Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Syirik Kok Dipelihara?


 Oleh : Aira (Penulis Remaja) 


Ikatan-ikatan syirik masih kerap bertebaran di negeri ini. Pada abad modern saat ini, dunia gaib ternyata masih menjadi primadona dalam menghadapi masalah kehidupan. Padahal, Islam adalah mayoritas agama yang dianut penduduk negeri ini, tetapi praktik klenik seakan tidak bisa ditinggalkan.


Bahkan akhir-akhir ini viral kasus perdukunan yang mengatas namakan pengobatan. Namun, tiba-tiba berantakan setelah berbagai tehnik perdukunan nya dibongkar oleh Marcel sang Pesulap Merah. Akibatnya, seorang dukun dengan sertifikat perdukunan dari Majelis Brajamusti bermaksud membalas Pesulap Merah atas tindakannya terhadap Gus Samsudin (dukun yang dibongkar oleh Marcel, ed.). Dalam laman Tiketnya, orang tersebut meminta pertolongan pada makhluk gaib untuk mengirim teluh pada si Pesulap Merah.


Kesyirikan dan kemusyrikan ternyata telah menjadi ajang bagi sekelompok orang untuk mendapatkan keuntungan materi. Mereka memainkan peran sebagai dukun, orang pintar, bahkan ada yang praktiknya membawa Islam agar masyarakat percaya. Mereka-mereka mematok biaya yang tidak sedikit.


Masyarakat yang memiliki iman yang lemah maka banyak diantara mereka demi untuk mendapat kekayaan, mereka rela melakukan praktik perdukunan dan penipuan.


Dengan berbagai macam pelayanan, penawaran berbagai ilmu gaib dengan variasi keunggulannya, praktek tersebut tidak berjalan sendiri melainkan ada semacam padepokan yang mewadahi. 


Saat kemusyrikan sengaja di masifkan dan pelakunya bermain media sosial, tanpa disadari akidah umat semakin melemah. Tentu ada pihak-pihak yang harus bertanggungjawab dalam masalah ini. 


Ketika praktek kemusyrikan terang-terangan dipercayai dan diikuti oleh negara dengan dalih melestarikan budaya nenek moyang, seperti halnya kasus pawang waktu lalu, maka seolah-olah negara justru mendukung praktek tersebut. Padahal negara seharusnya hadir sebagai penjaga akidah umat.


Penjagaan akidah bagi individu tetap membutuhkan peran negara yang berdaulat. Oleh karenanya, pemimpin muslim tidak boleh membiarkan kerusakan iman dan kemusyrikan terjadi berlarut-larut. Hanya saja, sistem Islam satu-satunya yang mampu menyelesaikan masalah ini secara tuntas. Wallahu a'lam. []

Posting Komentar untuk "Syirik Kok Dipelihara?"