Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bunuh Diri Jadi Trend? Nggak Keren deh


 Oleh: Septa Yunis


Beberapa waktu terakhir ini banyak banget berita bunuh diri, dari berbagai usia. Seperti yang dilansir Republika.co.id (13/10/2023), Dua kasus dugaan bunuh diri terjadi di Semarang, pertama dilakukan NJW (20) warga Ngaliyan, Semarang, mahasiswi sebuah perguruan tinggi negeri yang ditemukan tewas di Mal Paragon Semarang, Selasa (10/10/2023). Kasus kedua, seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta di Semarang berinisial EN (24) warga Kapuas, Kalimantan Tengah, yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar indekosnya, Rabu (11/10/2023).


Duuhh ngeri nggak sih? Rasanya, nyawa seperti nggak ada harganya. Miris, aksi bunuh diri semakin tahun semakin meningkat. Menurut data yang dikumpulkan dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri), angkanya meningkat secara signifikan tiap tahunnya. Berdasarkan data terbaru, Polri menyatakan bahwa terdapat 663 kasus bunuh diri di Indonesia sepanjang periode Januari-Juli 2023. Adapun, angka tersebut meningkat sebesar 36,4% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2021, yaitu sebanyak 486 kasus.


Kebanyakan kasus bunuh diri ini dilakukan oleh Gen Z, ada apa dengan mereka? Salah satu penyebabnya adalah gangguan mental. Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS), salah satu survei kesehatan mental nasional pertama, pada Oktober 2022 merilis angka kejadian gangguan mental pada generasi muda 10—17 tahun di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa 1 dari 3 anak muda Indonesia memiliki masalah mental health, sedangkan 1 dari 20 anak muda Indonesia memiliki gangguan mental dalam 12 bulan terakhir.


Kurang ngeri gimana lagi coba? Gangguan mental memang sudah menjadi ancaman buat generasi saat ini. Because, akibat dari gangguan mental sangatlah fatal. Lantas, apa sih sebenarnya faktor adanya gangguan mental ini? Jadi begini, Ibarat kata, mental generasi muda saat ini tuh cenderung seperti “mental tempe”. Kematangan emosinya di titik nadir. Sosoknya mudah depresi, pragmatis terhadap dinamika kehidupan. Hal ini sebenarnya di latarbelakangi oleh kurangnya iman dalam diri. Bener nggak?


Yupz.. keimanan seseorang sangat mempengaruhi perilakunya. Jika seseorang itu beriman, pastilah di dalam dirinya tertancap Allah itu Maha Mengetahui apa yang semua hambaNya perbuat. Gaes, ketika kita mengaku menjadi orang Isalm harus meyakini bahwa ketetapan Allah Taala akan berujung pada kebaikan. Tindakan bunuh diri, dengan cara apa pun merupakan hal yang dilarang dalam Islam. Perilaku ini merupakan dosa besar. Allah Taala berfirman, “Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS An-Nisa [4]: 29).


Kurangnya iman ini terjadi karena abainya negara terhadap masalah pendidikan dan aturan kehidupan rakyatnya, terutama para pemuda. Akibat dari sistem pendidikan yang sekuler (memisahkan agama dengan kehidupan) ini diterapkan membuat mereka jauh dari aturan agama. 


Jika kita mau mengkaji Islam lebih dalam, Islam tuh udah ngatur segalanya loh ternyata. Di dalam Islam kebahagiaan yang sesungguhnya adalah ketika kita mendapat ridlo Allah SWT. Islam juga mengajarkan bagaimana mengatasi masalah, yaitu dengan menggunakan solusi dari Islam sendri. Lalu, bagaimana kita mengetahui solusi-solusi Islam atas semua masalah? Jawabannya hanya satu, mengkaji Islam. Sibukkan diri untuk mengupgrade keimanan. Sehingga gangguan mental itu nggak punya celah menggangu kita. Yuukk saatnya kita bangkit, saatnya kita ngaji Islam, saatnya kita kurangi rebahan. Because kita adalah agent of change. []

Posting Komentar untuk "Bunuh Diri Jadi Trend? Nggak Keren deh"