Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Bertaubat


 Oleh : Rantika Nur Asyifa


Hai sobat perubahan, gimana kabarnya ?. Kabar fisik, mental, dan keimanannya. Semoga semua dalam keadaan sehat ya. Sekalipun ada yang kurang sehat, harus segera diobati sebelum menyesal dikemudian hari.


Terkadang banyak remaja yang mengatakan, " nikmati aja dulu masa mudamu. Baru kamu bertaubat dimasa tuamu ". Eittssss yakin usia nya bakal sampe ke masa tua ???. Apakah ada yang bisa menjamin ?. Profesor, doktor, ilmuan, atau bahkan ustadz sekalipun tidak bisa menjamin usia manusia sampai berapa tahun.


Lalu mau sampai kapan terus-menerus menikmati masa muda dalam artian senang-senang dan poya-poya dengan yang dimiliki saat ini ?. Dan tau ga sih sobat perubahan, ternyata banyak yang menjadikan apa yang dijalani saat ini menjadi dalih bahwa dia tidak bisa bertaubat.


Contohnya, seorang remaja telah mengambil keputusan untuk bergabung dengan teman-teman sosialita, yang hobi nya bermegah-megahan dan menghabiskan harta orang tua. Atau tergerus dengan pergaulan bebas.


Mereka berdalih bahwa sudah terlanjur terjun ke dunia bebas, jadi susah untuk keluar atau susah untuk bertaubat. Tapi semua itu tidak bisa dijadikan dalih untuk membenarkan perkataan mereka. Tidak ada kata terlambat untuk bertaubat, sekalipun dalam jurang yang gelap, masih bisa untuk bertaubat.


Setelah itu keluar dari lingkungan yang dapat menggugurkan kembali niat taubatmu dan bergabunglah bersama kelompok yang dapat meningkatkan semangatmu untuk bertaubat. Jika mau kembali kepada teman-teman sebelumnya boleh saja, tapi niatkan untuk mengajak mereka bersama-sama untuk taubat dan menjadi lebih baik, bukan malah sebaliknya.


Menurut para ulama, taubat dari segala macam dosa hukumnya wajib. Jika maksiat yang dilakukan hanya menyangkut hak antara manusia dan Allah SWT, maka taubat semacam ini mempunyai 3 syarat :

1. Benar-benar berlepas diri dari maksiat.

2. Menyesali segala dosa yang diperbuat.

3. Berjanji untuk tidak mengulangi kemaksiatan itu selama-lamanya.


Misalkan seorang hamba meninggalkan shalat 5 waktu atau tidak menunaikan zakat, maka itu termasuk bentuk maksiat yang hanya menyangkut hak antara manusia dan Allah SWT. Maka wajib bagi manusia untuk bertaubat, jika salah satu dari ketiga syarat di atas tidak terpenuhi, maka taubat seseorang dianggap tidak sah.


Allah SWT berfirman :

" Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung." ( TQS. An-Nur : 31).

Wallahu a’lam bisshawab []

Posting Komentar untuk "Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Bertaubat"