Politik dalam Persepektif Islam untuk melakukan Perubahan Hakiki
Oleh: Mochamad Efendi
Gaes, banyak orang memahami politik dalam perspektif demokrasi sehingga mereka menganggap politik kotor, menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan. Mereka enggan untuk terjun ke politik praktis dalam perspektif demokrasi. Menyaksikan rusaknya politik praktis dalam sistem demokrasi tapi tidak tahu bagaimana melakukan perubahan hakiki. Pesta demokrasi hanya bisa mengganti pelaku politik yang awalnya berfikir idialis dengan janji -janji manis untuk menarik simpati dan dukungan rakyat. Tapi setelah kekuasaan dalam genggaman, janji tinggallah janji bukan untuk ditepati. Sistem yang rusak telah membentuk para pemimpin yang tidak amanah, tidak lagi mau mengurusi urusan umat, tapi lebih berpihak pada oligarki.
Pergantian pelaku politik tidak membawa perubahan hakiki, karena perubahan mendasar tidak terjadi. Siapapun yang terpilih harus menjalankan aturan sekuler, dan mereka berubah jadi iblis saat memasuki sistem demokrasi yang rusak seperti apa yang disampaikan Mahfud. "Saat biaya politik semakin mahal, elite juga semakin jelek karena sistem yang dibangun mendorong ke arah korupsi. Malaikat masuk ke dalam sistem Indonesia pun bisa jadi iblis juga," ucap Mahfud. (https://news.republika.co.id)
Lalu apakah kita pertahankan sistem demokrasi yang hanya menganggap politik sebagai aktifitas perebutan kekuasaan, bukan untuk mengurusi rakyat. Mereka yang terjun dalam politik praktis dan mampu menggapai tujuan kekuasaan tiba-tiba berubah menjadi iblis yang rakus dan ingin terus menikmati kue kekuasaan. Segala cara dilakukan dengan menggunakan kekuasaan dan cara curang agar bisa terus mempertahankan nikmatnya kekuasaan.
Gaes, jangan ikut-ikutan menjadi rusak tapi juga jangan diam saja melihat kerusakan didepan mata. Kita harus merubahnya tentunya sesuai dengan apa yang dicontohkan rasullulah. Berpolitik tidak mesti harus terjun dalam politik praktis dalam sistem demokrasi yang menjadikan kekuasaan sebagai tujuan. Kekuasaan memang diperlukan agar bisa mengurusi rakyat dengan menerapkan syariat Allah secara kaffah sebagai tujuan. Mengurusi urusan umat harus dijadikan tujuan dalam berpolitik dalam perspektif Islam.
Gaes, Istiqomah dalam berdakwah juga merupakan aktifitas politik dalam perspektif Islam. Dakwah adalah cara yang dicontohkan Rasullulah dalam merubah kehidupan jahilliyah menjadi Islami. Dakwah juga diperintahkan di dalam al-Qur'an, salah satunya ada pada Surat Ali Imran ayat 104. Artinya: Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Bahkan, muhasabah pada penguasa adalah jihad yang paling utama. Pernyataan ini telah disampaikan Rasulullah SAW dalam haditsnya yang diceritakan Abu Sa'id Al Khudri,
أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ
Artinya: "Jihad yang paling utama ialah mengatakan kebenaran (berkata yang baik) di hadapan penguasa yang zalim." (HR Abu Daud).
Politik jangan diartikan sempit hanya untuk perebutan kekuasaan seperti dalam sistem demokrasi, dan jangan dikotori dengan hanya untuk menikmati kue kekuasaan dengan menghalalkan segala cara. Jangan pula melupakan tujuan utama untuk mengurusi rakyat. Aktifitas politik bukan hanya politik praktis yang hanya berkaitan perebutan kekuasaan dalam pesta demokrasi saja sehingga menghasilkan pemimpin yang gila kekuasaan. Menumpuk hutang dan menjual aset Negera hanya kepentingan mereka guna mempertahankan kekuasaan. Rakyat menjadi korban, dan negara masuk dalam jebakan imperialisme gaya baru.
Apakah lantas kita diam dan tidak melakukan perubahan pada sistem demokrasi yang rusak. Teruslah berpolitik dengan menyeru pada kebenaran Islam dan kesabaran hingga tegaknya satu sistem terbaik yang akan menerapkan Islam secara kaffah dalam kehidupan. Politik itu mulia dalam perspektif Islam, untuk mengurusi rakyat dan untuk mewujudkan kehidupan Islami yang kita cita-citakan bersama. Teruslah berpolitik dalam mewarnai kehidupan sekuler agar berubah menjadi Islami. Virus pemikiran sekuler yang rusak harus dirubah dengan Islam, sehingga kehidupan yang penuh berkah akan kita rasakan.
Yakinlah janji Allah dan bisyaroh Rasullulah bahwa kehidupan Islami akan segera kembali kita rasakan menggantikan sistem sekular kapitalisme demokrasi. Bukan karena kamampuan kita tapi kesungguhan dan kesabaran dalam perjuangan yang terus-menerus akan mendatangkan pertolongan Allah yang akan memenangkan Islam di muka bumi ini. Gaes, teruslah semangat berpolitik dalam perspektif Islam dengan menjadi agen perubahan ditengah masyarakat, agar kehidupan Islami segera terwujud menggantikan sistem sekular yang rusak.


Posting Komentar untuk "Politik dalam Persepektif Islam untuk melakukan Perubahan Hakiki"