Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gaes, Ayo Terus Mengaji agar Tidak Merugi

 






Oleh: Mochamad Efendi


Mengaji harus dijadikan kebiasaan untuk upgrade kemampuan dan tsaqofah keislaman. Jangan ada niat untuk berhenti karena mengaji harus dijadikan kebiasaan baik dalam hidup ini sampai ajal datang menjemput. Dengan mengaji kita jadi paham ajaran Islam yang lurus dan mulia. Berislam secara kaffah adalah konsekwensi dari keimanan yang bisa mengantarkan kita  menuju surga Nya. Menjadi remaja hebat dan hidup terasa indah dan punya makna karena pemahaman yang tercerahkan setiap hadir dalam forum pengajian.  Bertemu dengan teman yang punya semangat untuk mengaji dan saling mendo'a kan dalam kebaikan. Apakah jika berhenti mengaji akan menjamin hidup kita akan lebih baik? 


Saat ngaji mulai malas karena kesibukan dan urusan dunia, kemudian muncullah keinginan berhenti mengaji. Segeralah beristighfar dan segera tinggalkan bisikan syaitan. Apakah kita akan hidup selamanya di dunia? Padahal semua yang kita punya akan kita tinggalkan dan kita akan kembali kepadaNya. Hanya amalan kebaikan dan jejak-jejak  kebaikan yang akan kita bawa mati termasuk kebiasaan baik kita, mengaji. Harta yang kita nikmati saat ini dan keluarga yang setia menemani tidak lagi punya arti pada suatu hari saat jatah waktu kita di dunia sudah berakhir.


Mengaji membuat kita jauh dari kata merugi. Berdiskusi, saling menasehati membuat pemahaman kita semakin mantab dan terus tercerahkan dengan Islam. Men  jadi sosok hebat dan percaya diri untuk mewarnai pemahaman umat dengan Islam Kaffah. Setiap langkah akan bernilai ibadah dengan pemahaman yang tercerahkan karena kita terus mengaji.


Apakah dengan berhenti mengaji kehidupan kita akan menjadi lebih baik?  Mengejar nikmat dunia sering membuat kita terlena dan lupa tujuan hidup yang sebenarnya. Tidak kita sadari waktu terus berjalan tanpa jejak-jejak kebaikan yang tercipta sehingga hanya kerugian yang didapat. Kata-kata yang mencerahkan mulai menghilang, nasehat yang membuat kita tidak merugi mulai meninggalkan, berganti dengan obrolan sia-sia yang bisa mengantarkan kita ke neraka.  Pembicaraan urusan dunia yang semu dan menipu bersama teman yang jauh dari Islam. Virus-virus sekularisme mulai mewarnai pemahaman untuk menjauhkan kita dari nilai-nilai Islam. Meraih prestasi dunia dengan meninggalkan agama sehingga segala cara dilakukan untuk mewujudkannya. 


Celaka jika Allah menutup hati, pendengaran dan penglihatan kita dari kebenaran hakiki karena kita sudah tidak mau lagi mengaji. Jangan sampai pintu hidayah tertutup untuk kita karena hanya sibuk dengan urusan dunia, tapi lupa menyiapkan kehidupan akhirat yang kekal. Hati kering dan dipenuhi rasa iri dan dengki sehingga jauh dari kata bahagia. 


Teruslah mengaji gaes, karena itu yang bisa menyelamatkan setiap amalan agar bernilai ibadah. Dengan pemahaman benar dan niat yang lurus akan menjadikan amalan kita bisa diterima oleh Sang Pencipta hidup, manusia dan alam semesta. Dengan mengikuti Syariat Nya akan membuat kita selamat tidak hanya di dunia tapi saat kita harus kembali kepadaNya. Hanya amalan yang dilandasi oleh pemahaman Islam yang benar dan dilakukan ikhlas untuk menggapai ridho Nya bisa mengantarkan ke surgaNya. 


Pemahaman Islam yang benar harus disebarkan di tengah-tengah umat dengan dakwah. Membawa kabar kembira untuk orang lain agar mereka bisa merasakan kebahagiaan hakiki dengan Islam seperti apa yang sudah kita rasakan. Jangan bermain dalam tataran asumsi jika itu hanya membuatmu ragu dan bahkan berhenti untuk berdakwah. Berfikir positif adalah satu langkah menuju kemenangan meskipun hasil tidak seperti yang diharapkan. Gaes, kewajiban kita hanya menyampaikan perkataan terbaik yang bersumber dari ajaran Islam yang lurus dan mulia. Banyangkan senyum mereka yang ikut bahagia saat hati tersentuh dan pemahaman mereka tercerahkan dengan Islam. 


Teruslah mengaji agar perkataanmu lebih meyakinkan dalam menyampaikan kebenaran Islam. Jadilah orang-orang yang beruntung karena pahala investasi terus mengalir ke pundi-pundi pahala kita karena usaha dakwah kita terus menerus meskipun hidup kita sudah berakhir. Mengaji membuat pemahaman kita bertambah mantab dan langkah kaki kita semakin yakin untuk terus menapaki jalan lurus, jalan orang-orang yang telah mendapat nikmat, bukan mereka yang dapat murkaNya, dan tidak pula mereka yang tersesat. Masihkah terbesit keinginan berhenti untuk mengaji? Bersyukurlah jika kita termasuk hamba Allah yang istoqomah mengaji. Dan segeralah untuk menjadikan mengaji kebiasaan baik bagi mereka yang belum terbiasa mengaji. Saling mengingatkan dan mendoa'kan dengan teman surga yang selalu mengajak pada kebenaran Islam dan semangat untuk mengaji.


Posting Komentar untuk "Gaes, Ayo Terus Mengaji agar Tidak Merugi"