Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ungkapan Rasa Syukur Atas Kemerdekaan, Bukan dengan Goyang dan Aksi Nyleneh


 Oleh: Mochamad Efendi


Goyang dan aksi konyol mewarnai aksi perayaan kemerdekaan. Apakah kemerdekaan harus diekspresikan dengan sesuatu yang tidak patut untuk dilakukan. Merdeka bukan berarti bebas, tanpa aturan apalagi melakukan aksi yang tidak patut sebagai muslim sejati. Goyang dan gerakan erotis yang mengundang nafsu birahi bukanlah bentuk kemerdekaan. Berbusana konyol dengan membuka batas aurat yang harusnya tidak ditampakkan adalah bentuk kesalahan, bukan kemerdekaan. Standar perbuatan seorang muslim sejati adalah hukum Syara'. Apa yang boleh dan tidak, patut atau tidak harus dikembalikan pada dalil hukum Islam, bukan kebiasaan yang sering disebut kearifan lokal yang dijadikan landasan dalam bertingkah laku. Padahal, kebiasaan atau budaya lokal tidak selalu benar. Kebiasaan adalah fakta yang harus dirubah jika salah dan tidak sesuai dengan standart perbuatan yang benar.


Laki-laki berpakaian dan bergaya seperti perempuan agar bisa menunjukkan aksinya terunik dan terkonyol bukanlah perbuatan yang patut dilakukan. Sebaliknya, yang perempuan bergaya seperti laki-laki sungguh sudah melampaui batas kepatutan. Mereka terlihat aneh dalam kostum yang dipakai. Apakah ini arti dari merdeka, saat seseorang bisa melakukan sesuatu diluar kepatutan. Padahal seorang muslim laki-laki tidak boleh berbusana menyerupai perempuan dan sebaliknya perempuan juga tidak boleh menyerupai laki-kaki.


Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat para perempuan yang menyerupai laki-laki, dan para lelaki yang menyerupai perempuan.” Dalam hadis lain disebutkan, “Allah melaknat perempuan yang mengenakan pakaian laki-laki dan laki-laki yang mengenakan pakaian perempuan.”


Batasan aurat juga jelas bagi seorang muslim baik laki-laki maupun perempuan, bagian mana yang tidak boleh ditampakkan sebagai aurat. Jangan hanya karena mengungkapkan kemerdekaan batasan berbusana muslim secara syari' dilanggar dengan menampakan bagian tubuh yang merupakan aurat yang tidak boleh diperlihatkan didepan umum. Apa hanya untuk semarakkan peringatan HUT RI, hukum Syara' ditinggalkan agar nampak unik, aneh dan konyol.


Gaes, kemerdekaan bagi muslim sejati adalah saat kita bisa menjalankan seluruh perintahNya dan menjauhi semua laranganNya. Bertawqa dengan sebenar-benar taqwa itulah kemerdekaan hakiki seorang muslim sejati. Menjadi agent perubahan dengan kebenaran Islam, bukan ikut-ikutan kebanyakan orang tanpa memahami bahwa apa yang dilakukan adalah salah. Berani berkata yang benar adalah kemerdekaan hakiki meskipun tidak dapat dukungan bahkan hujatan dari orang-orang yang fobia terhadap ajaran Islam karena sudah terpapar virus sekularisme dalam pemahaman mereka. Tidak ada rasa takut di dalam hati, karena seorang muslim yang merdeka menyerahkan hidup dan mati serta segala urusan pada Pemilik Hidup, Allah SWT, yang berkuasa atas segala sesuatu.


Gaes, semua harus dikembalikan pada ajaran Islam yang lurus dan mulia bukan srandart pemahaman manusia yang lemah dan sering salah. Berani berkata tidak atas segala sesuatu yang salah dalam pandangan Islam adalah kemerdekaan yang sesungguhnya, meskipun bisa jadi dalam padangan manusia dianggap hebat karena mampu menyajikan sesuatu yang heboh dan menarik banyak perhatian. 


Seorang muslim sejati berfikir dan berbuat dengan standart hukum Syara'. Pola pikir dan sikap islami membentuk jiwa yang merdeka. Tidak takut mengatakan kebenaran Islam, meskipun bertentangan kebenaran umum yang diyakini benar oleh orang kebanyakan. Kebiasaan salah harus dirubah gaes, dengan Islam, dan jiwa yang merdeka berani untuk menyampaikan semua kebenaran dan meluruskan sesuatu yang bengkok. 


Gaes, merdeka bukan diungkapkan dengan berjoget ataupun berbusana aneh dan nyleneh yang melanggar hukum Syara', tapi dengan rasa syukur atas semua nikmat. Terus meningkatkan iman dan taqwa adalah bentuk ungkapan syukur atas nikmat kemerdekaan yang benar.  Kemerdekaan hakiki datang dari hati, saat kita mampu tunduk dan berserah diri pada Sang Pemilik Hidup. Jiwa seorang muslim yang merdeka memiliki hati terbebas rasa takut atau belenggu apapun karena hatinya mampu berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Hidup terasa tenang jauh dari ketakutan dan kegelisahan, karena iman dan taqwa terjaga didalam dada. Setiap memutuskan sesuatu dan melakukan perbuatan selalu dikaitkan dengan Islam. Berani mengatakan kebenaran Islam dan tidak takut berkata tidak untuk hal yang dilarang dengan hukum syara' adalah kemerdekaan yang sesungguhnya.  Berbuat dan bergerak sesuai dengan hukum Syara' itulah kemerdekaan hakiki seorang muslim sejati.


Berdakwah harus konsisten dengan kebenaran Islam, tidak usah kompromi dengan kemaksiatan. Ibarat mutiara ditengah umat, pengemban dakwah membawa cahaya Islam yang menerangi siapa saja agar mendapat petunjuk jalan yang lurus. Membawa perubahan dengan Islam, bukan ikut-ikutan dengan dalih yang membenarkan sesuatu yang salah. Bebaskan dirimu dari belenggu dan penghambaan duniawi. Mari wujudkan penghambaan hanya kepada Allah SWT saja, agar hatimu selalu merasakan kemerdekaan yang sebenarnya. []

Posting Komentar untuk "Ungkapan Rasa Syukur Atas Kemerdekaan, Bukan dengan Goyang dan Aksi Nyleneh"