan, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, no. 2317).
Orang yang meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya lebih mampu memelihara waktu dan lebih mudah untuk menutupi kekurangannya. Kita tidak boleh menyia-nyiakan apa yang bermanfaat bagi diri sendiri. Semestinya sebagai seorang hamba, harus lebih memprioritaskan, memperhatikan, menyibukkan diri, dan melakukan sesuatu yang memudahkannya mencapai tujuan yakni keridhaan Allah swt.
Seandainya manusia ikut campur dalam berbagai urusan yang tidak berguna baginya niscaya akan merasakan penat dan lelah. Tetapi jika manusia berpaling dari urusan yang tidak bermanfaat baginya, maka itu akan menjadi ketentraman dan ketenangan baginya. Wallahu a’lam bisshawab []


Posting Komentar untuk "Meninggalkan Yang Tidak Bermanfaat"