Ungkapan Rasa Syukur yang Benar
Oleh: Mochamad Efendi
Saat mendapatkan nikmat lebih dengan datangnya kesuksesan dalam hidup, banyak orang mengungkapkan rasa syukur dengan mengadakan pesta. Mengundang tetangga dekat atau sanak saudara untuk datang ke rumah dan menjamu dengan makan terbaik yang tentunya harus halal untuk dimakan. Atau sebagian mentraktir di restaurant bersama teman untuk makan dan minum sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas nikmat yang kita dapat.
Gaes kita diperintahkan untuk selalu bersyukur agar nikmat hidup terus bertambah, bukan adzab pedih karena kufur nikmat. Dalam al-Qur'an surat Ibrahim Ayat 7 Allah SWT., berfirman,"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” Tentunya kita berharap termasuk orang-orang yang diberi nikmat yang terus bertambah dalam hidup ini, bukan mereka yang dapat murkaNya, tidak pula mereka yang tersesat. Kata kuncinya adalah bersyukur agar nikmat terus bertambah, dan dijauhkan dari adzab pedih dan masalah hidup yang membelit.
Namun rasa syukur harus diungkapkan dengan cara yang benar dengan mengingat Allah SWT. dan mengucapkan rasa syukur kepada yang memberi nikmat dengan menyebut namaNya. Jangan salah dalam mengungkapkan rasa syukur, bukanya mendapatkan tambahan nikmat tapi malah adzab yang pedih. Mendekatkan diri kepadaNya dengan menjalankan seluruh perintah dan larangan-Nya adalah bukti rasa syukur kita atas nikmat yamg melingkupi hidup kita.
Miris menyaksikan mereka yang mengaku muslim, tetapi pemikirannya sekuler sehingga salah dalam mengungkapkan rasa syukur atas kesuksesan yang didapat. Pesta miras atau sabu-sabu yang jelas haram hukumnya dalam ajaran Islam dilakukan untuk mengungkapkan rasa syukur atas kesuksesan. Meskipun punya banyak uang bukan berarti harus dihambur-tamburkan untuk sesuatu yang haram. Bukannya kebaikan dan nikmat bertambah tapi adzab yang pedih karena salah dalam mengungkapkan rasa syukur. Bersyukur harus dilakukan dengan cara yang benar, bukan hal yang melanggar aturan Allah, Pemilik Hidup.
Seluruh nikmat yang kita dapat pada hakikatnya dari Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, sehingga sudah seharusnya mengucapkan syukur dengan menyebut namaNya. Alhamdulilahi rabbil alamiin adalah cara mudah untuk diucapkan ketika kita mendapatkan nikmat dalam hidup ini. Tidak perlu mengeluarkan biaya, tapi cukup dengan mengingatNya, dalam hati dan diucapkan dalam lisan kita. Kemudian ditunjukan dalam perbuatan dengan meningkatkan ketaqwaan kita kepadaNya sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas semua nikmat yang terus mengalir dalam hidup kita.
Dalam sistem yang rusak ini banyak orang yang salah dalam mengungkapkan rasa syukur mereka. Tidak sepantasnya ungakapn rasa syukur ditunjukan dalam satu perbuatan yang melanggar aturanNya, karena semua yang kita peroleh di dunia adalah pemberian Allah SWT. Kita masih bisa merasakan nikmatnya hidup karena karunia dan kasih sayangNya. Tidakkah kita mau berfikir bahwa bumi dan langit dan apa yang ada diantara keduanya adalah milik Allah. Kita bisa menikmati semua nikmat di dunia karena Allah. Jika demikian, pantaskah kita menolak diatur dengan syariatNya secara kaffah.
Dalam pemikiran sekular kapitalistik kesuksesan dilihat dari banyaknya materi yang mampu diperoleh. Segala cara dilakukan untuk meraihnya termasuk juga bagaimana mengungkapkan rasa sykukur atas kesuksesan mereka. Islam ditinggalkan sebagai landasan dalam berfikir. Nampak sholeh dan alim ketika ditempat ibadah namun terlihat berbeda saat menjalani kehidupan, tidak mau diatur dengan Islam. Tidak jarang rasa syukur diungkapkan dengan sesuatu yang dilarang dalam Islam. Bahkan penegak hukum juga memberi contoh buruk dalam mengungkapkan rasa syukur mereka. Hidup dalam sistem buruk yang menciptakan kehidupan yang buruk.
Saatnya kembali pada ajaran Islam secara kaffah sebagai bentuk rasa syukur kita karena masih diberi hidup dan waktu untuk bertaubat menjadi lebih baik. Bersyukur karena masih ditujjuki ke jalan lurus, jalan orang-orang telah diberi nikmat, bukan mereka yamg dapat murkaNya, bukan pula mereka yang tersesat. Tentunya bukan banyaknya materi sebagai satu-satunya indikator atas nikmat yang kita dapat. Banyaknya uang, rumah megah dan barang-barang mewah tidak selalu membawa pada kehidupan yang berkah dan indah. Tidak jarang banyaknya materi yang dipunyai malah sering menjauhkan kita dari rahmatNya. Hidup susah dan banyak masalah karena tidak mau mengatur hidupnya dengan Islam dan menjadikanya sebagai solusi fundamental untuk semua masalah.
Memperjuangkan satu sistem yang bisa menerapkan Islam secara kaffah dan mengembalikan kehidupan Islami adalah satu bentuk ungkapan syukur kita karena sudah dijadikan sebagai seorang muslim sejati. Bergerak sesuai dengan keyakinan adalah bentuk rasa syukur atas segala nikmat yang luar biasa dalam hidup. Memperjuangkan syariatNya agar tegak di muka bumi adalah bentuk rasa syukur kita atas sebuah risalah yang akan membawa kita pada kehidupan Islami dan sebaik-baik tempat kembali, surgaNya. []


Posting Komentar untuk "Ungkapan Rasa Syukur yang Benar"