Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menghiasi Waktu Menunggu Dengan Memperbanyak Amal Kebaikan


 Oleh: Mochamad Efendi


Gaes, menunggu adalah waktu yang sangat membosankan. Waktu terasa berjalan lambat, membuat hati ingin mengumpat. Hati gelisah menunggu waktu, tapi tidak menghasilkan apa-apa. Gaes, lebih baik berkarya atau meningkatkan kemampuan dan manambah pengetahuan dengan menulis dan membaca. Rugi gaes, jika waktu yang berharga  dibiarkan begitu saja tanpa ada kebaikan dan karya tercipta. Janganlah menjadi orang-orang merugi karena menyia-nyiakan waktu, padahal kita bisa berkarya dengan membuat satu tulisan atau konten-konten islami yang menginspirasi.


Gaes, jadilah orang kreatif yang menghasilkan sesuatu berharga disaat waktu menunggu terasa lama dan membosankan. Waktu akan terus berjalan meskipun kita hanya diam tidak melakukan apa-apa. Hanya untuk membuat waktu menunggu terasa cepat banyak dari kita melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Bermain game online, salah satu contohnya, hanya membuat kita malas belajar. Tidak sadar waktu yang  berharga kita sia-sia dengan perbuatan atau aktifitas yang tidak membawa kebaikan. Padahal kalau kamu suka membaca, kamu akan dapat informasi baru atau pengetahuan yang diperlukan untuk menambah wawasan dan meningkatkan kemampuanmu dalam memahami bacaan. Jadikan membaca menjadi hobi sehingga tidak terasa pengetahuan dan kemampuan membacamu terus meningkat.  Membaca juga bisa dijadikan pilihan aktifitas agar waktu menunggumu lebih menyenangkan dan bermanfaat.


Saat teman yang kau tunggu tidak jadi datang kamu tidak perlu marah jika waktu menunggumu ternyata sangat menyenangkan dan tidak terasa satu karya tercipta. Kamu juga merasa beruntung ternyata waktu menunggumu bisa memberikan manfaat dengan menghasilkan sesuatu yang bisa dibagi pada orang lain. Gaes, waktu terlalu berharga jika disia-siakan, dibiarkan berjalan tanpa ada peningkatan kemampuan dan karya inspiratif yang tercipta. 


Mulai sekarang bertanya pada diri sendiri apa yang sudah kita lakukan seharian. Apa sepanjang hari terasa membosankan? Sudahkah kita mampu merubah waktu menunggu yang membosankan menjadi menyenangkan dengan banyak kebaikan yang tercipta. Jejak kebaikan itulah yang nanti kita butuhkan, saat harus menghadap kepada Sang Pencipta dan Pemilik hidup. Sudahkah kita menghiasi sisa waktu kita untuk kebaikan dan aktifitas beribadah kepada Allah SWT. Atau malah sepanjang waktu kita jadikan waktu menunggu yang membosankan. Waktu akan terus berjalan sampai pada waktu menunggu habis, dan saatnya menghadap kepada Allah SWT  yang sudah memberikan waktu dan kesempatan hidup di dunia.


Gaes, hidup di dunia pada hakekatnya adalah waktu menunggu untuk giliran mati. Waktu menunggu kita terasa membosankan atau menyenangkan tergantung dari pandainya hati untuk bersyukur atas nikmat Allah. Nikmat Hidup harus kita syukuri sebagai kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki diri dengan menghiasi banyak kebaikan. Jangan menjadi orang merugi dengan menyia-nyiakan waktu kita untuk hal-hal mubah yang tidak bermanfaat. Ingatlah  tujuan hidup kita, beribadah pada Sang Pemilik Hidup. Sungguh celaka bagi mereka yang sibuk dengan keburukan dan bangga dengan amalannya karena ingin viral dan terkenal. 


Gaes, nikmat dunia jangan membuatmu lupa selama menunggu waktu matimu. Tidak harus menunggu tua jika sudah waktunya tidak ada yang bisa menundanya. Kematian pasti akan datang menghampiri setiap jiwa yang hidup. Tidakkah kita perhatikan orang-orang yang ada disekitar kita yang pergi untuk selama-selamanya dan tidak bisa kembali ke dunia karena waktu menunggunya sudah habis dan kesempatan untuk bertaubat sudah tertutup bagi mereka.


Gaes, gunakan waktu menunggumu untuk melakukan banyak kebaikan yang dikaitkan dengan ajaran Islam agar engkau termasuk orang-orang yang beruntung, mereka yang mendapatkan nikmat, bukan mereka yang dapat murka Allah SWT., bukan pula mereka yang tersesat. Langkahkan kakimu di jalan Allah dengan ikhlas. Hidup akan terasa indah bila kita mampu menghiasi hidup ini dengan kebaikan karena Allah, sejalan dengan tujuan hidup kita. Tidak ada yang sia-sia, kelak kamu akan diperlihatkan semua amalanmu. Sungguh, beruntung bagi mereka yang banyak melakukan kebaikan, dan berani berkata tidak untuk keburukan.


Menunggu bukan berarti tidak melakukan apa-apa, tidak pula membuat waktu berjalan cepat dengan aktifitas maksiat yang dilarang dalam syariat. Merugi jika tidak ada jejak kebaikan yang tercipta sepanjang hari, padahal waktu akan terus bergulir, siang berganti malam dan malam berganti siang.  Waktu akan terus berjalan tanpa bisa dihentikan. Celaka, jika malah jejak keburukan yang tercipta, bahkan dibiarkan viral agar menghasilkan keuntungan dunia. 


Hanya dengan satu teriakan saja mereka bisa hancur dan harus meninggalkan semua yang sudah dikumpulkan di dunia. Dan ternyata semua perhiasan dunia harus ditinggalkan tanpa ada yang dibawa saat harus menuju perjalanan ke kampung akhirat. Hanya jejak-jejak kebaikan yang dikaitkan dengan ajaran Islam dan dilakukan ikhlas karena Allah yang bisa menjadi penerang jalan menuju tempat keabadian. Masihkah kita menyibukkan diri dengan urusan dunia mati-matian hingga lupa menyiapkan diri untuk kehidupan setelah mati yang pasti akan kita jalani. Berfikir cerdas dan cemerlang dengan mengingat mati agar tidak lupa diri dengan nikmat dunia yang pasti akan berakhir dan kita tinggalkan semuanya. Hidup di dunia pada hakikatnya waktu menunggu untuk giliran kita mati, sehingga jangan sampai lupa untuk mempersiapkannya kehidupan setelah mati agar kamu mulia  di dunia dan selamat di akhirat nanti. []

Posting Komentar untuk "Menghiasi Waktu Menunggu Dengan Memperbanyak Amal Kebaikan"