Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jadilah Generasi Cerdas Ditengah Maraknya Fenomena Bunuh Diri




 Oleh: Yulianti Rizki


Sobat perubahan, tau ga si kasus kematian akibat bunuh diri di negeri ini meningkat lhoooo ?. serem ya ... Dilansir dari  Antara kantor berita Indonesia  menurut  laporan terakhir WHO Global Health Estimates  diperkirakan mencapai 793 ribu  kematian pada tahun 2016 atau 40 detik setiap satu kematian. Artinya terdapat 20 kasus percobaan bunuh diri disaat waktu bersamaan dan menurut data kepolisian republik Indonesia pada tahun 2020 terdapat 671 kasus akibat bunuh diri.

Sementara data potensi desa badan pusat statistik 2021 menyebut telah terjadi 5.787 korban bunuh diri maupun percobaan bunuh diri dan dilansir dari kementerian kesehatan telah meriset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, menunjukan lebih dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional, dan lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami depresi.


Angka yang menakjubkan bagi negara yang dilebeli sebagai negara mayoritas muslim terbesar, namun faktanya tidak menjamin akan terbebas dari kasus bunuh diri yang sebagian besar faktor utamanya adalah depresi dan gangguan mental. Seperti yang di ketahui depresi itu merupakan suatu kondisi emosional berkepanjaangan yang mewarnai proses berfikir, berperasaan, berprilaku seseorang yang penyebabnya bisa dari berbagai peristiwa.


Ada asap berarti ada api, tidak akan ada akibat jika tidak ada sebab, kata yang pas untuk keadaan negara saat ini yang mengadopsi sistem sekulerisme untuk mengatur kehidupan yang memaknai bahwa hidup sukses adalah sebuah kebahagiaan entah dengan apa caranya tapi duniawi adalah tujuanya, sepintas sekulerisme memang menawarkan peraturan yang menggiurkan yaitu kebebasan, ya segala macam kebebasan hingga akhirnya kebablasan yang berujung kesesatan.


Untuk menjaga iman agar tetap istiqomah tentunya perlu adanya bimbingan seperti yang rasulullah saw ajarkan, salah satunya dari pembinaan di sekolah  tempat yang seharusnya memang dijadikan untuk belajar, membentuk kepribadian islam yang kuat, taat kepada agama dan mencerdaskan anak bangsa, eh malah  melahirkan generasi yang rapuh, mudah menyerah dan putus asa karena banyaknya tekanan dari berbagai arah tanpa memikirkan kemampuan dan mental demi meraih kesuksesan. 


Salah satunya telah terjadi kasus bunuh diri dimana-mana, yang di sebabkan karena depresi akibat tekanan dari sekolah, pertemanan, keluarga ataupun lingkungan di sekitarnya, merasa insecure karna di bandingkan atau tidak bisa meraih mimpinya lalu merasa kecewa dan muncul perasaan bahwa hidup ini tidak   berguna lagi.


Karena kurangnya pemahaman islam, setiap ucapanpun tidak terkontrol yang awalnya hanya bercandaan namun berakhir kematian, contoh kasus yang di lansir dari holp.id ada siswi asal semarang yang bernazar akan melakukan bunuh diri jika tidak lolos PTN, lalu siswi SMP bunuh diri akibat mendapatkan perilaku kasar dari pacarnya.


Lalu dilansir dari kompas.com sebelum ditemukan tewas gantung diri, mahasiswa berinisial BH sempat berkeluh kesah soal kuliahnya selama 7 tahun yang tak kunjung selesai. Dengan jauhnya generasi  muda  dari islam, inilah yang terjadi, mereka semakin mudah terbawa arus hingga kedalam jurang kehancuran, karena tujuan utamanya adalah duniawi.


Terbukti bahwa kasus ini adalah contoh sebagian kecil dari rapuhnya sistem ini, berhasil menggerogoti keimanan seorang muslim dengan begitu rapih pemikrian barat di masukan ke dalam negeri islam dan diadopsi sebagai aturan negara lalu dampak negatifnya begitu sangat terasa hingga detik ini.


Nah generasi muda,  saatnya buka mata  dan sadar bahwa sistem sekulerisme ini salah, bangkit dan Jadilah generasi yang di harapkan oleh rasulullah saw, taat terhadap perintah Allah swt,  karena hakikatnya manusia tetap membutuhkan sang pencipta yang maha mengetahui untuk mengatur urusan dunia.

Wallahu'alam bissawab.[]

Posting Komentar untuk "Jadilah Generasi Cerdas Ditengah Maraknya Fenomena Bunuh Diri"