Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Saat Keburukan Kita Menginspirasi dan Ditiru Orang Lain, Ngeri!


 Oleh: Mochamad Efendi


Gaes, jangan berbuat keburukan dan penyimpamgan perilaku hanya untuk viral dan terkenal. Sudah banyak contoh penyimpangan perilaku yang sengaja diviralkan karena ingin mendapatkan perhatian, like dan subscribe. Tidak disadari konten tentang perilaku menyimpang ternyata bisa menginspirasi yang lain untuk berbuat hal yang melanggar kodratnya, sebagai makhluk yang paling mulia. Manusia menjadi seburuk-buruk makhluk karena meninggalkan aturan agama yang bisa membuatnya mulia. 


Tentunya kita ingat LGBT marak dibicarakan setelah secara blak-blakkan dipromosikan dalam sebuah acara podcast yang mengundang pelaku LGBT, bahkan dengan bangganya telah menikah di satu negara yang membolehkan pernikahan sesama jenis. Sama sekali tidak merasa bersalah  dengan keputusannya yang bisa membawanya menjadi seburuk-buruk makhluk, perilaku menyimpang lebih rendah dari seekor binatang. Ternyata belakangan ini, dikabarkan ada beberapa pelaku LGBT yang mengikuti jejaknya pergi ke luar negeri dan menikah disana. Ngeri, kalau dia menyadari ternyata keburukan dan penyimpangan perilaku yang dilakukan telah menginspirasi dan diikuti oleh orang lain. Bukan pahala tapi dosa jariyah yang dia akan panen bahkan saat dia harus kembali menghadap Yang Maha Kuasa, Allah SWT.


Contoh lain seperti apa yang dilakukan oleh pelaku transgender, yang aksinya ingin merubah penampilannya dengan operasi plastik viral di sosial media. Walaupun terlahir sebagai laki-laki namun tidak bersyukur dengan takdirnya sebagai laki-laki. Dia bahkan mempunyai keinginan kuat untuk menjadi sosok perempuan cantik dan menarik, bahkan sekalipun harus bersakit-sakit untuk mendapatkan apa yang diinginkan dengan operasi berkali-kali.  Banyak yang mencibir, namun juga ada yang mendukung bahkan bisa jadi ada yang mengikuti jejaknya meskipun sudah melanggar kodratnya. Operasi plastik yang dilakukan, gagal maupun berhasil tidak akan membawa kebaikan pada dirinya. Ngeri gaes, saat dia mampu merubah dirinya menjadi sosok perempuan cantik dan menarik yang dia inginkan. Tentunya, itu akan membuatnya lupa diri dan jauh dari kata taubat, padahal kematian bisa sewaktu-waktu datang menjemput dan sangat dekat tanpa disadari tiba-tiba datang menghampiri.


Lebih parah lagi gaes, ternyata ada juga yang melakukan pernikahan dengan kambing, dan aksinya juga menarik perhatian warganet dan viral juga di jagat sosial media. Memang aneh saat manusia hanya mengikuti nafsunya, akalnya jadi mati dan tidak mampu berfikir sehat. Ada lagi, seorang perempuan cantik mengadakan pernikahan, dilakukan bukan dengan orang lain, tapi diri sendiri, sologami. Manusia memang bermacam-macam pemikirannya dan amalan perbuatannya, tapi jangan sampai kita terperosok pada perbuatan yang membawa pada kehinaan di dunia dan mendapatkan adzab yang pedih di neraka jahanam karena perbuatannya yang melampaui batas.


Pemikiran manusia yang rusak telah menjadikan mereka bahkan lebih buruk dari binatang. Bahkan dalam surat Al-Bayyinah, manusia bisa menjadi seburuk-buruk makhluk, karena mereka tidak mau beriman dan mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh pencipta manusia. Dan begitu mudahnya sekarang perilaku menyimpang, aneh dan bertentangan dengan agama yang lurus dan mulia dipertontonkan tanpa tersentuh oleh hukum dan viral. Dan anehnya mereka merasa bangga dan tidak merasa bersalah ketika mendapatkan pengakuan dan dukungan, meskipun itu adalah perbuatan salah dan menyimang.


Gaes, jangan bangga dan senang jika keburukan yang kita lakukan viral dan dicontoh banyak orang. Jangan viral dan terkenal menjadi tujuan, sehingga secara tidak sadar kita telah menginspirasi orang lain berbuat keburukan. Sungguh rugi dunia akhirat, bukan kebaikan yang kita dapat, tapi dosa yang terus mengalir karena kita sudah menyeru pada keburukan dan diikuti oleh yang lain. Bersabar dan terus belajar untuk menghasilkan karya yang baik dan menginspirasi kebaikan. Bukan cara instant dengan menunjukkan hal aneh yang menyimpang agar terkenal dan menjadi selebritis dadakan.


Ngeri gaes, saat apa yang kita lakukan tidak hanya membawa keburukan pada diri sendiri tapi juga pada orang lain. Selain kita harus mempertanggung jawabkan apa yang sudah kita lakukan,  harus juga ikut menanggung dosa orang lain yang jatuh terperosok dalam lembah dosa karena kita. Oleh karena itu, tidak usah bangga dengan keburukan yang kita lakukan. Bukannya dipamerkan pada orang lain, tapi harusnya kita berfikir dan sadar, kemudian bertaubat dengan meninggalkan semua kesalahan, dan menghiasi sisa hidup kita dengan kebaikan-kebaikan yang dikaitkan dengan ajaran yang lurus dan mulia, Islam.


Gaes, gunakan sosial media untuk menyampaikan kebaikan yang dikaitkan dengan Islam agar kamu termasuk orang-orang beruntung. Dapat palaha jariyah dari orang yang terinspirasi atas kebaikan kita, bukan dosa yang terus mengalir atas keburukan yang sengaja dibuat viral. Kebaikan harus dilakukan secara Istiqomah meskipun tidak viral dan terkenal, karena tujuan kita hanyalah untuk mencari ridho Allah, bukan pengakuan manusia. 


Viral dan terkenal bukanlah tujuan, tapi sebagai  cara agar dakwah kita bisa diterima banyak orang.   Menyeru pada kebenaran Islam, dan berani menolak dan berkata tidak pada kemungkaran harus dilakukan, meskipun tidak semua orang senang.  Cibiran, nyinyiran dan hujatan jangan menghentikan langkah kaki kita untuk terus berdakwah untuk menyampaikan kebenaran Islam dan juga kesabaran agar kita tidak termasuk orang-orang yang merugi. Bukan banyaknya orang yang suka dan subscribe sebagai ukuran benar dan salah, tapi haram dan halal sesuai dengan sumber hukum Islam, al-Qur'an dan al-Hadist. []

Posting Komentar untuk "Saat Keburukan Kita Menginspirasi dan Ditiru Orang Lain, Ngeri!"