Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pentingnya Menjaga Lisan dan Perasaan


 Oleh : Ayustiani


Halo sahabat muslimah, Bertemu lagi nih sama Mimin, semoga nggak bosen ya hehe


Saat ini Mimin mau ngebahas tentang pentingnya menjaga lisan dan perasaan nih.


Sebelum masuk ke judul yang akan Mimin bahas, Mimin mau tanya nih sama kalian. Menurut teman-teman, Seberapa pentingnya lingkungan mempengaruhi diri kita? Apakah tidak penting, apakah biasa saja, atau sangat penting?


Menurut Mimin lingkungan adalah hal yang paling penting yang dapat mempengaruhi diri kita. Mengapa demikian? Karena lingkungan yang baik pasti akan membawa hal yang baik pada diri kita, sebaliknya lingkungan yang tidak baik atau lingkungan yang toxic itu akan membawa hal negatif kepada diri kita.


Terlebih pada circle pertemanan. Pasti dari kalian semua memiliki teman, baik teman kerja, teman sekolah, teman kuliah atau teman ngaji.


Lingkungan dan pertemanan adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Tanpa kita sadari pertemanan dan lingkungan yang baik , itu akan membawa kita kepada yang baik pula. 


Begitupun sebaliknya ketika lingkungan dan pertemanan kamu toxic maka dampak buruk lah yang akan kamu terima.


Pertemanan yang tidak baik seperti tidak menjaga perasaan satu sama lainnya, tidak menghargai atau bahkan suka membully kekurangan kita itu akan sangat berdampak pada diri kita terutama mental kita.


Hal demikian banyak terjadi karena tidak menjaga lisan. Menjaga lisan agar tidak menyakiti perasaan seseorang adalah hal penting. Karena kita tidak pernah tau perkataan kita yang mana yang akan membuat seseorang bangkit atau sakit.


Dalam Islam, sudah ada peringatan bahwasanya kita harus menjaga lisan. Banyak orang yang bisa masuk neraka hanya karena tidak pandai menjaga lisan


Dalam riwayat Muslim disebutkan:


إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ، يَنْزِلُ بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

Artinya: "Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan kalimat tanpa dipikirkan terlebih dahulu, dan karenanya dia terjatuh ke dalam neraka sejauh antara timur dan barat." (HR. Muslim no. 2988).


Dalam riwayat lain  disebutkan:


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: «مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ، فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ، فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ، فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ


Artinya: "Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam; barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia menghormati tetangganya; barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya."(HR. Bukhari dan Muslim).


Sobat muslimah, seperti yang kalian tau bahwa dunia ini hanyalah sementara. Segala apa yang kita lakukan, kelak akan dimintai pertanggungjawaban termasuk dalam hal berbicara dan menjaga lisan 


Allah Ta'ala berfirman : 


مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ


Artinya: "Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (QS. Qaaf [50]: 18).


Semoga kita menjadi orang yang pandai menjaga lisan dan dijauhkan dari lingkungan yang tidak baik. Aamiin ya rabbal alamin. Walahu a’lam bisshawab [ ]

Posting Komentar untuk "Pentingnya Menjaga Lisan dan Perasaan"