Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kenapa Harus Memilih Jalan Dakwah?


 Oleh: Mochamad Efendi


Dakwah adalah jalan nabi dan rasul untuk menegakkan ajaran tauhid di muka bumi ini.  Dakwah memang tidak mudah, pasti banyak rintangan menghadang. Terjun di jalan dakwah harus siap menghadapi masalah dan kesulitan. Jalan dakwah memang mendaki dan penuh dengan kerikil tajam yang membuat kita bisa berhenti jika tidak sabar menghadapinya. Menjadi pengemban dakwah harus ikhlas dan tidak menjadikan dunia sebagai tujuan, agar kita mampu Istiqomah menjalaninya. Namun, gaes kita harus tetap mengambil jalan dakwah, meskipun banyak rintangan dan kesulitan menghadang.  


Alasan pertama kita harus mengambil jalan dakwah karena ini adalah perintah Allah. Bukti keimanan dan ketaqwaan kita adalah dengan memilih jalan dakwah. Yakinlah, tidak ada yang sia-sia jika kita ikhlas mengambil dan melangkah di jalan dakwah. Tentunya, dengan memilih jalan dakwah kita tidak akan termasuk orang-orang yang merugi, seperti yang dijelaskan dalam surat al-asr dan kita akan menjadi orang-orang yang beruntung karena sudah tergabung dalam barisan dakwah. Seperti yang dijelaskan dalam al-Qur'an surat Ali Imron ayat 104,"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." 


Allah tidak menilai dari hasil tapi usaha maksimal kita dalam berdakwah dengan menyampaikan kebenaran hakiki, seperti yang sudah kita pahami dengan sejelas-jelasnya. Seperti apa yang disampaikan dalam surat Yasin ayat 17, ” Dan kewajiban kami hanyalah menyampaikan perintah-Nya dengan jelas tanpa sedikit pun keraguan.”Dakwah membuat kita menjadi orang beruntung dan tidak pernah merugi, apapun hasilnya, perjalan dakwah tidak akan sia-sia selama kita ikhlas untuk mencari ridho Allah. 


Alasan kenapa harus memilih jalan dakwah agar kemampuan kita terasah dan kita akan menjadi sosok yang unggul, memiliki karakter kuat dengan pemikiran yang cemerlang dan akhkak yang mulia. Sungguh, menyenangkan karena bisa membedakan yang benar dan salah, jika kita bersama barisan dakwah yang saling mengingatkan, mengkaitkan dengan  ajaran yang lurus dan mulia, Islam. Ketika kita lemah dan lalai, ada yang menguatkan dan meluruskan. Bersama teman surga kita akan selalu tertunjuki ke jalan yang lurus, jalan orang-orang yang telah diberi nikmat tidak hanya di dunia yang sementara ini, tapi juga di akhirat yang kekal sesuai dengan janji Allah di dalam al-Qur'an surat Ghafir Ayat 39, "Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal." Karena ini firman Allah di dalam al-Qur'an yang mulia, maka kita tidak boleh sedikitpun meragukannya. Kehidupan akhirat yang kekal karena itu adalah kehendakNya, bukan karena akhiratnya yang kekal. Jikalau Allah menghendaki suatu kehidupan di dunia berakhir itu juga karena Allah Maha berkehendak atas segala sesuatu. Bukannya kita mempertanyakan kekalnya kehidupan akhirat, tapi harusnya menjadikan dunia sebagai tempat untuk membuat jejak kebaikan yang menjadi bekal kita nanti di akhirat. Dengan dakwah, akan banyak tercipta jejak-jejak kebaikan bahkan amalan jariyah dari orang-orang yang tercerahkan dan sadar untuk mau berislam secara kaffah oleh usaha dakwah kita.


Alasan yang lain, kerusakan dan bencana yang menimpa hidup kita sering terjadi karena kesalahan tangan-tangan  manusia. Namun, adzab pedih yang berupa bencana alam tidak hanya menimpa mereka yang bermaksiat tapi juga mereka yang baik, tapi diam saja menyaksikan penyimpangan dan kemaksiatan yang nyata dan ada didepan mata. Lihat gempa bumi di Cianjur, angin beliung di Sidoarjo, menimpa semua orang tidak hanya yang bermaksiat tapi juga orang-orang baik dan Sholeh, dan bahkan anak-anak yang tidak berdosa. Lalu, apakah kita diam saja membiarkan kemaksiatan terhadap aturan Allah ada didepan mata dan menjadi alasan datangnya adzab menimpa kita semua. Ingatlah, praktek LGBT yang terjadi pada umat nabi Luth telah mendatangkan adzab yang luar biasa, dihancurkan mereka.


Ayo, terus dakwah agar kehidupan Islami bisa segera terwujud, bukan illusi dalam sistem demokrasi. Kehidupan yang mendorong kita berbuat banyak kebaikan, sehingga terbukanya pintu berkah dari langit dan bumi, bukan bencana bertubi-tubi. Kebaikan akan dirasakan oleh kita, keluarga dan anak cucu kita karena dakwah yang terus dikakukan secara Istiqomah. Tentunya, kita tidak ingin anak-anak kita rusak dan keluarga kita hancur berantakan karena sistem sekuler yang menjauhkan mereka dari agama.  Kita tidak ingin jadi orang-orang merugi bahkan celaka, karena tidak mau diatur dengan syariatNya. Tentunya, kita berharap menjadi orang -orang beruntung dalam hidup ini, dan juga nanti ketika kembali menghadap Illai Rabbi dengan wajah berseri-seri. Jalan satu-satunya untuk mewujudkan kehidupan Islami tentunya tidak ada jalan lain, yakni dengan bergabung dalam barisan dakwah dan terus secara istiqomah menyambaikan kebenaran Islam secara kaffah.


Jika kita paham dan yakin bahwa kehidupan di dunia ini hanya sementara, sedangkan akhirat untuk selama-lamanya, lalu kenapa kita tidak memilih jalan dakwah dengan menyeru pada penerapan Islam secara kaffah dalam Sistem khilafah. Inilah puncak dari perjalanan dakwah untuk mewujudkan kehidupan Islami dengan menegakan lslam di muka bumi.  Tentunya, dengan menolong agama Allah dalam dakwah, berharap pertolongan Allah akan segera datang untuk mewujudkan kemenangan umat Islam dalam mewujudkan cita-cita mereka yakni mengembalikan kehidupan Islami yang dulu pernah ada saat Islam diterapkan secara kaffah dalam sistem khilafah   Sungguh, inilah yang dimaksud Imam al-Ghazali bahwa ketika Islam tanpa penjaga, yakni kekuasaan, Islam akan hilang. Benar-benar Islam akan hilang sedikit demi sedikit dari kehidupan. Maka dari itu, tidak ada solusi lain kecuali harus mengembalikan Khilafah, ke pangkuan umat Islam. Dengan itu semua problematika umat Islam dan umat manusia seluruhnya akan bisa diselesaikan dengan sempurna. Selain itu Khilafah adalah taj al-furud (mahkota kewajiban) yang harus diperjuangkan oleh seluruh umat Islam. Semuanya hanya bisa diwujudkan dengan dakwah secara Istiqomah bersama dalam barisan dakwah. []

Posting Komentar untuk "Kenapa Harus Memilih Jalan Dakwah?"