Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ikhlas, Kunci Istiqomah dalam Kebaikan


 Oleh: Mochamad Efendi


Sobat, ingat nggak kemarin saat idul adha yang rame dan viral. Yups, adalah banyak diantara teman-teman kita yang pada pamer hewan Kurban. Jika tujuannya hanya agar amalan kurbannya bisa diketahui banyak orang dan membuat mereka kagum dengan besar dan banyak sapi yang dikurbankan, sungguh sangat disayangkan. Dalam surah Al-Hajj ayat 37:


لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُحْسِنِينَ


Artinya: "Daging-daging unta dan darahnya itu tidak dapat mencapai (keridaan) Allah sama sekali, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya."


Jadi tidak perlu pamer hewan kurban dengan beratnya yang mencapai 1 ton, atau berapa banyak hewan kurban yang dipersembahkan, yang terpenting adalah keikhlasan kita dalam berkorban. Rugi gaes, jika dunia sebagai tujuan sehingga muncul penyakit riya' didalam hati yang bisa merusak amalan kita dalam berkorban. Sudah banyak nikmat yang kita rasakan yang semua itu adalah rezeki dari Allah, jika dibandingkan dengan saudara kita yang belum mampu berkurban. Menysukuri nikmat Allah dengan berkurban untuk mendapatkan ridhoNya, bukan untuk pamer agar terlihat hebat dengan hewan kurban yang paling besar dan juga paling banyak dipersembahkan. Sayang sekali jika semua yang dilakukan hanya untuk mendapatkan pengakuan dari manusia, padahal hanya ketaqwaan kita yang bisa mengantarkan kita kepada ridhoNya, bukan besar dan banyaknya hewan kurban yang bisa kita persembahkan. 


Perlu diketahui, dalam mazhab Syafi'i dan Maliki hukum menyembelih hewan merupakan sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan. Sementara itu dalam mazhab Hanafi dan Hambali, hukum melaksanakan kurban adalah wajib bagi yang mampu dan bermukim di suatu tempat dalam beberapa waktu. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya atas kamu." Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”


Mengutip hadis dari Rasulullah, Ibnu Katsir mengungkapkan:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ ». رواه مسلم


Artinya: “Sungguh, Allah tidak melihat bentuk dan hartamu, tetapi melihat hati dan perbuatanmu.”


Jadi keikhlasan dan kesungguhan kita dalam menjalankan perintah Allah SWt. adalah hal penting dalam beribadah kepadaNya. Tidak perlu dipamerkan atau ditunjukkan pada orang banyak, jika kita memang ingin berkorban dengan hewan kurban terbaik karena Allah Maha Tahu atas apa yang kita perbuat. Jangan sampai niat kita untuk berkurban dengan hewan kurban terbaik hangus dan tidak bernilai ibadah karena menuruti penyakit riya' yang suka pamer dengan amalan kita. Sungguh, rugi amalan kita yang harusnya bernilai ibadah menjadi sia-sia karena penyakit hati yang suka pamer.


Gaes, tata hatimu dan niat ibadahmu agar tidak menjadikan amalan kebaikanmu sia-sia. sekecil apapun amalan ibadahmu jika dilakukan ikhlas karena Allah tidak ada yang sia-sia. Semua amalan kebaikan yang ikhkas akan berbuah kebaikan pula. Bahkan, balasan kebaikan yang mulia akan kita dapatkan karena keikhlasan hati dalam menjalankan ibadah. Persembahkan amalan terbaikmu dan lakukan dengan ikhlas, sungguh kamu akan menjadi orang-orang yang beruntung. Allah Maha Melihat apa yang kita sudah perbuat, jadi tidak perlu ragu untuk melakukan amalan yang terbaikmu meskipun tidak dilihat dan ketahui banyak orang. Tidak perlu berhenti melakukan kebaikan, bahkan meskipun cacian dan nyinyiran yang kita dapatkan, bukan pujian dari orang lain. Ujian keikhlasan pasti akan kita dapatkan.


Tetap Istiqomah dalam melakukan kebaikan termasuk mempersembahkan amalan terbaik harus terus dilakukan di sepanjang hidup kita. Ujian akan datang untuk menguji keistiqomahanmu dalam beramal kebaikan. Pujian tidak membuatmu bangga dan terlena, sebaliknya nyinyiran dan hujatan tidak pula mampu menghentikanmu untuk terus beramal kebaikan karena semua yang kau lakukan karena Allah. Yakinlah apa yang kau lakukan tidak ada yang sia-sia karena kau melakukan semua itu bukan karena dunia yang semu dan menipu. Kau akan Istiqomah dengan amalan terbaikmu, termasuk berkurban dengan hewan kurban terbaik hanya untuk mencari ridho Allah, bukan untuk pujian dan pengakuan dari manusia. Semoga, hati kita terus terjaga dari penyakit riya' yang bisa menghapus amalan kebaikan kita, dan semoga kita bisa mempersembahkan amalan terbaik kita karena Allah, sehingga kita layak mendapatkan SurgaNya, sebaik-baik tempat kembali. []

Posting Komentar untuk "Ikhlas, Kunci Istiqomah dalam Kebaikan"