Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terimakasih Guruku, Jazakumullaah Khoyr


 Oleh: Ust. Abu zaid


Guru adalah sosok paling penting bagiku setelah kedua orang tuaku. Jika kepada kedua orang tua aku berhutang kehidupan. Maka kepada guru aku berhutang ilmu untuk mengarungi hidup. 


Guru guru ku, manusia panutan tanpa pamrih. Minimal sepekan sekali hadir dalam majelis yang penuh barokah insyaallah. Beliau hadir dalam majelis tanpa diundang. Tanpa dijemput. Tanpa disediakan makan dan minum. Kecuali air putih atau minuman serta makanan sekedarnya sebelum majelis. Tanpa diberikan bisyaroh alias amplop sedikitpun. Datang sendiri tanpa jemputan dan pulang sendiri tanpa diantar. 


Guru guru ku, adalah panutan yang betul betul tidak minta imbalan apapun. Bahkan tak minta penghormatan apapun meski sekedar cium tangan. Malah beliau beliau tak suka dicium tangannya. Tak suka dihormati secara tak wajar. Cukup sesuai sopan santun pergaulan sehari hari saja. Kami cukup mengucapkan salam hangat kemudian berjabat tangan dan berpelukan sambil cipika cipiki. Terasa hangat aliran kasih sayang beliau beliau kepada kami.


Guru guru ku, adalah laksana seorang ayah bagi anak anaknya. Seorang anak bagi ayahnya. Bagaikan seorang kakak bagi adiknya

 Seorang adik bagi kakaknya. Kasih sayang apalagi yang bisa lebih tulus tanpa pamrih selain hubungan keluarga? Perhatian apalagi yang lebih murni daripada perhatian orang tua dan saudara sedarah? Allaahu Akbar!


Imbalan, kalo lah itu bisa disebut imbalan, yang guru guru ku minta hanyalah..... kami menjadi muslim yang bertaqwa. Menjadi pejuang Islam yang tangguh. Menjadi pejuang Islam yang lurus dan istiqomah. Tak kenal takut kecuali kepada Allah. Dan semangat berdakwah dengan menyebarkan Islam diseluruh lapisan masyarakat tanpa lelah, letih dan mengeluh. Sungguh imbalan yang sangat indah bukan?


Sungguh, aku menyaksikan guru guruku adalah sosok sosok pejuang yang gigih. Sosok sosok pengemban dakwah pilihan yang teguh melakukan perbaikan disaat kebanyakan manusia telah rusak. Bahkan di saat banyak ulama ulama su yang bekerja melayani hawa nafsu penguasa penguasa durjana.


Ya Allah lindungilah guru guruku, muliakan beliau beliau di dunia dan akhirat. Jagalah kelurah beliau dengan putra putri Sholih Sholihah. Mudahkanlah seluruh urusan beliau sehatkanlah badan beliau. Lancarkan dan berkahilah rejeki dan usia beliau. Dan berikanlah beliau akhir yang baik. Dan satukanlah kami dalam bahagia dunia akhirat. Aamiin.


Selamat berjuang Guru Guruku. Terimakasih Guruku, jazakumullaah khoyr. Maafkan lah murid yang masih belum bisa berjuang sesuai harapan. Hasbunallaahu wani'mal wakil. Ni'mal Maula wa ni'man Nashir.[]

Posting Komentar untuk "Terimakasih Guruku, Jazakumullaah Khoyr"