Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menjadi Agen Perubahan, Why Not?


 Oleh: Juju Juwaenah (Muslimah Peduli Generasi Ciamis)


Melihat perkembangan remaja saat ini semakin miris, bahkan berada di jurang kehancuran. Gempuran dari berbagai bidang sangat dahsyat. Fashion, food, film menjadi problematika remaja untuk pintar memilah dan memilih, karena jika salah dalam memilih maka fatal akibatnya. Remaja pada dasarnya senang mencoba hal baru, sedang mencari jati diri sehingga rawan akan hal-hal negatif seperti pergaulan bebas, narkoba, tawuran, gaya hidup hedonis dan sebagainya ngeri banget ya.


Oh ya sob, mirisnya remaja saat ini gampang terpengaruh dengan hal-hal yang menjauhkannya dari syariat. Akhir-akhir ini, banyak remaja terlebih kaum wanita yang ingin terlihat good looking sampai akhirnya berujung kematian. Padahal Allah SWT telah berfirman dalam Alquran surat At-Tiin ayat 4 :


لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِ نْسَا نَ فِيْۤ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ 


“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”


Allah itu telah menciptakan kita dalam bentuk dan rupa yang paling baik. Tugas kita merawat, bukan merusak!


Naasnya, beberapa waktu lalu ada wanita yang meninggal setelah filler payudara. Diduga ia menjadi korban malpraktik. Astaghfirullahal’adziim..


Dalam Islam, upaya merubah ciptaan Allah (taghyir khalqillah) maka hukumnya haram berdasarkan nash-nash syariat. Dalil Al-Qurannya adalah keumuman Allah dalam Q.S An-Nisaa ayat 119 :


 ... وَلَاٰ مُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللّٰهِ ۗ 


“... dan akan aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah, (lalu mereka benar-benar mengubahnya).” 


Ayat ini menunjukkan keharaman mengubah ciptaan Allah, karena setan tidak menyuruh manusia kecuali kepada perbuatan dosa.


Sayangnya banyak orang di zaman sekarang yang gak paham. Mindset  capitalist yang asasnya sekuler membuat manusia memisahkan agama dari kehidupannya. Mereka akan melakukan apapun untuk mendapatkan keinginan dengan berlindung dibalik Hak Asasi Manusia. 


Seperti pemberitaan yang masih hangat diperbincangkan di ranah nasional maupun internasional yaitu LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgander). Kaum LGBT mulai berani mengekspresikan dirinya di media sosial maupun dunia nyata. Bahkan podcast Dedy Corbuzer pun mendapat sorotan karena berani mengundang pasangan gay ragil mahardika yang mengaku sudah merrsmikan pernikahannya di jerman bersama pasangan lelakinya.


Bukankah Allah SWT sudah menjelaskannya dalam Al Qur’an:


“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: ‘Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu.’ Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas” (TQS. al-A’raaf: 80-81)


Di sinilah urgennya seorang pemuda harus hadir untuk menjadi agen perubah, mengembalikan visi dan misi seorang remaja sesuai syariatnya. Sulit? Tentu akan ada banyak tantangan untuk merubah itu semua. Mustahil? Tentu tidak jika semua dilakukan dengan niat dan cara yang benar sesuai syariat-Nya. Banyak kisah para pemuda dan pemudi dalam sejarah Islam yang mampu mengubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.


Kita tentu mengetahui cerita Mus'ab bin Umair, seorang pemuda tampan nan kaya namun perubahan drastis ketika cahaya Islam telah merasuk dalam dirinya. Sehingga Rasulullah Saw. memberikan amanah untuk berdakwah di Madinah, dari seorang pemuda ini Allah mampukan penduduk Madinah menerima dakwah Islam melalui lisan Mus'ab bin Umair. Mus’ab bin Umair mampu menjadi agen perubahan atau agent of change dengan keyakinan akan pertolongan Allah SWT.


Lebih dekat lagi kita punya Muhammad Al Fatih, yang di usia mudanya mampu menaklukkan konstantinopel bersama pasukannya. Namanya harum tertulis dengan tinta emas peradaban gemilang Islam.


Saat ini pun tantangan para pemuda tidaklah mudah, gempuran budaya liberal, sekuler, hedonis begitu dahsyat menerpa kehidupan pemuda pemudi terkhusus remaja muslim dengan bantuan teknologi yang semakin canggih. Segala sesuatunya lebih cepat menyebar, apalagi kita tahu dari mulai pejabat dan masyarakat Indonesia yang cenderung lebih suka membebek atau mengikuti sesuatu yang sedang viral, tanpa adanya filter dengan mudahnya kita mengikuti apapun yang berasal dari Barat. Dengan anggapan ingin mencoba atau ini keren tanpa memperdulikan standar halal dan haram.


Merubah kezaliman atau kerusakan bukanlah hal mudah, pasti akan banyak tantangan dan hambatan yang akan menguras sendiri tenaga kita. Baik dari segi materi maupun fisik kita. Namun ingatlah, bahwa Allah SWT akan memberikan pahala yang besar berupa surga-Nya. Ngiler yah dengar kata surga, apa saja ada di sana.


Pernah mendengar sabda Rasulullah Saw. yang juga populer menjadi sebuah nasyid yang berbunyi “Gunakanlah 5 perkara sebelum datang 5 perkara; usia mudamu sebelum datang usia tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, saat kayamu sebelum datang saat fakirmu, kala luangmu sebelum datang kala sibukmu, saat hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Al-Hakim disahihkan oleh Syaikh Al-Albany, dari Ibnu Abbas ra).


Rasulullah Saw sudah mengingatkan bahwa masa muda memang harus dipergunakan sebaik mungkin, karena di tangan kamu adalah maju mundurnya suatu peradaban akan terlihat. Berlomba-lomba meraih ridlo Allah SWT untuk menggapai surga-Nya.


Sob, hidup itu pilihan! Namun ingat dalam Islam setiap pilihan ada konsekuensinya yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan sang pencipta yaitu Allah SWT. Jadi, tentukan pilihanmu dari sekarang ingin menjadi penonton kerusakan remaja, ikut gabung dengan kerusakan atau menjadi agen perubahan yang terus mengupayakan segenap kemampuan untuk membawa remaja ke dalam ketaatan sang Ilahi. Pemuda dan pemudi Islam, kalian adalah mutiara umat cikal bakal peradaban Islam, di tangan kalianlah semua itu akan terwujud. Tetap semangat menjadi agen perubah yakinlah pertolongan Allah akan senantiasa diberikan kepada umatnya yang sungguh-sungguh ingin menolong agama-Nya.


Let's move to become agents of change, upholding Islamic law !!!

Wallahu a’lam.. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Menjadi Agen Perubahan, Why Not?"