Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kebutuhan Hidup Terancam, Durhaka Pilihan


 Oleh: Najma Aliya


Miris! Seorang pria membunuh bapaknya karena bosan merawat. Aduh? Kok bisa? Jadi begini, pria ini seorang pengangguran lalu karena bapaknya mengidap penyakit stroke mau nggak mau pria ini harus merawat bapaknya seorang diri. Sempat sang anak meminta ke bapaknya untuk merantau. 


Tapi bapaknya nggak ngasih. Karena kesal dan juga bosan sang anak tega membunuh bapaknya. Apalagi uang untuk kebutuhan hidupnya menipis karena pengobatan bapaknya.

Parah banget ya tanda tanya ya iya karena kita juga hidup di sistem yang sekarang pakai sistem dan pemahaman kapitalis sekuler apa-apa butuh duit, ini itu harus duit, pokoknya kalau nggak ada duit no life!


Apalagi orang-orang yang kaya pria tadi. Karena nyari pekerjaan susah nggak keturunan uang pun nggak muncul. Kebutuhan hidup koar-koar minta dipenuhi. Eh pas duit udah terkumpul harga-harga pada! gubrak,deh!

Di negara yang menganut sistem kapitalisme ini, kalau mau hidupnya nggak susah, eksistensinya nggak jelek, segala cara dilakukan. Segala cara dijalani demi bertahan hidup masa bodoh mau caranya halal atau haram. Biarin caranya patut atau yang penting materi yang dicapainya dapat. Kalau ada yang menghalangi, wuss, langsung disikat! Pagi lagi nggak pandang bulu itu apa atau siapa. Mereka yang otaknya sudah terdoktrin oleh kapitalisme dianggap "best people"


Kalau dapat materi yang bagus, dapat penghasilan yang bagus, orang-orang yang nggak begitu terhibur pantas berlomba-lomba untuk mendapat materi yang sama atau lebih. Tapi yang punya materi banyak juga kadang nggak puas. Soalnya dari awal tujuannya hari materi sebanyak-banyak sedang apa-apa tentang dunia tuh gk kekal dan gk akan puas jadi meskipun berbakti kepada orang tua itu nggak akan cukup untuk menaik daun kan eksistensi diri. Kayak pria yang tega membunuh bapaknya itu.

Negara juga harusnya tidak menyulitkan rakyatnya dalam mencari pekerjaan yang gak punya pekerjaan dibiarkan begitu aja. Terus kalaupun mau daftar pun syarat dan ketentuannya banyak. 


Yang punya modal mudah aja masuk kerja. Kadang udah masuk kerja pun gajinya nggak seberapa. Ada juga yang rela-rela kerja lembut bagai kuda biar dapat gaji lebih. Pokoknya uang di negara bersistem kapitalis ini, uang tuh di elu-elukan!


Beda lagi kalau di negara yang menerapkan sistem Islam, yaitu khilafah. Kalau memimpin itu iya, benar-benar mengayomi rakyatnya.

Semuanya tuh bener-bener diurus. Mulai dari pendidikan, kesehatan, keamanan, hukuman dan pekerjaan. Salah satu menyediakan lapangan kerja karena untuk mengelola sumber daya alam. Jadi rakyat-rakyat di daulah Islam enggak kelimpungan mencari pekerjaan. Tak kayak sistem sekarang, contohnya negeri ini. Pemimpin hanya sebagai jabatan dan perannya? Just a little bit

Mau negaranya begitu? Mengayomi rakyat sepenuhnya? Mulai dulu dari merubah pemahaman kita. Yang asalnya agamanya leweng jadi lurus karena diisi terus otaknya dengan tsaqofah Islam. Karena sebagai umat muslim juga kita harus berislam secara keseluruhan atau berislam secara kaffah! Dalilnya ada di Alquran surat al-baqarah ayat 208, cek aja! Dengan punya pemahaman Islam hidup kita jadi nggak disangkut pautin terus sama materi. Tapi dengan ridho Allah subhanahu wa ta'ala. Lalu, eksistensi diri bukan dari materi yang didapat namun dari akhlak mulia yang bermartabat! []

Posting Komentar untuk "Kebutuhan Hidup Terancam, Durhaka Pilihan"