Berinteraksi dengan Al-Qur'an agar Hidup Mulia
Oleh: Mochamad Efendi
Gaes, semua yang berhubungan dengan al-Qur'an menjadi mulia, karena al-Qur'an adalah Kalamullah dari Yang Maha Mulia. Jibril menjadi malaikat termulia karena mendapat tugas Allah SWT untuk menurunkan kepada manusia yang paling mulia, Muhammad SAW, karena dia yang menerima al-Qur'an. Begitu pula waktu diturunkan al-Qur'an menjadi waktu termulia. Lalu, bagaimana kita bisa menjadi mulia? Tentunya dengan sering berinteraksi dengan kitab suci yang Mulia, al-Qur'an.
Agar menjadi mulia, kita harus sering berinteraksi dengan al-Qur'an. Membaca, menghafalkan, memahami serta memikirkan apa yang terkandung di dalamnya adalah cara agar kita termasuk orang-orang yang dimuliakan. Terlebih, jika kita menerapkan kandungan al-Qur'an dalam kehidupan secara kaffah, sungguh kemuliaan akan melingkupi hidup kita.
Kesempatan emas di bulan Romadhon dengan tadarusan, membaca ayat demi ayat dan mencoba untuk memahaminya adalah pilihan tepat agar mendapatkan kemuliaan. Dan tetap kita jaga kebiasaan membaca al-Qur'an sepanjang tahun agar hidup kita terus dalam kemuliaan. Setelah satu bulan kita berinteraksi dengan al-Qur'an, inilah waktu tepat untuk memulai kebaikan saat iman dan taqwa meningkat. Dan semoga semangat ini terus terjaga untuk terus berinteraksi dengan al-Qur'an agar kemuliaan juga terus kita dapat sepanjang tahun. Al-Qur'an adalah Kalamullah, membaca satu huruf saja berpahala apalagi jika bisa diteruskan satu ayat, kemudian satu surat, satu juz dan bahkan bisa khatam 30 juz. Semua itu harus dilakukan terus menerus agar pancaran kemuliaan al-Qur'an juga akan terus menyinari hati kita agar bisa terus berjalan di jalan lurus dalam petunjuk dan hidayahNya.
Oleh karena itu kita layak untuk memperjuangkan satu sistem yang bisa menjamin diterapkannya al-Qur'an dalam kehidupan nyata. Tidak ada alasan bagi seorang muslim keberatan jika Islam diterapkan dalam kehidupan nyata secara kaffah. Kebaikan akan dirasakan semua orang, bukan hanya segelintir oligarki seperti yang terjadi dalam sistem sekuler, kapitalis demokrasi saat ini. Slogannya dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat hanyalah omong kosong karena faktanya untuk penguasa dan para oligarki.
Sebuah aturan buatan manusia dipaksakan untuk diterapkan meskipun rakyat merasa keberatan. Demo berjilid-jilid bukti nyata bahwa rakyat menolak diterapkan aturan yang menyengsarakan, tapi penguasa bungkam, tuli dan tidak perduli dengan terus memaksakan penerapan aturan perundang-undangan yang tidak berpihak pada rakyat.
Hanya sistem khilafah yang bisa menjamin diterapkan syariatNya agar kemuliaan dalam hidup bisa dirasakan semua orang. Satu sistem yang akan mendorong penduduk satu negeri beriman dan bertaqwa, sehingga pintu berkah dari langit dan bumi terbuka, dan jauh dari adzab berupa bencana alam bertubi-tubi seperti yang terjadi saat ini yang mana al-Qur'an tidak diterapkan dalam kehidupan.
Saatnya untuk mencampakkan satu sistem yang menjauhkan umat dari ajaran yang lurus dan mulia. Bagaimana bisa mengambil satu hukum yang tidak membawa kebaikan. Pertimbangan manusia sering salah, menyukai sesuatu padahal itu buruk baginya. Sebaliknya, membenci sesuatu padahal itu baik baginya. Tidakkah kita yakin bahwa penerapan Islam secara kaffah akan membawa berkah, kebaikan dan kemuliaan bagi semua orang. Tentunya, hanya sistem khilafah yang akan mampu menerapkan ajaran yang lurus dan mulia secara kaffah.


Posting Komentar untuk "Berinteraksi dengan Al-Qur'an agar Hidup Mulia"