Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

LGBT Bukan Kodrat, Pilihan Hidup yang Mengundang Adzab


Oleh: Mochamad Efendi


Lho kok bisa LGBT dianggap kodrat, nanti jangan-jangan korupsi dianggap takdir. Berbuat dosa dianggap terpaksa, lalu menyalahkan Yang Maha Kuasa karena memaksa dia berbuat dosa. Lalu tidak perlu lagi aturan, yang kuat mendzolimi yang lemah dianggap biasa. Rusaklah kehidupan ini karena pemikiran sekuler yang tidak mau diatur dengan ajaran yang lurus dan mulia, Islam. Yang jelas haram dan dilarang dalam ajaran Islam dihalalkan dan bahkan dipromosikan sebagai bentuk kebebasan. Sebaliknya, ajaran Islam dikriminalkan dan dianggap radikal bagi yang memperjuangkan Islam agar bisa diterapkan secara kaffah dalam kehidupan.


Allah memberikan dua jalan pada manusia. Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur'an surat Al-Balad ayat 10, "Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan). Allah telah menunjukkan dua jalan yaitu kebaikan dan keburukan melalui akal, fitrah dan petunjuk lainnya Inilah nikmat yang perlu kita syukuri, diberi akal  dan hak pilih untuk melakukan satu perbuatan yang benar yang membawa pada kemuliaan. Pilihan yang salah hanya akan mendatangkan adzab pedih, karena hanya mengikuti hawa nafsu yang membawa pada kesesatan dan kerusakan. 


Ingatlah, kaum nabi Luth yang mendapatkan adzab pedih , karena pilihan sikap mereka yang melampaui batas, melanggar syariatNya. Kisah kaum nabi Luth harus dijadikan pelajaran. Di dalam Al-Qur'an juga dijelaskan bahwa Allah telah menghukum para pelaku homoseks tersebut (kaum Nabi Luth As) dengan azab yang sangat pedih yaitu dengan membalikkan negeri mereka dari atas ke bawah dan menghujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar secara bertubi-tubi.


LGBT bukanlah kodrat, karena Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan.  Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah)." (QS. Az Zariyat: 49). Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan, Allah SWT menciptakan semua makhluk dengan berpasang-pasang. Jadi LGBT tidak sesuai kodrat sebagai makhluk Allah.  


Bahkan hewan saja tidak melanggar kodratnya, diciptakan berpasang-pasangan. Lalu, bagaimana bisa manusia dengan akalnya memilih praktek LGBT dalam menyalurkan nalurinya. Tidakkah manusia mau berfikir bahwa itu adalah pilihan yang salah yang akan membawa manusia pada kepunahan dan kerusakan. 


Gaes, jangan salah dalam memahami qodo' dan Qodar yang harus kita terima sebagai keputusan dan ketetapan Sang Pencipta, Allah SWT. Memang benar ada area yang manusia dikuasai dan tidak punya hak pilih. Sebagai contoh, bukan pilihan kita waktu kita dilahirkan, dan tidak pula saat ajal menjemput. Kita pun tidak bisa menolak saat dititipkan pada keluarga yang serba kekurangan, bukan pada keluarga kaya raya. Kita harus bersyukur saat diciptakan sebagai laki-laki ataupun perempuan. Semua itu adalah keputusan Allah SWT yang menjadi takdir yang harus kita terima dan syukuri. 


Menang benar Allah SWT  Maha Mengetahui segala sesuatu bahkan sebelum manusia melakukan satu perbuatan. Namun, semua itu tidak memaksa manusia untuk melakukan satu perbuatan yang dilarang dalam syariatNya. Begitu pula Iradah Allah adalah memberikan manusia kebebasan untuk memilih, namun pilihannya harus dipertanggung jawabkan. Artinya, ketika manusia memilih satu perbuatan yang diperintahkan dalam ajaran Islam, dia akan mendapatkan balasan pahala yang akan mengantarkan ke surgaNya. Sebaliknya, pilihan yang salah, satu perbuatan yang dilarang dalam syariatnya akan mendapatkan adzab yang pedih dan akan mengantarkannya ke neraka jahanam, seburuk-buruk tempat kembali. 


Menerima dan mensyukuri semua keputusan dan ketetapan Nya adalah pilihan tepat agar bisa mendapatkan kebahagiaan hakiki dalam hidup ini. Pilihan cerdas dengan melakukan perbuatan yang sesuai dengan syariatNya agar hidup mulia, bukan terhina bahkan lebih rendah dari seekor binatang. Menetapkan pilihan dalam setiap perbuatan dengan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT, dan juga menjauhi semua laranganNya adalah nikmat tertinggi dalam hidup agar menjadi sebaik-baik makhluk.


Gaes, LGBT harus ditolak, meskipun sistem sekuler saat ini tidak melarang secara tegas bahkan cenderung membela dan memberi ruang praktek LGBT sebagai bentuk kebebasan dan HAM. Sistem sekuler lebih mengedepankan akal dan nilai manfaat yang sering salah dan membawa kerusakan. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah Ayat 216, "Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." 


Sudah saatnya kita kembali pada satu sistem yang akan menjaga manusia menjadi sebaik-baik makhluk dengan diterapkannya Islam secara kaffah. Hidup mulia dalam sistem khilafah yang akan menjaga penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa, sehingga pintu berkah dari langit dan bumi terbuka, bukan bencana bertubi-tubi karena dosa besar dihalalkan sementara kebaikan yang dikaitkan dengan Islam dihalang-halangi, bahkan dikriminalkan. []

Posting Komentar untuk "LGBT Bukan Kodrat, Pilihan Hidup yang Mengundang Adzab "