Gaes, Jangan Ikut-Ikutan Menolak Kebenaran!
Oleh: Mochamad Efendi
Gaes, pentingnya untuk terus mengaji agar tidak ikut-ikutan kebanyakan orang yang tidak jelas pemahamannya. Dengan mengaji, kita menjadi paham dengan apa yang kita lakukan sesuai dengan yang diperintahkan dalam hukum syara' atau tidak. Dengan sekuat tenaga kita harus mampu meninggalkan perbuatan yang dilarang dalam ajaran Islam. Sebagai umat terbaik tidak boleh hanya ikut-ikutan tanpa landasan ilmu yang benar karena kita dilarang mengikuti sesuatu yang tidak diketahui. Dalam surat al-Isra' kita diingatkan untuk tidak ikut-ikutan tanpa mau berfikir apa yang kita lakukan benar atau salah. "Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya." (Al -Isra' ayat 36)
Gaes, kita juga perlu saling menasehati, bukan saling menyalahkan, tapi saling memahami kebenaran dengan Islam. Apa yang sudah kau lakukan sepanjang hari? Apakah hanya diam saja, atau melakukan kebaikan sesuai dengan Islam. Kita perlu memiliki pemahaman yang benar dengan belajar dan terus mengaji tentang Islam. Meskipun kita meyakini bahwa sesuatu benar tapi bisa jadi ada yang salah, makanya kita perlu saling menasehati agar bisa menemukan kebenaran hakiki
Gaes, kita tidak boleh sombong dengan menolak kebenaran. Jika kita yakin bahwa sesuatu itu benar dalam pandangan Islam, kenapa harus menolaknya. Banyak pertimbangan untuk menolak kebanaran padahal semuanya tidak berdasarkan dalil yang benar. Karena ini dan itu hanya pertimbangan nilai-nilai pragmatis yang bersumber dari pemahaman manusia yang lemah dan bisa salah. Ingat gaes, pendengaran, penglihatan, dan hari nurani kita akan dimintai pertanggung jawaban. Jangan kita menolak sesuatu padahal kita mengetahui bahwa sesuatu itu benar. Semua harus dikembalikan pada dalil yang benar hukum Syara' yang jelas halal dan haram, bukan dalil pembenar
Dan jika sudah tahu bahwa sesuatu benar, kenapa harus ditolak dan tidak perlu kata tapi dengan berbagai pertimbangan harga mati untuk meninggalkan kewajiban, apa yang diperintahkan dalam Islam. Dan juga tidak perlu ragu untuk meninggalkan sesuatu jika hukumnya jelas haram. "Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung." (Al- Isra' ayat 37)
Kesombongan akan menjadi penghalang bagi kita untuk menemukan kebenaran. Tersesat dalam kesesatan yang nyata karena dalam hatinya ada penyakit sombong. Manusia tidak layak sombong, karena semua yang kita miliki serta kemampuan dan pengetahuan yang kita dapat tidak lain hanya karena izin Allah. Semua adalah pemberian Allah Yang Maha Pemberi rezeki. Lalu apa yang kita mau sombongkan, padahal kesombongan tidak membawa kebaikan apa-apa. Kerena kesombongan, raja Fir'aun dan bala tentaranya ditenggelamkan di laut merah. Dan karena kesombongan, raja Namrud dihinakan di akhir hidupnya, mati karena binatang kecil, lalat, padahal semasa hidupnya dia sangat berkuasa. Begitu mudahnya Allah mencabut kekuasaan dari orang yang dikehendaki dan memberikan kekuasaan pada orang yang dihendaki. Sungguh, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Gaes, jadilah remaja yang punya karakter, dan prinsip. Terus mengaji untuk meningkatkan pemahaman kita tentang Islam. Kemudian, kita harus rela diatur dengan Islam, baik pola pikir maupun sikap kita, sehingga terbentuklah berkepribadian Islam yang khas. Memahami tujuan hidup yang benar. Jadilah seperti ikan yang hidup di sungai, bergerak sesuai dengan tujuannya yang ingin dicapai, bukan diam statis seperti batu, atau daun yang terbawa kemana arus sungai menuju.
Gaes, hidup ini harus punya prinsip bukan ikut-ikutan. Berfikirlah dan terus mengakaji Islam agar pemahaman kita tercerahkan dan tertunjuki ke jalan yang lurus. Jalan orang-orang yang telah diberi nikmat, bukan orang-orang yang dapat murka dari Allah, dan tidak pula mereka yang tersesat. Bergeraklah sesuai dengan pemahaman Islami menuju tujuan yang benar yakni beribadah kepada Allah. Berfikirlah dan Berbuatlah sesuai dengan ajaran Islam agar hidupmu mulia dan selamat di dunia dan akhirat.
Kepribadian Islam akan menjadi benteng bagi remaja agar tidak terpengaruhi oleh hal-hal buruk dari sistem yang buruk. Remaja berkepribadian Islam akan berjalan di muka bumi dengan tawaduk, rendah hati karena hatinya selalu tunduk dan berserah diri kepada Allah SWT. Remaja berkepribadian Islam tidak mudah terwarnai oleh keburukan, bahkan dia akan memberi warna siapa saja yang ada disekitarnya dengan kebaikan Islam. Bagaikan mutiara yang selalu bersinar, dialah remaja ideal yang akan membawa perubahan dengan Islam dan menjadi generasi unggul, pemimpin masa depan yang kita harapkan bisa membawa perubahan pada negeri ini ke arah yang lebih baik dengan Islam. []


Posting Komentar untuk "Gaes, Jangan Ikut-Ikutan Menolak Kebenaran!"