Agar Tidak Termasuk Orang-Orang Celaka
Oleh: Mochamad Efendi
Tidak seorangpun mau celaka, tapi banyak orang melakukan satu perbuatan yang bisa membawanya celaka. Nafsu ingin berkuasa, mengejar nikmat dunia, sering membuat orang lupa diri, sehingga mendorong manusia pada satu perbuatan yang bisa mencelakakan dirinya sendiri. Setidaknya al-Qur'an mengingatkan kita dalam tiga hal yang bisa membuat seseorang celaka.
Pertama, Celaka karene suka mengumpat dan mencela. Mereka yang merasa hebat dan memiliki kekayaan lebih, sering lupa diri dengan merendahkan dan menghina orang lain. Sering celaan dan umpatan yang tidak pantas keluar dari mulut mereka ketika merasa tersinggung dan sedang marah. Mudahnya mencela dan merendahkan orang lain hanya karena memiliki jabatan dan kekayaan lebih, padahal apa yang kita punya hanyalah titipan yang kapan saja bisa diambil kembali oleh Pemiliknya, Allah SWT. Mengumpulkan harta dan memghitung-hitungnya dan lupa untuk berbagi dengan yang lain, padahal didalam harta kita ada hak orang lain yang membutuhkan. Merasa bisa hidup kekal dengan jabatan dan kekayaan yang dimiliki, padahal Sama sekali tidak, bahkan mereka tergolong orang-orang celaka karena kesombongannya yang suka menyakiti hati orang lain dengan mulutnya yang suka dengan mengumpat dan didapat. Bukan kemuliaan yang didapat dengan kekayaan dan jabatan yang dimiliki, tapi malah kehinaan dan kecelakaan yang nyata.
Padahal, dengan kekayaan dan jabatan kita bisa berbuat banyak untuk membantu orang lain. Disayangkan jika kesempatan untuk menciptakan jejak-jekak kebaikan, buat bekal nanti di akhirat dilewatkan begitu saja. ingatlah kebaikan yang tercipta pada hakekatnya untuk diri kita sendiri. Sebaliknya, menyakiti dan mendzolimi orang lain hanya membuat diri kita celaka. Kenapa tidak membantu dengan harta kita atau setidaknya kata-kata baik yang menyenangkan hati semua orang, jika semua kebaikan akan kembali pada diri kita sendiri. Hidup tenang dan menyenangkan ditengah lingkungan yang baik karena sikap dan perbuatan kita yang menebar kebaikan. Sementara, merasa terancam dan tidak aman karena perbuatan kita sendiri yang menebar keburukan.
Kedua, Celakalah bagi mereka yang curang, orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dicukupkan, dan apabila mereka menakar atau menimbang (untuk orang lain), mereka mengurangi. Berbuat curang dalam berdagang atau berinteraksi sosial lainnya demi keuntungan lebih tidak akan membawa keberuntungan bahkan bisa membuat kita celaka. Melakukan sesuatu apa adanya sesuai dengan fakta akan membuat hati tenang, karena tidak harus berpura-pura dengan menyimpan kebohongan. Jangan sekali-sekali berbuat curang, ibarat candu, bisa membuat orang ketagihan. Celaka, saat curang dianggap biasa dan tidak menyadari dengan perbuatannya. Adzab yang pedih akan menimpa mereka yang suka berbuat curang agar tujuannya bisa tercapai. Balasan akan segera dirasakan karena perbuatannya sendiri yang suka melakukan kecurangan demi keuntungan dunia. Jika kecurangan tidak membawa kebaikan kenapa harus dilakukan.
Dalam sistem kapitalisme, banyak orang kehilangan kesadaran mereka dengan Tuhan Yang Maha Melihat atas apa yang mereka sedang perbuat. Berfikir kapitalis hanya melihat dari nilai manfaat yang akan didapat atas usaha yang mereka lakukan meskipun curang. Mereka tidak menyadari kecurangan yang mereka lakukan akan membawa keburukan, bukan keuntungan pada diri mereka sendiri. Kehidupan kapitalistik yang suka bersaing dan pamer kekayaan mendorong banyak orang melakukan apa saja demi tujuan yang ingin dicapai.
Gaes, yang ketiga adalah celaka bagi mereka yang sholat. Lho kok bisa mereka yang sholat celaka. Ternyata bagi mereka yang lalai dalam sholatnya. Mereka beribadah tidak ikhlas karena Allah SWT, tapi hanya untuk pencitraan agar terlihat baik dihadapan manusia. Menjelang tahun politik 2024, banyak dari mereka mendadak terlihat Islami padahal semua dilakukan hanya untuk mencari simpati dari umat Islam. Mereka berislam bukan akan kesadaran tapi hanya sekedar pencitraan. Berpolitik dalam perspektif Islam bukan hanya sekedar pencitraan untuk meraih kekuasaan, tapi segala aktifitas untuk mengurusi rakyat itulah politik yang benar. Jadi celakalah bagi mereka yang berpura-pura menjadi muslim sejati, tapi semua itu dilakukan hanya terlihat baik dihadapan manusia, bukan ikhlas karena Allah SWT.
Gaes, jadilah orang baik karena kebaikan yang kau tanam, hasilnya akan kau rasakan sendiri. sebaliknya keburukan yang kau tebar juga berbuah keburukan yang membuat hidupmu celaka. Jadilah orang yang menyenangkan bagi setiap orang yang bertemu dan berinteraksi dengan mu. Menjaga lisan kita dari kata-kata buruk yang menyakitkan. Buatlah setiap orang merasa aman dan nyaman, karena kamu selalu bersikap jujur dan tidak curang. Terlebih lagi tegakkan dan jaga sholatmu dari hati riya' yang bisa merusak setiap amalan kebaikan. Hanya ingin dapat pujian dan sanjungan dari manusia hanya akan merusak nilai ibadahmu Lakukan setiap perbuatan sesusi dengan ajaran Islam yang lurus dan mulia serta kerjakan ikhlas hanya menggapai ridho Nya. Insyallah hidupmu akan selamat di dunia maupun akhirat, jauh dari adzab pedih yang akan menimpa mereka yang suka melanggar syariat Nya.


Posting Komentar untuk "Agar Tidak Termasuk Orang-Orang Celaka"