Aborsi Bikin Sakit Hati
Oleh: Ruby Alamanda
Hari ini baca berita di smartphone hatiku terasa sesak di dada. Menangis dan sedih, bagaimana tidak? Dituliskan disana bahwa polisi telah menemukan janin bayi dibuang ke septic tank saat mengungkap praktik aborsi ilegal di Apartemen Gading Nias, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (20/12/2023). Total ada tiga janin yang berhasil diungkap polisi dari penyelidikan kasus ini.
Kapolsek Kelapa Gading Maulana Mukarom mengungkapkan, selain janin di septic tank, ditemukan juga satu lainnya di dalam apartemen yang disewa kedua tersangka. "Terus untuk perempuan yang melakukan aborsi kita bawa ke RS Polri Kramat Jati itu satu," ujar Maulana, saat ditemui di lokasi. (https://www.rri.co.id/kriminalitas/488412/polisi-bongkar-aborsi-ilegal-di-apartemen-kelapa-gading)
Astaghfirullah miris membaca berita diatas, betapa tidak disisi lain ribuan pejuang garis 2 bertahun-tahun mengupayakan adanya janin dalam rahimnya yang akan ia sayang dan didik ketika sudah dilahirkan nanti. Di sisi lain dengan seenaknya para perempuan bodoh meng aborsi janin mereka.
Keduanya salah, antara yang melakukan praktik aborsi dan juga "dukunnya" pun bagi yang terlibat di dalamnya. Misalnya pasangan laki-laki nya dan juga asisten yang praktik aborsi tadi.
Kenapa hal ini bisa terjadi, karena sistem kapitalisme liberalisme yang masih bercokol di negri ini. Yang pengaborsi butuh orang yang bisa mengaborsi, nah yang pasien juga butuh orang untuk mengaborsi, keduanya saling membutuhkan.
Pertama, efek pergaulan bebas.
Kedua, bisa jadi pasangan sah namun tidak menghendaki kehamilan.
Mengerikan, beginilah jika Islam tidak dipakai, adanya ngawur, semua perilaku manusia standarnya hawa nafsu, asal baik menurut mereka maka dilakukan.
Kita bisa lihat betapa rusaknya pergaulan remaja, berdirinya banyak cafe, dunia gemerlap yang menggiurkan bagi remaja. Sekolah sih iyes, tapi bergaul juga tidak mau kalah. Ala-ala korea lah minimal. Ga gaul ya cupu.
Untuk yang berumah tangga bisa dikatakan ada model baru, jika boleh dikatakan jika ga selingkuh ga ok, jika hanya berteman dengan suami sah ga "greng" Itu dari wawancara penulis dengan warga ya..
Nah mulailah model perselingkuhan. Miris memang, hingga ujungnya malah jadi seperti ini. Efek pergaulan remaja maupun orang tua.
Hal ini apakah bisa dihentikan, tentu bisa. Islam hadir sebagai penyelamat bagi semuanya. Islam hadir sebagai diin yang kaffah. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh Islam. Baik itu pergaulan bebas maupun aborsi. Allah menjamin kehidupan runah tangga Muslim itu dengan jannah, surga. Baiti jannati, dimana disana terdapat kesejukan bagi yang serius menggunakan Islam sebagai _way of life_ nya.
Anteng, anak-anak juga mudah diatur. Istri tuh bukan sekedar pajangan, namun istri bertindak sebagai pengatur rumah tangga. Bapak adalah sopirnya. Klop deh. Maka hal-hal seperti pergaulan bebas tidak akan terjadi. Perselingkuhan tidak terjadi karena mereka berdua berlomba-lomba dalam kebaikan, tujuan akhirnya surga. Bukan hanya dunia semata. Dunia ini hanya tempat untuk ibadah, tunduk patuh kepada Allah. Maka virus liberalisme kebebasan bergaul tidak akan terjadi. Anak-anak juga dididik agar taat kepada Allah saja. Sehingga anak-anak dimanapun berada merasa selalu diawasi oleh Allah Azza Wa Jalla, tidak mungkin sampai rontok imannya. Demikian indahnya Islam, maka jangan ragu untuk berIslam secara kaffah. []


Posting Komentar untuk "Aborsi Bikin Sakit Hati"