Dakwah untuk Merubah Pemahaman dengan Islam
Oleh: Mochamad Efendi
Ternyata tidak mudah merubah seseorang agar mau hijrah, menjadi lebih baik. Paksaan atau kekerasan tidak bisa merubah perilaku buruk menjadi mulia. Dengan kekerasaan atau paksaan hanya akan menciptakan dendam dan kebencian, bukan perubahan perilaku seperti yang diharapkan. Perubahan perilaku seseorang ditentukan oleh perubahan pemahamannya.
Sebagai contoh, Seorang anak berani mencuri tanpa ada perasaan bersalah karena ada yang salah dalam pemahamannya. Bahkan penjara pun tidak bisa menghentikan kebiasaan buruknya yang suka mengambil hak orang lain tanpa izin. Dia melakukan semua itu tanpa merasa bersalah karena mencuri dianggap perbuatan yang biasa saja dan bahkan dianggap menguntungkan baginya karena bisa bersenang-senang dari hasil curiannya.
Jalan satu-satunya untuk merubah tingkah laku manusia agar menjadi luhur adalah dengan merubah pemahamannya, kerena seseorang akan berbuat sesuatu sesuai dengan apa yang dipahami. Untuk merubah mafahimnya tidak bisa instant, perlu proses panjang. Tapi yakinlah batu yang keras pun bisa lobang oleh tetesan air yang terus menerus. Apalagi pemahaman manusia yang secara fitrah adalah baik akan bisa berubah menjadi baik jika terus kita sentuh pemahamannya dengan Islam.
Jangan lelah menyampaikan kebenaran Islam, dan jangan pula diam saat melihat kemungkaran. Dakwah harus terus dilakukan ditengah masyarakat dengan membawa kebenaran Islam. Terus berinteraksi dengan umat, bukan menyendiri, menjauhkan diri dari masyarakat. Seorang Muslim sejati tidak hanya Sholih, tapi juga muslikh. Perduli dengan problematika umat serta ikut terjun ditengah masyarakat dengan membawa solusi fundamental untuk semua masalah, yakni Islam. Perlu kesabaran dalam menyampaikan kebenaran, bukan emosi yang hanya menyulut percikan api konflik antar sesama. Ingatlah musuh sejati manusia adalah setan yang terus berbisik agar anak Adam saling bermusuhan.
Sabar dan teruslah melakukan usaha dakwah, dan tidak perlu risau dengan hasil. Serahkan semuanya pada Allah SWT yang bisa membolak-balikkan hati manusia. Jangan putus asa, kalau tidak hari ini, bisa jadi nanti target dakwah kita bisa berubah. Lakukan semua dengan ikhlas untuk menggapai RidhoNya. Mereka yang tercerahkan pemahamannya, mau berubah dan hijrah akan menjadi mesin pahala yang akan terus mengalir pada pundi-pundi pahala kita, meskipun kita sudah tidak ada di dunia.
Allah SWT. berfirman dalam al-Qur'an Surat Ar-Ra’d Ayat 1, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri." Apa yang ada ada dalam dirinya adalah pemahamannya, yang keliru yang perlu diperbaiki. Saat pemahamannya berubah, perilakunya pun akan berubah karena seseorang akan melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang dipahami. Dia akan mencintai atau membenci sesuatu juga karena dipengaruhi oleh pemahamannya. Dia akan bersikap berbeda pada sesuatu yang dia benci atau cintai. Seseorang tidak mungkin mencuri jika dalam pemahamannya dia yakin bahwa mencuri adalah sesuatu yang buruk dan pasti akan mendapatkan balasan keburukan meskipun tidak ada orang yang melihat karena dalam pemahamannya Allah Maha Melihat dan pasti mengetahui apa yang sedang dikerjakan. Sebaliknya, seseorang akan melakukan sesuatu jika dalam pemahamannya dia meyakini bahwa sesuatu itu adalah baik.
Oleh karena itu usaha dakwah untuk merubah pemahaman seseorang harus terus dilakukan. Tidak perlu melihat hasil karena bisa jadi usaha dakwah kita tidak mendapat respon positif saat ini, tapi nanti setelah melalui proses berfikir panjang, perlahan target dakwah akan menyadari kesalahannya dan mau berubah. Bukankah tugas kita hanya menyampaikan risalah Islam secara menyeluruh, apa adanya tanpa perlu ada modifikasi. Allah SWT. Maha Tahu atas apa yang kita kerjakan hanya untuk menggapai ridhoNya, bukan pengakuan manusia. Jadi tidak perlu berhenti dengan usaha dakwah kita meskipun dikriminalisasi, diintimidasi dan bahkan diancam penjara atau kematian.
Perlunya dibangun kesadaran hubungan dengan sang pencipta, Allah SWT. Bisa jadi seseorang tahu bahwa korupsi adalah perbuatan tercela, namun dia akan melakukannya saat tidak ada seseorang yang tahu. Dia tidak merasa bahwa ada yang mengawasi perbuatan tercelanya karena kesadaran hubungan dengan TuhanNya menghilang saat dia berbuat kejahatan. Membangun kesadaran dalam pemahaman seseorang bahwa ada yang Maha melihat dan mengetahui setiap amalan yang dilakukan baik yang nampak maupun yang tersembunyi sangatlah penting agar seseorang terjaga dari perbuatan yang tercela. Perilaku yang baik tercipta karena pemahaman yang benar sesuai dengan ajaran yang lurus dan mulia, Islam.
Sebagai pengemban dakwah harus sabar untuk menyampaikan kebenaran Islam sehingga perlahan pemahaman umat berubah. Seperti yang kita ketahui meskipun, umat Islam mayoritas di negeri ini, namun tidak semua memiliki pemahaman Islami. Banyak dari mereka hanya memahami Islam sebagai aktifitas ritual keagamaan saja. Padahal, Islam mengatur seluruh aspek kehidupan secara kaffah. Semua ada aturannya di dalam, lalu kenapa harus mengambil aturan yang tidak sesuai dengan Islam.
Banyak dari umat Islam lebih memilih demokrasi meskipun tidak sesuai dengan ajaran Islam. Demokrasi sering menghasilkan peraturan perundang-undangan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam karena hukum kesepakatan yang diberlakukan untuk mengatur suatu negeri. Sebaliknya sistem khilafah yang akan menerapkan Islam secara kaffah ditolak dan bahkan ada yang memusuhi karena tidak sesuai dengan pemahaman mereka yang sekuler dan pragmatis yang hanya mengedepankan nilai manfaat dan nafsu manusia. Padahal, Allah SWT. Maha Tahu aturan apa yang terbaik buat manusia.


Posting Komentar untuk "Dakwah untuk Merubah Pemahaman dengan Islam"