UMAT TERBAIK SALING MENGINGATKAN
Oleh: Hilwa Z.N (Santri Ponpes Darul Bayan Sumedang)
Kita adalah umat terbaik di Al-Qur'an, tapi kok faktanya orang Islam dilecehkan, Rasulnya di hina, eh umatnya berlagak gak tau. Kemiskinan udah jadi ciri khas. Kebodohan identik dengan kita, umat yang mau menukarkan keimanannya dengan kardus mie instan, umat yang saling sikut mendapatkan jabatan. Menjual agama untuk kenikmatan sesaat. Walau sich itu hanya oknum saja. Terserah mau mengakuinya atau tidak, yang pastinya, itu kata dunia.
Allah berfirman dalam (QS. Ali Imran 3:110) "Kalian adalah umat terbaik yang di turunkan kepada manusia (untuk) menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah...."
Ayat di atas sebenarnya belum komplit, namun ini udah cukup untuk mewakili esensi yang dimaksud. Untuk menjadi umat yang terbaik, ternyata gak segampang yang dipikirkan. Selain kemampuan awal untuk membangun rasa tidur pada diri kita lewat cara cara yang sifatnya neuromotivasi dan the power of thinking, ada syarat lain yang sudah jelas tertulis di Al-Quran. 'Menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar.' Mencegah kemungkaran merupakan salah satu tindakan yang menyuruh pada kebaikan. Bukankah tidak melakukan kemungkaran adalah lebih baik dari pada melakukan kemungkaran. Kadang pendapat itu mirip dengan kalimat 'menaati perintahNya dan menjauhi laranganNya'. Kalimat yang adanya penekanan pada makna, perbuatan menjauhi laranganNya adalah salah satu dari menaati perintahNya. Al Qur'an sangat luar biasa.
Tak ada istilah dalam Islam "yang penting saya sholat, yang penting saya zakat, yang penting saya sukses, yang penting saya pintar, yang penting saya berkarya, dan yang penting saya egois". Dalam pekatnya gelap kapitalis yang sudah meneteskan embun-embun menusuk individualisme, Islam memberikan kehangatan dalam indahnya kebersamaan. Pantaslah menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah kepada yang mungkar menjadi syarat umat yang terbaik, kita tak syar'i kalau hanya bisa menjadi individu yang terbaik. Syarat ini sungguh luar biasa karena bisa menciptakan keseimbangan dalam menuju perbaikan diri, mampu menciptakan sistem yang bisa mengontrol proses progresivitas kita. Dengan juga menyuruh pada yang ma'ruf kadang kita mendapat the power of 'terbebani'.
Malulah orangnya ngajak berubah, kok dia dari zaman baheula gitu gitu aja, malulah yang bangunin 'yuk tahajud.. yuk tahajud" eh subuhnya dipending aja gara-gara mata lengket gak bisa dibuka. Nah, terciptalah sistem yang membangun yang mampu menjadi cambukan hangat ketika kita terinfeksi fitur dan yang mampu melahirkan energi ketika kekuatan untuk bergerak low battery. Ini cara cerdas membangun lingkungan sehat. Sampai proses menuju umat terbaik semakin lancar, ada aksi ada juga reaksi. Kita bereaksi menyuruh yang ma'ruf, lingkungan kita bereaksi dengan mengontrol segala tindakan kita. Biar gak hanya omong kosong.
"Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar ; merekalah orang orang yang beruntug". (QS Ali Imran 03:104)
Ini baru beruntung, ikut berpartisipasi di dalamnya, dan terus bergerak menuju titik diri kita yang terbaik. Betul betul beruntung, keuntungan yang tidak hanya bisa kita cicipi manisnya di dunia, namun bakal never ending manisnya saat sama sama di surgaNya.
"Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar benar berada dalam kerugian, kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal Sholih dan nasehat menasehati, supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran". (QS. Al-Ashr 103:1-3)
Kita udah kenal lagi tuh yang namanya kerugian gara-gara egois, yang penting kan aku, aku dan aku. Ke laut aja tuh yang kalau bisanya cuma aku, aku dan aku.
Beriman kepada Allah -ini yang sesungguhnya, yang mampu membuat kita terus melangkah majug walau udah terjatuh berjuta kali, yang mampu membuat mata kita terbuka ketika mesti menyelesaikan target di dinginnya tengah malam. Yang mampu membakar semangat ketika semua orang hanya bisa menertawakan impian impian yang bergentayangan di otak. Karena Allah tidak hanya melihat hasil.
Dakwah menjawabnya
Syarat menjadi umat yang terbaik ada di dalam aktivitas yang namanya dakwah, aktor atau aktrisnya di sebut da'i atau da'iyah. Dakwah sederhananya adalah aktivitas menyeru pada yang ma'ruf dan mencegah kemungkaran dengan berdasarkan pada keimanan kepada Allah dan RasulNya.
Jangan berfikir pendakwah itu orang-orang dengan gamis panjang, jenggot putih bergelantung di dagu, sorban yang melilit di kepala, serta umur yang sudah berkepala jamak. Atau orang yang berceramah panjang lebar di masjid dengan suara angkernya, atau pula ibu-ibu pake cadar, berjilbab panjang dengan warna full Hitam duduk duduk di majlis ta'lim, itu cuma sebagian sobat. Dakwah itu mengasyikkan, hati senang saat pahala pula, ujung ujungnya surga, insya Allah. Caranya suka suka yang penting syar'i, mau lewat nasyid, puisi, artikel, yang suka copy-edit tulisan orang haha cerdas ATM= amati tiru modifikasi. Mau lewat gambar, bagi yang pengen ngomong melulu, orasi atau pidato bisa jadi solusi. Bagi para pemimpin menerapkan aturan yang syar'i adalah sangat efektif, yang penting dakwah bukan teori saja tetapi aksilah yang penting. []


Posting Komentar untuk "UMAT TERBAIK SALING MENGINGATKAN "